‘MAKAM KELUARGA YESUS’,
PENEMUAN ILMIAH?
Syalom. Horas!
Apakah Saudara sudah menonton film/DVD yang berjudul ‘THE LOST TOMB OF JESUS”? Apakah saudara sudah membaca buku-buku yang ditulis oleh James Tabor dan Jacobovici mengenai ‘makam Yesus’, yang sudah diterjemahkan tersebut?
Kelihatannya, buku itu ‘menghebohkan’ sebagian orang, khususnya yang imannya lemah dan yang tidak berpegang teguh kepada Alkitab.
Kelihatannya, sebagian hamba2 Tuhan juga telah dibingungkan oleh hal-hal tsb. Barangkali, semakin banyak yang bingung dengan buku terbaru yang diterbitkan oleh Ioanes Rakhmat (IR), yang berjudul: Yesus, Maria Magdalena, Yudas dan Makam Keluarga tsb.
Tgl 14 Juni 07 yl, Dosen STT Jakarta dan Pdt GKI tersebut diundang memimpin pembinaan di GKI Cinere. Pembinaan yang berjudul “Injil Yudas” tsb memang mendapat reaksi yang cukup keras dari peserta (berkisar 50 org). Ketika itu, saya juga memberi respon dan dengan tegas mengatakan di hadapan jemaat dan IR bahwa apa yang dikatakan oleh IR bukan merupakan pandangan mayoritas para ahli (scholar), tapi hanya merupakan pandangannya sendiri dan minoritas teolog-teolog liberal, yang tidak mempercayai Alkitab.
Ketika break, sebelum tanya jawab diberikan, saya melihat Pdt Gladys Wee (Pdt GKI Cinere sibuk ke sana ke mari menjual buku IR tsb. Itulah sebabnya, saya memperingatkan kepada jemaat agar hati2 membaca buku tsb, di mana di dalamnya tertulis hal-hal yang bertentangan dengan Alkitab dan apa yang diimani oleh GKI, khsusnya tentang kebangkitan Yesus. Sebagai buktinya, menurut IR adalah ‘makam Yesus’ yang ditemukan di Talpiot!
Ketika meresponi penegasan sy tsb, yang menyedihkan adalah bahwa IR dengan berani mengatakan bahwa soal penemuan makam Yesus itu adalah ILMIAH (entah apa yang dipahami oleh IR sebagai ilmiah). Padahal, apa yang dikatakannya dengan ilimiah tsb HANYA MERUPAKAN SPEKULASI IR semata-mata (lihal pandangan para ahli di bawah).
Perlu juga kita ketahui bahwa apa yang ditayangkan dalam film “The Lost Tomb” tsb telah mendapat kritik dan reaksi keras dari para ahli. Tidak heran, jika Ben Witherington, seorang ahli PB memberi komentar: “The Lost Tomb of Jesus will make good TV but INVOLVES A BAD CRITICAL READING OF HISTORY. BASICALLY, this is OLD NEWS with a new interpretation”. Mengapa dia berkata demikian? Selanjutnya Ben berkomentar: “We have known about this tomb since it was discovered in 1980. There are all sorts of reasons to see that this is much ado about nothing much”.
Lebih lagi, Professor Amos Kloner dari bar Ilan University, yang telah melakukan penelitian mendalam tentang makam dan ossuaris tsb di atas berkomentar: “It’s a beautiful story but without any proof whatsoever”.
Jika demikian halnya, di mana letak ILMIAH yang dikatakan oleh IR?
Mari kita simak apa yang ditegaskan oleh Ben Witherington and Gary Habermas berikut:
12 MAJOR PROBLEMS FOR THE “JESUS TOMB” THEORY.
LEADING SCHOLARS DISPUTE DISCOVERY CHANNEL DOCUMENTARY:
1. The Names "Joseph" and "Jesus" were very popular in the 1st century. "Jesus" appears in at least 99 tombs and on 22 ossuaries. "Joseph" appears on 45 ossuaries.
2. "Mary" is the most common female name in the ancient Jewish world.
3. The DNA evidence establishes no positive links in this tomb whatsoever.
4. The statistical comparison to Jesus of Nazareth is severely flawed.
5. There is no early historical nor tomb connection to Mary Magdalene.
6. There is no historical evidence anywhere that Jesus ever married or had children.
7. The "Jesus" in the tomb was known as "Son of Joseph," but the earliest followers of the New Testament Jesus didn't call him that.
8. It is unlikely that Jesus' family tomb would be located in Jerusalem.
9. The Talpiot tomb was costly. It apparently belonged to a wealthy family.
10. The tenth ossuary has been accounted for without recourse to the "James" ossuary.
11. All ancient sources agree that, very soon afterwards, the burial tomb of Jesus of Nazareth was empty.
12. The Talpiot tomb data fail to account for Jesus' resurrection appearances.-
|