 | |  |
 | |  |
|
 | Ibadah Oleh Benny Hin |  |
 | Jaap C. Levara" wrote:
> Tadi pagi tetangga dekat rumah saya menelpon saya...
> Dia menceritakan kebaktiannya dahsyat banyak kursi
> roda yang tidak terpakai lagi... yang buta dan lumpuh
> disembuhkan.... Temanku yg pergi ke Spore mengatakan
> khotbahnya mantap...
>
> Hari ini aku mau coba ke sana... tetapi harus pagi karena
> macetnya luar biasa... dan parkir juga harus buru buru..
> dan dari MC Donald harus jalan 1 km lebih...
>
> Semalam temanku (jumat malam- hari pertama kebaktian)
> berjalan kaki 4 km ke hotelnya dari jam 10 pm dan baru tiba
> jam 1.30 am. Dan aku ditelpon barusan jam 7 am. Nomor kursi
> tidak jaminan... krn bakal direbut orang... Dari Papua datang
> dengan kapal...dan hari ini baru tiba (Sabtu)....
>
Mangapul Sagala wrote :
Tadi malam, Jumat 24 Maret '06, saya mengikuti ibadah itu.
Setelah mendengar komentar yang pro-kon terhadap BH,
saya sudah lama ingin menyaksikan ibadah BH scr langsung,
mendengar khotbah dan pengajarannya.
Yang saya saksikan agak berbeda dengan apa yang ditulis
di bawah. Banyak orang di samping dan di depan saya pulang
dengan kursi rodanya.
Terlepas dari tidak adanya penyembuhan dialami oleh banyak
orang, saya sungguh menyesalkan pelaksanaan acara tsb
hingga larut malam. Mengapa ibadah yang sudah dimulai jam
17.30 tsb baru berakhir sekitar jam 23.00? Akibatnya, dengan
membludaknya manusia di pantai Karnaval, pejalan kaki
mengalami kesulitan untuk pulang.
Mengapa ibadah bisa berakhir sedemikian larut malam?
Apakah panitia tidak tahu bahwa daerah Ancol adalah daerah
rawan?
Padahal, kalau tidak salah, mimbar sudah diserahkan kepada
Benny Hinn sekitar jam 19.30. Mengapa BH membuang waktu
sedemikian lama untuk hal-hal yang kurang penting, berbicara
ngalor ngidul sementara ratusan ribu berdiri terus kecapekan
di tempat becek, duduk di sembarang tempat: tanah, rumput,
dll? Bukankah mereka datang untuk mendengar firman Tuhan?
Jika demikian, mengapa tidak terlihat semangat memberitaan
firman Tuhan sedemikian serius? Saya mengerti, ketika Komjen
Togar Sianipar yang berdiri di samping saya mengatakan
kekecewaannya: "Gaya orang ini seperti seorang entertainer.
Waktu sudah berlalu lama sekali, kapan Firman Tuhan
diberitakan?...Kapan orang2 sakit ini mau didoakan?"
Pada saat yang seharusnya firman Tuhan diberitakan, mengapa
pula pak BH mengundang gubernur Setyoso ke depan panggung
dan membiarkannya bicara seolah-olah sedang berkampanye?
(menurut teman yang berbisik, Setyoso berambisi mencalonkan
diri menjadi presiden pada periode yad). Mengapa pada saat
pemberitaan Firman Tuhan tsb, BH mengundang pastor dari
Singapura memberi pesan yang intinya hanya membesarkan dan
mengagungkan BH? Pada saat penting spt itu, mengapa BH masih
sibuk menanyakan yang hadir berapa banyak yang menyaksikannya
tampil di televisi?
Sekitar jam 23.30, ketika kendaraan kami melewati keramaian
di lokasi, Ancol, puluhan ribu manusia duduk tergletak, terlantar
di berbagai tempat. Sepanjang jalan saya menyaksikan org-org
sakit dalam kreta dorong. Dari dekat saya mengamati wajah mereka
yang kelelahan berjuang menembus keramaian manusia. Dalam
hati saya bekata, jam mereka mereka akan tiba di rumah? Semoga
ratusan ribu manusia tidak pulang dengan kecewa kepada Yesus.
Saya tidak tahu apa yang terjadi malam ini dan esok.
