Mangapul Sagala Ministry - Setia Melayani Tuhan Hingga Akhir
MENU UTAMA

Forum Diskusi
Foto Album
Buku Tamu
ARTIKEL INDONESIA

Da Vinci Code [banyak dibaca]

Siapakah Maria Magdalena? [banyak dibaca]

Minyak Urapan [banyak dibaca]


Syukur untuk AnugerahNya - 10 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 9 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 8 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 7 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 6 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 5 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 4 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 3 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 2 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 1 [baru]

Teologia Liberal [baru]

Dasar Yang Kokoh

Mendidik Anak Utuh, Menuai Keluarga Tangguh

Injil Yudas

Hari Pentakosta

Ibadah oleh Benny Hin

Ibadah Penyembuhan ?

Kenaikan Yesus Kristus


Awasilah Dirimu dan Awasilah Ajaranmu

Kristus Bangkit!, Soraklah !

Ekklesiologi (Doktrin Gereja)

Pemborosan Yang Dipuji

Siapakah Yesus Kristus ?

Yesus Sejarah

Yesus Menurut Para Ahli

Gereja dan "Para-Church"

Hubungan PMK dengan Gereja

Alumni yang Sehat dan Melayani

Bagaimana Kristen Berpacaran

Makna Mujizat Dalam Injil Yohanes

Memahami Makna Hidup

Mengetahui Kehendak Allah

Kehidupan Bernegara

FirmanNya Bergema Kembali

Seminar buku Purpose Driven Life (PDL): Penyembahan (Worship)

Kamp Nasional Alumni Perkantas 2005: Sharing Your Faith in the Pluralist Society

Pemimpin Yang Ditolak Allah

Pentingnya KTB

Mengapa Merayakan Natal ?

First Love (Kasih Mula-mula)

Virgin Birth

Yesus dan Pernyataan-pernyataanNya

ELOHIM atau YHWH?

ARTIKEL SERI

Allah Tritunggal

Bidat (Ajaran Sesat)

Otoritas Alkitab

Banyak Jalan Keselamatan

Pengantar Kristologi

Jangan Lupa Getsemani !

Akhir Zaman

Pemimpin Pujian

Eksposisi - Surat Kepada Ketujuh Jemaat di Asia [baru]

Yesus dan Kesaksian Pada DiriNya [baru]

TANYA JAWAB

Tanggapan atas Buku dan email Ioanes Rakhmat[baru]

Surat Penggembalaan Sinode GKI [baru]

Tanggapan 1. Menyikapi Artilkel Ioanes Rakhmat, Kompas 5 Apr [baru]

Tanggapan 2. Menyikapi Artilkel Ioanes Rakhmat, (Usul Seminar) [baru]

Makam Keluarga Yesus, Penemuan Ilmiah ? [baru]

KKR Benny Hinn

Pengakuan Iman Bahasa Batak
CATATAN-CATATAN

Ringkasan seminar oleh Prof. Peter Stuhlmacher (Univ. Tubingen)

Ringkasan Percakapan dengan Prof Peter Stuhlmacher di Fitzwilliam College, Univ. Cambridge.

Wawacancara dengan Prof. Peter Stuhlmacher, dari Univ. Tübingen, Jerman

Ringkasan sambutan dan kesaksian pak Freddy Numberi di KBRI Roma.

ENGLISH

Trinity Theological College (TTC) Chapel: Reflection on Gen.41: 25-57; 1Cor.4: 16.

East Asia Regional Conference: Student Engagement in the Society

A Cry From Christian Students in Indonesia

The significance of the term “Sign” in the Gospel of John

A Life Reflection From Indonesian Ambassador For Italy, General (Ret) Freddy Numberi

Eunice's article: “Finding the Right Answer"

Eunice's article: Counting – Sharing at vesper on 28.3.05

Eunice's article: Salvation from Israel to Israel

Rev. Dr. Gordong Wong: When God Seems like the Enemy

DR. ROBERT SOLOMON

Questions For Life’s Quest

The Shadow and the Reality

KLIPING

Mengapa Ada Penderitaan ? [Sinar Harapan] [baru]

Kasus Setia, Ujian Toleransi [Sinar Harapan] [baru]

