Ekklesiologi (Doktrin Gereja)
Posted by admin on August 23 2005 21:44:07
EKKLESIOLOGI (DOKTRIN GEREJA)

Sesion I

Pdt. Mangapul Sagala

I.PENGANTAR

Apakah yang dimaksud dengan Gereja? Bangunannya yang
tinggi dan megah?, fasilitas yang dimilikinya?, struktur
organisasinya?, keadaan administrasinya yang 'hebat'?

Kata 'Gereja' merupakan kata yang nampaknya mudah tetapi
telah banyak disalah mengerti. Seorang Teolog berkata "Kata Gereja
adalah salah satu kata dalam Kekristenan yang sulit didefinisikan
secara tepat". Marilah kita lihat berbagai definisi berikut:

John Calvin: "Gereja adalah pemberita dan pendengar yang setia Injil
Allah dan pelaksana sakramen, sebagaimana ditetapkan Tuhan Yesus".

Ignatius: "Dimana Yesus Kristus ada, disanalah Gereja".

Irenaeus: "Dimana Gereja ada , disanalah Roh Allah ada".

"Dimana Roh Allah ada, disana ada Gereja".

II. PANDANGAN ALKITAB TENTANG GEREJA.

Kata 'Gereja' diterjemahkan dari bahasa Yunani, dari kata
'ekklesia' atau qahal (bahasa Ibrani) yang berarti orang yang
dipanggil keluar atau kumpulan umat Allah. Suatu kelompok orang
percaya yang dipanggil melalui pemberitaan Firman Allah dan kuasa Roh
Kudus. Di dalam Injil Sinoptik, kata ekklesia hanya muncul dalam Injil
Matius; itu pun hanya dua kali, yaitu pada Mat.16:18 dan Mat.18:17-18.
Karena itu, sebagian para ahli mencurugai istilah tsb. asli dari Tuhan
Yesus. Mereka menganggapnya sebagai tambahan yang ditambahkan kemudian
oleh murid-murid. Namun demikian, tuduhan tsb. tiadaka meyakinkan.
Sebagaimana Proff. Guthrie, dalam bukunya New Testament Theology
menulis: "Tidak ada alasan yang meyakinkan untuk menyangkal bahwa
ucapan tentang ekklesia tsb. adalah otentik. (lihat terjemahan dalam
bahasa Indonesia, vol.3 hal 34).

Injil Yohanes tidak menyinggung secara langsung mengenai
jemaat atau Gereja. Namun demikian , itu tidak berarti bahwa dalam
Injil ini tidak ada ide tentang Gereja. Yohanes memberi istilah lain
yang mengandung makna Gereja, yaitu:

Konsep kesatuan umat (Yoh.17:22)

Konsep kawanan domba (Yoh.10). Bandingkan dengan Jer.23:1 dan
Yehez.34:11

Konsep pokok anggur (Yoh.15)

Cat: Apa kesimpulan Anda terhadap kecurigaan para ahli tsb. di atas,
dengan melihat kenyataan bahwa istilah Gereja ini tidak muncul dalam
Injil Yohanes?.

Rasul Paulus menggunakan kata Ekklesia lebih dari pada Penulis
perjanjian baru lainnya. Dalam surat-suratnya kita bisa melihat
berbagai pengertian tentang Gereja. Marilah kita periksa ayat-ayat
berikut:

Gereja sebagai kelompok orang percaya di kota tertentu. (I
Kor. 1:2, II Kor. 1:1,Gal. 1:2, I Tes. 1:1)

Gereja sebagai kumpulan orang percaya di rumah-rumah. (Roma
16:5, I Kor. 16:19, Kol. 4:15).

Gereja sebagai kelompok orang percaya di seluruh dunia.
(Ef.1:22, Kol. 1:18).

Dalam Kisah Para Rasul kata 'Ekklesia' terutama ditujukan pada orang
Kristen yang diam dan bersekutu di kota tertentu, seperti di
Yerusalem. (Kis.5:11, Kis. 11:22, Kis. 12:1 & 5, Kis. 9:31) atau di
Anthiokia (Kis 13:1).

III. GAMBARAN GEREJA DALAM PERJANJIAN BARU.

Pertama, Gereja sebagai Umat Allah.

Lihat I Pet.2:9. Band. dengan Ul.9:10; 10:4.

Kedua, Gereja sebagai Komunitas Mesianis (The Mesiannic
Community) Lihat Luk.12:32; Mat.16:18; Mat.28:20.

Ketiga, Gereja sebagai Tubuh Kristus.

Lihat Ef.1:22-23

Gereja yang dipersatukan dengan Kristus: Ro.8:9-11.

Keempat, Gereja sebagai Bait Roh Kudus.

Lihat Kis.1:4; 5:32

Rasul Paulus menunjukkan ketergantungan Jemaat yang begitu
mutlak dengan Kristus. Hal itu dapat kita lihat dari berbagai
ilustrasi yang menggambarkan hubungan Gereja denganNya.
Jemaat sebagai tubuhNya. Ef. 1:22,23;4:12
Jemaat sebagai pengantin perempuan. II Kor.11:2
Jemaat sebagai bangunan. I Kor. 3:9; 6:19.