Doa saya, kiranya BH tidak memberi citra dan pengajaran yang salah
tentang Injil.
Inti Injil bukanlah penyembuhan. BH jelas SALAH ketika mengatakan
bahwa pengampunan dan penyembuhan adalah "BERKAT KEMBAR" Injil.
Apa yang terjadi tadi malam jelas mematahkan pernyataannya tsb,
di mana banyak orang pulang dengan kursi rodanya. Demikian juga,
berjuta manusia di dunia mengalami pengampuanan Tuhan tapi
tetap tergletak di RS.
Akhir kata, mari kita terus berdoa agar jemaat kita di Indonesia
dididik untuk mencintai Firman Tuhan melebihi segalanya,
termasuk mukjizat. Hal itulah yang ditegaskan oleh Abraham
kepada orang kaya yang mengharapkan orang mati bangkit dan
memberitakan Injil kepada saudara2nya yang masih hidup.
Mari kita simak firman Tuhan berikut:
"Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para
Nabi (Kitab PL), mereka tidak juga mau diyakinkan, SEKALIPUN
OLEH SEORANG YANG BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI"
(Luk.16:31).
Isk wrote :
> Media NBC suda menyelidiki hal ini. Dengan kamera
> simpanan, mereka mengikuti KKR Benny Hinn di
> puluhan kota di Amrik. Mau tahu hasil penelitian
> mereka? Yang sembuh itu massa bayarandan yang
> nggak sembuh itu kena dicap massa kurang iman.
Mangapul Sagala wrote :
Hal itulah yang saya kwatirkan. Sambil pulang pikiran
saya terus ke acara tsb: Apakah tidak mungkin adanya
satu dua orang sembuh tsb adalah hasil rekayasa?
Namun demikian, doa saya adalah, kiranya ratusan ribu
orang yang datang bersusah-susah ke acara tsb benar2
mengalami kunjungan Tuhan, siapapun yang bicara di depan.
Saya kasihan juga melihat orang2 yang kelihatannya
dengan tulus terlibat sebagai panitia, jika ternyata BH
telah menyelewengkan Injil yang sejati.
Tks untuk info ini.
Mangapul Sagala.
Posted by admin on March 27 2006 10:26:27 | 17 Comments · 10441 Reads -  |
|  |  |  |  |
 | Comments |  |
 |
on April 18 2006 01:15:11
Saya setuju dengan komentar bang Mangapul terakhir : Siapapun pembicaranya maka ratusan ribu (konon dari data sekolah istri saya yang datang sampai lebih dari 1 Juta), adalah jiwa-jiwa yang sungguh mencintai TUHAN dan mencari TUHAN. Saya yakin TUHAN pasti menjamah dan bekerja walaupun mungkin Pembicaranya benar melakukan seprti yang dituduh orang. Ini bukan mudah-mudahan atau kira-kira tapi saya yakin sekali TUHAN pasti bekerja. Bukankah dua orang sungguh-sungguh saja TUHAN ada apalagi jutaan orang.
Saran saya mari kita pergunakan suasana SURGA di kebaktian besar seperti itu untuk merasakan hadirat dan jamahan TUHAN YESUS. Lebih baik merasakan berkat dan kehadiran TUHAN YESUS daripada sibuk menghakimi si Pembicaranya.
Saya yakin jika si pembicara berhasil mendatangkan orang sebanyak itu maka di situ TUHAN sudah bekerja dengan luar biasa. Saya merasakan kesulita yang sangat besar untuk mengajak orang datang ke Gereja di jam akhir ini. Walaupun sudah saya sampaikan bahwa akan ada pendeta besar yang akan berbicara seperti Benny Hinn (BH) atau Reinhard Bonke (RH) atau yang lainnya. Saat ini banyak orang lebih senang untuk menghabiskan waktunya untuk kepentingan dan kesenangan pribadi dibandingkan menjumpai TUHANNYA.
Setidaknya di titik ini saya salut dengan BH dan RH atau bahkan Pendeta lokal macam Pak Pariadji. Yang ditengah banyak kritik gereja mereka bertumbuh dengan luar biasa. Ditengah banyak ketidak percayaan mereka dengan bernai menyatakan bahwa ALLAH itu Hidup dan Mengasihi serta mampu menunjukkan Kasihnya dalam bentuk Mukjizat. Memang harus agak hati-hati di sisi ini, tapi pada dasarnya memang antara Iman yang sungguh dan kesombongan atau mukjizat pura-puraan itu bedanya hanya selembar rambut.