Neraka [Sinar Harapan] [baru]

Dosa Para Penguasa [Sinar Harapan]
Membongkar Injil [Sinar Harapan]

Predestinasi [Sinar Harapan]

Sorga, Impian atau Kenyataan ? [Sinar Harapan]

Providentia [Sinar Harapan]

Neo Orthodoxy [Sinar Harapan]

Quo Vadis PGI ? [Sinar Harapan]

Holyland Tour [Sinar Harapan]

Quo Vadis Sekolah Kristen ? [Sinar Harapan]

Bagaimana Berteologi ? [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (2) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (3) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (4) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (5) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (penutup) [Sinar Harapan]

Pendidikan Tanpa Moralitas [Sinar Harapan]

Mengerti Kehendak Tuhan [Sinar Harapan]

Poligami, Mengapa Tidak ? [Sinar Harapan]

Doa Yang Benar ? [Sinar Harapan]

Tidak Terombang-Ambing [Sinar Harapan]

Iman dan Kedaulatan Allah [Sinar Harapan]

Berpuasa Yang Dikehendaki Allah [Sinar Harapan]

Pindah Agama [Sinar Harapan]

Beriman kepada Yesus [Sinar Harapan]

Kristus yang Terutama [Sinar Harapan]

Rahasia Hidup Bahagia [Sinar Harapan]

Memohon "Pasu-pasu" pada "Pesta Bona Taon" [Suara Pembaruan]

Adat Batak Bertentangan Dengan Injil ? [Bahana]

ARTIKEL PENULIS TAMU

Korban Mode Nih Ye...

Peka Budaya

Keteladanan

KUMPULAN LAGU

Mars PO Universitas Indonesia

Siapakah Diri Hamba

Ku Utus Kau untuk Membangun

Aku Ikut Yesus


Daftar Lagu Ciptaan Mangapul Sagala

Virgin Birth
VIRGIN BIRTH

Menurut theolog besar, Millard J. Erickson, tema yang paling sering
diperdebatkan setelah tema kebangkitan adalah tema kelahiran Yesus dari
seorang perawan (virgin). Pada akhir abad 19, kelompok
Fundamentalist/Konservatif/Injili telah sedemikian berseberangan dengan
kelompok liberal/oikumenis/modernist. Menurut kelompok pertama, ajaran
Virgin Birth (virginal conception) merupakan ajaran penting dan sangat
mendasar yang harus dipegang dengan teguh. Sedangkan menurut kelompok
liberal, ajaran tersebut harus ditolak atau ditafsirkan ulang.

Sebenarnya, penolakan seperti ini bukanlah hal baru. Sejak abad permulaan,
berbagai kelompok mencoba menggugat dan menolak tema ini. Sebagai contoh,
kelompok Ebionit Yahudi dan kelompok Marcion telah menolak ajaran tersebut.
Lalu apa yang baru? Yang baru adalah sikap dan metode penolakan tersebut, di
mana pandangan yang menolak ajaran tersebut semakin terasa menyusup/memasuki
gereja Tuhan, dan para theolog yang menganutnya mulai berani mengatakan
penolakan tersebut secara terbuka. Sebagai contoh, seorang bishop dari
Inggris yang bernama David Jenkins memberi penafsiran lain dari Virgin Birth
dengan menulis: "Some people either simply cannnot understand, or simply
will not listen to the point that many of the stories of the Bible are not
for "real", not by being literally true, but by being inspired symbols of a
living faith about the real activity of God".

Mengapa ajaran Virgin Birth ditolak?

Ada beberapa alasan. Pertama, karena menurut mereka, ajaran ini tidak
menonjol di dalam Alkitab, bahkan tidak ditemukan di dalam surat-surat rasul
Paulus. Kedua, pandangan tersebut disamakan dengan kisah-kisah dongeng
(myth) Yunani dan Mesir kuno tentang kelahiran dewa atau penyelamat dari
seorang perawan, di mana dewa tersebut diakui sebagai penguasa langit dan
lautan. Ketiga, ajaran Virgin Birth sulit disejajarkan dengan ilmu
pengetahuan yang semakin berkembang.