IV. KONSEP MODALITI DAN SODALITI

Samuel H. Moffat memberikan 2 macam pengertian Gereja
yaitu modaliti dan sodaliti. Gereja sebagai "modaliti" didefinisikan
sebagai Gereja yang bersifat umum, formal dan memiliki struktur yang
mapan. Jadi dalam hal ini Gereja memiliki "A Full Community", yang
berperan memberikan Firman Allah dan melakukan seluruh perintah Allah.

Di pihak lain, 'sodaliti', dimengerti sebagai satu
kelompok sukarelawan yang diatur untuk tugas dan tujuan tertentu. Jadi
bukan merupakan A Full Comunity.

Karakteristik dari pada Modaliti:
Anggotanya umumnya memiliki hanya 1 Gereja selama hidupnya.
Anggotanya umumnya memiliki 1 Gereja pada saat yang sama.
Anggotanya umumnya bersifat lokal/teritorial.
Keanggotaanya bersifat inklusif, dari berbagai usia.
Bersifat denominasi.

Karakteristik dari pada Sodaliti:
Anggotanya dapat memiliki lebih dari 1 Sodaliti.
Sodaliti cenderung mengembangkan/menuntut loyalitas yang kuat.
Anggotanya terdiri dari orang-orang yang memilki panggilan tertentu.
Memilki Visi dan semangat yang kuat.

V. SIKAP YANG BENAR TERHADAP GEREJA.

Sebagian orang bersikap menolak gereja karena beranggapan
bahwa persekutuan sudah cukup. Salah satu alasan yang diberikan adalah
Kita adalah Gereja yang sesungguhnya, karena kita adalah kumpulan
orang-orang yang telah percaya dan menerima Yesus, sebagai Tuhan dan
Juruselamat. Kita tidak perlu ke Gereja, dimanapun kita berkumpul, itu
sama dengan Gereja, karena Gereja bukanlah gedung/bangunannya. Dimana
dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Yesus, maka disana Tuhan
Yesus menjanjikan kehadiranNya.

Benarkah sikap yang demikian? Marilah kita melihat sikap
Tuhan Yesus dan Rasul-Rasul terhadapa Gereja.

Sebenarnya Yesus adalah yang pertama menggunakan istilah
Gereja. Sebagai contoh, setelah rasul Petrus mengakui siapa Yesus,
Tuhan Yesus bersabda padanya: "...You are Peter, and on this rock I
will build my church". (Mat.16:18; RSV). Memang dalam konteks ini yang
dimaksud adalah Gereja Universal, tetapi dalam Mat.18:17, Tuhan Yesus
menggunakan pengertian yang jelas tentang Gereja lokal yaitu: "If he
refuses to listen to them, tell it to the church,...". melalui ayat
tersebut kita melihat bahwa selama hidupNya, adalah kebiasaan Tuhan
Yesus untuk memasuki synagogue, 'Gereja' pada saat itu. (bandingkan
Luk.4:16)

Demikianlah juga Rasul-Rasul menerima Gereja Lokal sebagai
bagian penting dari pelayanan mereka Dalam Kisah Rasul, Paulus tidak
hanya memberitakan Injil dan menjadikan mereka bertobat, tetapi ia
juga mengatur mereka ke dalam Gereja. (bandingkan dengan Kis. 14:23).
Dalam banyak pasal, rasul Paulus memeberikan intruksi berkenaan dengan
persyaratan dan tugas-tugas dari pemimpin-pemimpin Gereja. Rasul
Paulus sendiri memberikan contoh melalui ketaatannya terhadap
kekuasaan pemimpin-pemimpin Gerejanya di Antiokhia. Dia dipercayakan
oleh mereka dengan meletakkan tangan ketika ia memulai pelayanan
missinya. (bandingkan Kis.13:5). Kemudian ia melaporkan hasil-hasil
pelayanannya ke Gerejanya. "And when they arrived, they gathered the
Church together and declared all that God had done with them, ...(Acts
14:27), (lihat juga Kis.18:22).

Kehadiran Gereja Tuhan di dunia ini, serta perjalanan dan
pertumbuhannya yang tetap bertahan sekalipun melalui dan menghadapi
berbagai tantangan dari abad ke abad adalah merupakan suatu misteri.
Disini terlihat misteri pemeliharaan Allah. Walau bagaimanapun Gereja
akan tetap hadir di dunia ini sebagai organisme anak-anak Allah.
Disinilah umat belajar mengenal dan menerima serta mengasihi satu
dengan yang lain dengan kasih Allah. (band. Yoh.13:34-35). Di dalam
dan melalui Gereja Allah menyatakan kasih dan KaryaNya kepada dunia.
Rasul Paulus menulis: "Kepadaku yang paling hina diantara segala prang
Kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan
kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga
itu, dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyekenggaraan rahasia
yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan
segala sesuatu, supaya sekarang oleh jemaat (church) diberitahukan
pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan
penguasa-penguasa di Surga (Ef.3:8-10).