So daripada menghakimi saran saya lebih baik kita mengevaluasi diri dan menghindari diri kita sendiri jatuh ke lobang yang sama. MENCARI PUJI PUJIAN MANUSIA dengan MEMBUAT MUKJIZAT PALSU. Sedangkan untuk mukjizat yang dilakukan TUHAN melalui beberapa hambanya mari kita imani saja dengan pikiran bersih bahwa TUHAN sedang bekerja di jaman akhir ini. Saya yakin semangat seperti ini akan mempercepat timbulnya GEREJA yang AM atau Satu.
Saya sendiri pernah dicap sesat oleh gereja hanya karena masalah tepuk tangan pada saat pujian di kebaktian. Sesuatu yang tidak principil dan suatu bentuk pujian dari hati kepada TUHAN YESUS. Hanya untuk beberapa orang itu saja sudah menjadi masalah besar dan dianggap suatu kesesatan. Terus kalau semangat saling menghakimi ini kita pelihara di gereja sampai kapan Gereja bisa bersatu ? Kapan kita bisa melihat antar Denominasi bergandeng tangan dalam pelayanan ?
Betul ada kemungkinan kepura-puraan atau pengkomersielan Gereja dan TUHAN. Hanya itu terjadi bukan hanya dalam kebaktian besar tapi juga dalam jemaat yang tenang-tenang dari gereja traditional yang mulai dengan pembuatan laporan keuangan yang tidak transparan, korupsi kecil-kecilan dll. So sekali lagi menurut hemat saya lebih baik kita semua introspeksi dan anggap saja kecurigaan dari pihak lain pada aliran anda dan saya sebagai tegoran kasih dan bukan kebencian.
SELAMAT PASKAH
TUHAN YESUS MEMBERKATI
SEMOGA KEBANGKITAN YESUS YANG MEMBUKTIKAN DIA HIDUP
MAMPU MEMPERSATUKAN GEREJANYA
WALAU BANYAK DENOMINASI TAPI TIDAK ADA SALING MENGHAKIMI DAN CURIGA |
on April 26 2006 16:42:46
Memang sangat ironis sekali ketika Firman Tuhan di dasarkan dengan kejadian yang Wah...wah.....
Kadang-kadang saya sering berpikir, kira2 apa yang jemaat pikirkan ketika datang ke Kebaktian-kebaktian sepertia ini. Apakah mereka datang karena Rindu Mendengarkan FT ataukah mereka datang biar ada penyembuhan dan lain sebagainya, bagaimana kalau kebaktian2 seperti ini tidak ada Mujizat, apakah Jemaat akan Rindu Menghadirinya?
Saya punya atasan di tempat saya bekerja saat ini yang bergereja di TIBERIAS, dan sering menceritakan hal2 yang luar biasa (misalnya penampakan dan penyembuhan) begitupula ketika dia sedang pergi jauh ke luar kota, sekeliling mobilnya di sirami Minyak Urapan....... 
Nah IRONIS sekali ketika mengetahui ini, saya semakin melihat bahwa mereka2 yang khususnya bergereja di tempat itu adalah mengandalkan kekuatan Minyak Urapan dan bukan TUHAN juga ketika Ber-Kebaktian akan merasa wah.... jika ada mujizat penyembuhan. Lebih parah lagi ni, jemaat di Gereja ini akan berlomba-lomba bergereja di mana Pdt. Pariadji sedang naik mimbar.
Masalah ada penyembuhan, pelepasan dan penglihatan yang tau adalah mereka sendiri yang mengalami dan TUHAN, jadi kalau muncul suatu kebohongan biarlah dia sendiri yang bertanggung jawab dengan kebohongannya. Tapi saya sendiri percaya akan Mujizat, pelepasan dan penglihatan, karena Alkitab juga menceritakan hal itu.
Yang penting... dan paling UTAMA adalah kerinduan dan HAUS akan Firman TUHAN |
on April 26 2006 16:55:51
Memang sangat ironis sekali ketika Firman Tuhan di dasarkan dengan kejadian yang Wah...wah.....