Bagaimana tanggapan kita terhadap keberatan di atas? Terhadap keberatan yang
pertama, memang benar bahwa ajaran tersebut tidak menonjol di dalam
Perjanjian Baru. Kisah itu hanya ditemukan di dalam Injil Matius dan Lukas.
Namun demikian, para ahli telah melihat kelemahan dari argument from
silence. Dalam kenyataanya, dua penulis Injil, yaitu Markus dan Yohanes
tidak pernah menulis peristiwa kelahiran Yesus. Apakah itu berarti bahwa
Yesus tidak pernah lahir? Kita tentu bisa menjawab itu dengan pasti.

Soal adanya dongeng Yunani dan Mesir kuno tidak cukup kuat untuk menolak,
seolah-olah Injil juga sedang mengajarkan sebuah dongeng. Dalam
kenyataannya, jika kita membaca kedua kisah kelahiran Yesus dalam Injil
Matius dan Lukas, kita dapat menyimpulkan bahwa hal itu bukan dongeng.
Peristiwa yang disampaikan dengan cara yang sederhana dan straight to the
point itu memberi kesan kuat bahwa apa yang mereka kisahkan adalah peristiwa
nyata.

Mengapa kita mengambil kesimpulan demikian? Para ahli Perjanjian Baru (PB)
menyimpulkan bahwa dengan membaca kedua kisah itu secara teliti, maka
terlihat dengan jelas adanya perbedaan. Karena itu, dari segi teori sumber,
yaitu dari mana sumber kisah itu diperoleh, nampak adanya dua sumber yang
berbeda. Keduanya berbeda tapi saling melengkapi. Injil Matius (1:18-25)
yang menghubungkan peristiwa kelahiran Yesus dengan orang-orang Majus dari
Timur, menjadikan Yusuf sebagai tokoh sentral. Dalam kisah ini diberitahukan
bahwa Yusuf bergumul setelah mengetahui bahwa Maria, tunangannya mengandung.
Karena itu, dia berniat untuk meninggalkannya secara diam-diam. Sedangkan di
dalam kisah Lukas (1:26-38), kita mengamati bahwa tokoh Yusuf malah tidak
muncul. Yang menjadi tokoh di sana adalah Maria sendiri yang bergumul dengan
berita malaikat tentang dirinya yang akan mengandung: "Bagaimana hal itu
mungkin terjadi, karena aku belum bersuami" (1:34).

Setelah melihat perbedaan yang sangat jelas tersebut di atas, kita melihat
adanya persamaan penting: kedua kisah tersebut mengacu kepada kondisi Maria
yang mengandung dari ROH KUDUS. Di dalam Injil Matius, ketika Yusuf
bergumul, kita membaca malaikat Tuhan datang kepadanya dan memberitahukan:
"...sebab Anak yang di dalam kandungannya adalah dari ROH KUDUS" (1;20).
Sedangkan di dalam kisah Lukas, ketika Maria bergumul dan mempertanyakan
bagaimana dia bisa hamil sedangkan dia belum bersuami, maka malaikat tsb
menjawab: "ROH KUDUS akan turun atasmu...sebab itu anak yang akan kau
lahirkan itu akan disebut kudus" (1:35).

Kelahiran Yesus secara tidak normal (baca: ajaib, dari Roh Kudus) tersebut
telah dipahami secara negatif selama bertahun-tahun. Itulah sebabnya,
sekitar tiga puluh tahun kemudian kita membaca sindiran tajam dari
orang-orang Yahudi yang diarahkan kepada Yesus sendiri. Mereka berkata:
"Kami tidak lahir dari zinah" (Yoh.8:41). Dengan perkataan lain, secara
tidak langsung mereka menuduh bahwa Tuhan Yesus merupakan hasil dari
perbuatan zinah. Selanjutnya, kita juga membaca pernyataan mereka: "... kami
tidak tahu dari mana Ia datang" (Yoh.9:29). Di dalam Injil Markus kita
membaca bahwa ketika Yesus mengajar di tempat asalnya di Nazaret,
orang-orang menanggapinya dengan sinis: "Dari mana diperolehNya semuanya
itu?...Bukankah Ia ini anak Maria?" (6:3). Di dalam budaya Yahudi yang
mengikuti garis keturunan ayah, cara tersebut tidak lazim. Karena itu,
pengungkapan Yesus sebagai "Anak Maria" merupakan penghinaan. Di sisi lain,
mereka seakan-akan mau mengatakan bahwa kelahiranNya tidak jelas, di mana
tidak diketahui siapa ayahnya yang sesungguhnya.

