 |
[01] - Pluralisme (John Hick, Paul F. Knitter)
Berbicara mengenai doktrin keselamatan, bukanlah merupakan suatu topik yang sederhana. Para ahli telah memberikan berbagai macam pandangan terhadap doktrin ini. Karena itu, kita tidak perlu heran ketika kita mendengar istilah yang sama, namun sesungguhnya dipahami secara berbeda.
Kita akan mendiskusikan beberapa dari pandangan tersebut. Saya sengaja mengutip kalimat asli dari para ahli tersebut. Dengan demikian, pembaca dapat memahaminya secara utuh. Mohon maaf karena kalimat kutipan dalam bahasa Inggris tidak saya terjemahkan.
[02] - Inklusivisme (Karl Rahner, Clarck H. Pinnock)
2.Inklusivisme (Karl Rahner, Clarck H. Pinnock)
Pandangan ini mengakui bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Pinnock, dalam artikelnya yang menjelaskan posisi Inklusivisme dalam hubungannya dengan Tuhan Yesus, menulis:
[03] - Apakah dasar Alkitab dari pandangan Inklusivisme tsb?
Apakah dasar Alkitab dari pandangan Inklusivisme tsb?
Setiap pandangan tentu memiliki dasar Alkitabnya, terlepas seberapa komprehensifnya pemahamannya terhadap Alkitab tsb. Karena itu, kelompok Inklusif juga memiliki dasar Alkitabnya.
[04] - Masih Pentingkah Melakukan Missi?
Masih Pentingkah Melakukan Missi?
Apakah pendapat spt Pinnock tsb di atas tidak memotong dan menghilangkan semangat orang untuk bermissi? Buat apa kita repot2 dan menanggung berbagai macam resiko yang membahayakan jikalau ada kemungkinan orang lain dalam agamanya utk diselamatkan?
[05] - Eksklusivisme.
5. Eksklusivisme.
Setelah kita melihat kedua pandangan tsb di atas, mk kini tiba saatnya melihat pandangan yang ketiga, yaitu apa yang disebut dengan Eksklusivisme. Pandangan ini percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan.
[06] - Penolakan kepada eksklusivisme
Penolakan kepada eksklusivisme:
Mengapa ada yang menolak eksklusivisme tersebut di atas? Banyak penyebabnya.
Pertama, karena tidak mau menerima pengajaran Alkitab sebagai satu-satunya sumber
otoritas. Karena itu, mereka akan mengejek kelompok eksklusif (khususnya yang "Terbatas") dgn istilah "Bibliolater",
[07] - Bagaimana dengan dialog antar agama?
Setelah melihat fakta kemajemukan tsb di atas, maka pertanyaan
selanjutnya adalah apa yang dapat kita lakukan dengan konteks hidup sedemikian? Apakah kita akan kompromi, yaitu dengan menghilangkan kebenaran yang telah diajarkan dalam Alkitab dan yang telah diyakini oleh umat Tuhan secara turun temurun dari abad ke abad?
[08] - Dasar Menerima Eksklusivisme
Dasar Menerima Eksklusivisme
Di atas telah kita sebutkan pandangan Eksklusivisme yang dianut oleh banyak umat Tuhan dan theolog dari kaum konservatif. Mengapa demikian? Jawabannya sederhana, yaitu karena sifat finalitas Kristus yang sangat berakar kuat dalam Alkitab.
|  |