Kadang-kadang saya sering berpikir, kira2 apa yang jemaat pikirkan ketika datang ke Kebaktian-kebaktian sepertia ini. Apakah mereka datang karena Rindu Mendengarkan FT ataukah mereka datang biar ada penyembuhan dan lain sebagainya, bagaimana kalau kebaktian2 seperti ini tidak ada Mujizat, apakah Jemaat akan Rindu Menghadirinya?
Saya punya atasan di tempat saya bekerja saat ini yang bergereja di TIBERIAS, dan sering menceritakan hal2 yang luar biasa (misalnya penampakan dan penyembuhan) begitupula ketika dia sedang pergi jauh ke luar kota, sekeliling mobilnya di sirami Minyak Urapan....... 
Nah IRONIS sekali ketika mengetahui ini, saya semakin melihat bahwa mereka2 yang khususnya bergereja di tempat itu adalah mengandalkan kekuatan Minyak Urapan dan bukan TUHAN juga ketika Ber-Kebaktian akan merasa wah.... jika ada mujizat penyembuhan. Lebih parah lagi ni, jemaat di Gereja ini akan berlomba-lomba bergereja di mana Pdt. Pariadji sedang naik mimbar.
Masalah ada penyembuhan, pelepasan dan penglihatan yang tau adalah mereka sendiri yang mengalami dan TUHAN, jadi kalau muncul suatu kebohongan biarlah dia sendiri yang bertanggung jawab dengan kebohongannya. Tapi saya sendiri percaya akan Mujizat, pelepasan dan penglihatan, karena Alkitab juga menceritakan hal itu.
Yang penting... dan paling UTAMA adalah kerinduan dan HAUS akan Firman TUHAN |
on January 31 2007 19:39:21
IBADAH OLEH BENNY HINN ??? PENYEMBUHAN ????
Alkitab memang benar dan ajaib, dimana kebenaran hadir, disitu hadir pula penentang-penentangnya. Kristus Sang Kudus hadir di Palestina 2000 tahun yang lalu sebagai Mesias, ternyata juga ditentang dan ditolak oleh umatnya. Saya tidak menyamakan BH dengan Kristus, dan bukan maksud saya untuk menganalogikannya. Yang jadi substansi sebenarnya adalah KESEMBUHAN nya. Mengapa kita sebagai orang percaya tidak bersyukur bila ada saudara-saudara kita yang mengalami mujijat kesembuhan? Mengapa kita harus mengkritisi hamba-hamba Tuhan yang diurapi seperti BH?
--------------------cut-----------------------------
MS:
Artikel di atas sebenarnya cukup panjang. Tapi saya cut, karena isinya tidak penting ditaruh di situs yg berisi pengajaran ini. Sdr "bolehapaaja" ini melakukan pembelaan yg sama pada artikel yang berjudul "Minyak Urapan". Sayang, nama aslinya tidak ditulis. Jk menulis sekali lagi, tolong cantumkan nama jelas anda. Jika berkenan, juga nomor telp anda. Saya ingin membimbing anda berteologia yang benar (tentu jika anda bersedia). Di atas dia menganalogikan antara Tuhan Yesus dengan BH. Tapi kemudian dia menulis tidak bermaksud menyamakan atau menganalogikan. Padahal, itulah yang telah dilakukannya! Tentu saya percaya dan menerima penyembuhan dari Tuhan Yesus. Tapi dengan pdt lain? Tunggu dulu. Tidak boleh mengkritisi hamba2 Tuhan yang telah diurapinya? Apakah semua pengkhotbah adalah hamba Tuhan, karena itu tidak boleh dikritisi? Apakah setiap pengkhotbah diurapi Tuhan, karena itu tidak boleh dikritisi? Tuhan Yesus sendiri memerintahkan kita agar tidak sembarang percaya terhadap mereka yang mengadakan mujizat, termasuk yg menyebut dirinya nabi atau mesias. Sebab nabi-nabi dan mesias-mesias palsu akan muncul (Markus 13:5,6,22). Jangan menuduh bhw kita tidak percaya ada kesembuhan atau bersyukur untuk kesembuhan. Tentu, kita percaya dan bersyukur akan kesembuhan yang sejati. Siapa pun yg disembuhkan dan oleh siapa pun itu disembuhkan, kita tentu bersyukur. Tapi, kita tidak percaya akan kesembuhan yang direkayasa