Rumor negatif tersebut terus berkembang dan menyebar. Itulah sebabnya,
Celsius menulis bahwa Yusuf memulangkan Maria ke rumahnya karena dia
kedapatan berzinah. Dengan siapa berzinah? Dengan seorang tentara yang
bernama Panthera.

Kita bisa menulis banyak hal tentang penegasan orang-orang di zamanNya
tentang kelahiran Yesus yang tidak normal; karena itu, dianggap
perselingkuhan. Namun apa artinya semua itu? Dari sisi positif, hal itu
meneguhkan berita Alkitab, baik yang ditulis Matius maupun Lukas bahwa
kelahiran Yesus memang tidak normal. Tapi hal itu tidak sama dengan negatif,
akibat adanya perselingkuhan. Kisah Matius malah dengan jelas menyangkal hal
itu. Ketidaknormalan, atau lebih tepatnya, ketidaklaziman kelahiran Yesus
tetap di dalam realita kebenaran, yaitu Roh Kudus yang menaungi rahim atau
kandungan Maria. Realita seperti itu memang tidak dialami oleh orang-orang
di zamanNya.

Untuk apa kita repot-repot menulis artikel dengan judul ini? Untuk apa kita
membicarakan tema ini? "Does it really matter?" tanya seseorang. "Is there
any problem?" tanya yang lain. Jawaban kita, tentu ya. Jika Yesus merupakan
hasil kelahiran sebagai akibat atau hasil dari adanya hubungan badan suami
istri (misalnya Yusuf dengan Maria), maka terjadi hal yang sangat fatal: ada
kemungkinan bahwa Yesus juga mewarisi dosa turunan. Jika demikian halnya,
maka Yesus tidak dapat berperan sebagai Penebus. Menarik sekali apa yang
dikatakan oleh Malaikat sebagaimana kita kutip dalam kisah Lukas tersebut di
atas. Ketika malaikat menegaskan bahwa kelahiran Yesus adalah dari Roh
Kudus, bukan karena hubungan suami istri, malaikat tersebut melanjutkan:
"... SEBAB ITU, ANAK YANG AKAN KAU LAHIRKAN ITU AKAN DISEBUT KUDUS".
Selanjutnya ditegaskan bahwa Yesus adalah "ANAK ALLAH". (1:35).

Sejarah Gereja menegaskan bahwa natur atau keberadaan Yesus adalah
sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Allah. Seratus persen manusia dan seratus
persen Allah. Mengapa? Karena Yesus lahir melalui kandungan Maria, maka Dia
layak disebut anak Manusia. Tetapi karena itu bukan hasil hubungan suami

istri, tapi karena Roh Kudus turun kepada Maria, maka Dia layak disebut Anak
Allah, dalam arti bahwa Yesus sama zat atau sifat dengan Allah (Yesus homo
ousia dengan Allah Bapa).

Aplikasi praktis

Apa makna praktis dari hal tersebut di atas bagi kita, yang mempercayainya?
Banyak hal dapat kita sebut. Tapi mari kita sebut beberapa hal saja.
Pertama, kita bersyukur bahwa kita memiliki Penebus yang benar-benar tidak
berdosa. Mutlak kudus. Ketika Anselm, (bapak Gereja di abad pertengahan)
memberikan apologetikanya (pembelaannya) akan kepastian keselamatan di dalam
bukunya yang berjudul "Cur Deus homo?" (Mengapa Allah menjadi manusia?),
maka dia juga mengacu kepada fakta kehidupan Yesus yang suci. Dia menegaskan
bahwa kematian Yesus bukan sekedar kematian anak manusia yang benar-benar
kudus dan tidak berdosa (sebenarnya, orang seperti ini tidak ada). Sebab
jika demikian, Yesus hanya bisa menebus satu orang manusia berdosa. Akan
tetapi, kematian Yesus adalah kematian seorang Anak Allah, yang berarti
Allah sendiri. Karena Dia adalah Allah, maka Dia memiliki nilai jiwa yang
tidak terbatas. Itulah sebabnya Dia dapat menebus semua orang; keselamatan
TERSEDIA BAGI SEMUA ORANG BERDOSA YANG PERCAYA KEPADANYA.

Kedua, dari kedua kisah tersebut, baik Yusuf maupun Maria, kita belajar satu
persamaan: TAAT WALAU MENGANDUNG RESIKO". Yusuf TAAT untuk tetap mengambil
Maria menjadi istrinya, walau itu berarti dia akan terus menanggung
kesulitan disalahmengerti seumur hidupnya. Hal itu telah kita baca di atas.
Dari sisi negatif, Yusuf sepertinya menikah dengan seorang istri yang 'nakal'.
Maria juga TAAT untuk tetap memelihara kandungannya, walau itu berarti
seumur hidupnya dia menanggung derita disalahmengerti dan dituduh sebagai

wanita yang berselingkuh dengan seseorang. Sebenarnya, tuduhan seperti itu
bukan hanya terjadi seumur hidupnya, bahkan hingga sekarang pun kita membaca
karya-karya dari orang tertentu (bandingkan dengan film yang berjudul Jesus
Christ Superstar, atau buku seorang filsuf, bernama Bertrand Russel) yang
memberi label negatif terhadap dirinya.

Saya tidak tahu bagaimana perasaan Anda ketika membaca pernyataan Maria
berikut: 'SESUNGGUHNYA AKU INI ADALAH HAMBA TUHAN; JADILAH PADAKU MENURUT
PERKATAANMU" (Luk.1:39).

Sesungguhnya, dari teladan Yusuf dan Maria kita belajar pelajaran yang
sangat berharga: Suatu gaya hidup yang rela membayar harga. Suatu gaya hidup
yang siap menanggung kesulitan dan berbagai macam pengorbanan, berani dan
tahan menderita dan DEMI MENGGENAPKAN MISI ALLAH DI DALAM DAN MELALUI HIDUP,
BAGI SELURUH DUNIA.

Sebagai kaum awam, kita akan diperhadapkan kepada berbagai kemungkinan
hidup, termasuk menjalani gaya hidup sulit, berat, penuh resiko demi
ketaatan kita kepadaNya. Jika anda seorang theolog, saya juga melihat hal
yang sama. Sebagai contoh, setelah anda belajar theologia, dan semakin jauh
mempelajarinya, maka dituntut keberanian untuk menerima dan memberitakan apa
yang secara tegas dan jelas dinyatakan Alkitab, walau itu berarti adanya
kemungkinan untuk diremehkan dan ditertawakan rekan-rekan lainnya yang
berbeda pendapat, walau itu berarti adanya kemungkinan dituduh sebagai
theolog bodoh yang tidak memakai akal sehat. Kita juga perlu mencamkan
kenyataan ini: hal seperti ini tidak hanya terjadi satu kali saja dalam
hidup, di mana kita tinggal tutup mata dan melangkah, karena toh "badai akan
segera berlalu". Tidak, hal itu bisa terjadi tiap hari, Minggu, bulan dan
tahun sepanjang hidup. Menjadi pertanyaan, sejauh mana kita berhasil
menjalaninya? Jika gagal, sejauh mana kita menyesalinya dan ingin bangkit?
Jika berhasil, sejauh mana kita menikmati gaya hidup seperti itu? Kiranya
Tuhan Yesus yang telah mengilhami Yusuf dan Maria untuk RELA MEMBAYAR HARGA
DEMI KETAATANNYA, yang diriNya sendiri juga telah meninggalkan teladan yang
sempurna, memberkati dan menguatkan kita semua, tiap hari dan senantiasa
untuk makin menikmati gaya hidup yang demikian.

(selesai)

Salam penyerahan
(www.mangapulsagala.com)

Posted by admin on February 10 2006 18:41:341 Comments · 3622 Reads - Print
Comments
vicke on October 18 2007 21:11:52
795 entry.
Post Comment
Please Login to Post a Comment.
Ratings
Rating is available to Members only.

Please login or register to vote.

No Ratings have been Posted.
Login
Username

Password



Not a member yet?
Click here to register.

Forgotten your password?
Request a new one here.
Shoutbox
You must login to post a message.

vicke
02/08/2010 16:38
Datanglah pada ibadah KBD Mg, 5.9.2010, dengan tema: Mengapa Ada Penderitaan. Jam 16.00 di FEUKI Cawang. Pembicara, Pdt. Mangapul Sagala.

vicke
16/05/2010 19:42
IBADAH TINDAK LANJUT KKR ISTORA akan diadakan hari Minggu 6.6.2010 jam 16.00. Ibadah itu akan dimeriahkan oleh pemuji: Drs Bonar Gultom, pencipta lagu Arbab.

Brosur Fellowship Day Alumni II
Cari
Search for:
Articles
News
Forum Posts
Downloads
Web Links
Members
Buku
Image and video hosting by TinyPic
BARU: FIRMAN MENJADI DAGING, Harga Rp 30.000, Dapat dipesan di literatur Perkantas Jakarta. Telp. (021) 3442463-64




Injil dan Adat Batak

Bagaimanakah sikap kita melihat adat Batak sebagai produk budaya leluhur? Bagaimana pandangan Injil Kristus terhadap adat? Apakah Adat Batak bertentangan dengan Injil? Buku ini akan membantu untuk menjawab pertanyaan tersebut dan pertanyaan-pertanyaan lainnya dengan baik, sehingga orang Batak dapat mengambil sikap benar terhadap adat istiadat sebagai produk budaya leluhur. (Junjungan Sipahutar, SH. Ketua Yayasan Binadunia, tinggal di Jakarta)

Warga Batak Kristen perlu memperoleh keyakinan bahwa kehidupan mereka adalah kehidupan yang maradat dalam iman Kristiani. Buku kecil ini menyidik masalah itu dengan intensitas Injil yang amat mendalam dan sangat komprehensif. Kita sambut dengan rasa syukur buku kecil dengan manfaat besar ini, sambil mengucapkan SELAMAT dan SUKSES kepada Pdt. Ir. Mangapul Sagala, D.Th. Tuhan Yesus memberkati. Amen. (Drs. Duaman Panjaitan. Pemimpin Harian Batak Pos, dan tokoh adat Batak, tinggal di Jakarta).

Detil dan pemesanan klik disini

Kristus Pasti Datang

Ada orang yang berani meramalkan waktu kedatangan Kristus, tetapi ada juga yang meragukan kedatangan-Nya. Alkitab mengatakan, peristiwa kedatangan Kristus pasti terjadi, yang tidak pasti adalah waktunya. Buku ini menolong Anda memahami dengan jelas doktrin Alkitabiah mengenai kedatangan Kristus kembali ke dunia.

Detil dan pemesanan klik disini



Keputusan memilih teman hidup merupakan keputusan kedua terpenting setelah memutuskan mengikut Kristus. Prosesnya tidak gampang dan tidak boleh digampangkan. Buku ini memaparkan enam langkah penting sebelum memasuki tahap berpacaran, petunjuk menjalani masa berpacaran hingga memahami makna pernikahan Kristen.

Detil dan pemesanan klik disini



Puji-pujian menempati posisi sangat penting dalam kehidupan dan ibadah orang Kristen. Permasalahannya adalah tidak semua orang memiliki konsep dan pengertian yang benar tentang puji-pujian. Buku ini memberi petunjuk praktis bagi mereka yang rindu memuji Tuhan dengan baik, khususnya bagi para pemimpin pujian, agar dapat meningkatkan kreatifitasnya.

Detil dan pemesanan klik disini

RINGKASAN BUKU

Berpacaran Secara Kristen


Superioritas dan Keistimewaan Alkitab
[ beli disini ]

Petunjuk Praktis Menggali Alkitab


Roh Kudus dan Karunia Roh
[ beli disini ]


Pekabaran Injil Secara Pribadi
[ beli disini ]

Link
Perkantas Nasional
Perkantas Jakarta
Peduli Konseling
Christian Graduate Network
In Christ Net
GoBatak.com

Mailing List
doakanHKBP
ForumBiblika
LK3Online