atau yg bersifat sugesti saja. Jika anda telah menganggap semua kesembuhan adalah kesembuhan sejati, itu adalah hak anda. Tapi saya mau menyerukan di milis ini peringatan Tuhan Yesus agar waspada terhadap pengajar-pengajar palsu. Waspada terhadap gembala-gembala upahan, yang hanya mau menikmati untung, tapi meninggalkan domba-domba ketika bencana dan marabahaya tiba (selanjutnya baca Yohanes 10 ayat 11 dstnya). Kiranya anda tidak gegabah menanggapi artikel di sini. Jika anda tidak setuju, itu juga hak anda. Puluhan bahkan ratusan ribu atau jutaan lagi umat yang perlu saya bimbing melalui situs ini. Salam kasih. Mangapul Sagala. |
on February 02 2007 01:00:02
Pertama saya mohon maaf karena tulisan saya sebelumnya terlalu panjang sehingga memakan space disini. Kedua, nama & no. telepon saya tidak bisa saya tampilkan disini (boleh kan saya punya privasi?), toh nama saya juga tidak penting bagi para pembaca disini. Ketiga, saya berterimakasih karena Pdt Mangapul Sagala ingin membimbing saya untuk "berteologia yang benar". Dan saya menjawab, mungkin bukan untuk saat ini (lain waktu saja). Keempat, saya mau luruskan soal mengkritisi hamba Tuhan, yang saya maksudkan adalah "jangan mudah mengkritik hamba Tuhan yang diurapiNya" bukan sekedar "hamba Tuhan" atau "pengkhotbah". Kelima, semula saya berpikir bahwa situs ini adalah forum komunikasi & informasi umum untuk membuka dan menambah wawasan rohani dalam dinamika kebenaran, namun ternyata ini adalah forum pengajaran dogmatism khusus untuk umat Pdt Mangapul Sagala. Keenam, Pdt Mangapul Sagala perlu tahu bahwa saya bukan ingin meng-intervensi atau mencampuri pengajarannya, saya hanya ingin membuka wacana baru tentang kebenaran kepada saudara seiman yang merindukan. Ketujuh, mohon maaf bila tulisan saya menimbulkan ketidaknyamanan di hati Pdt Mangapul. Sebagai murid Kristus, saya berdoa kiranya apa yang salah akan diluruskan Tuhan, dan yang benar akan semakin diberkati Tuhan. Saya sangat memahami kekhawatiran Pdt Mangapul karena beliau membimbing puluhan, ratusan, bahkan jutaan umat, hanya saja satu hal penting perlu saya sampaikan bahwa "teologia" saja tidak cukup untuk membentuk karakter dan hidup sesuai dengan kehendak Kristus, namun saya menghargai upaya beliau dalam segala pelayanannya, dan kiranya Tuhan Yesus memberkatinya.  |
on February 05 2007 08:14:33
Setelah membaca postingan di atas, [maafkan saya] saya jadi geli sendiri. Pasalnya, saya sperti melihat diri saya sendiri. Dulu saya sering kali sulit membedakan antara diskusi dan diri saya sendiri. Maksudnya, ketika saya berdiskusi tentang apa yg saya percayai, saya cenderung emosional dan defensif; sulit utk menerima masukan dari orang lain krn saya yakin bahwa orang2 "itu" sedang mengkritik apa "yang saya yakini benar". Dengan kata lain, kadang2 kita bersikap defensif krn diri kitalah yg seolah-olah diserang.
Oleh krn itu, saya pikir ada baiknya memisahkan antara suatu diskusi dan diri kita, alias ego kita. Kita perlu lebih rendah hati mau saling mendengarkan.
Saya sendiri juga pernah [sekitar 10 tahunan] berjemaat di gereja Pak Pariadji, dan juga hadir di KKR-nya Benny Hinn. Tapi, saya pikir apa yg Pak Mangapul tuliskan itu ada benarnya. Dan, apa yg dituliskan dalam postingan2 di sini pun ada benarnya. Jadi, mengapa sulit utk saling mendengarkan?
Saya tertarik dg kata2: ... "teologia" saja tidak cukup untuk membentuk karakter dan hidup sesuai dengan kehendak Kristus...".
Kalau saya tidak salah ingat, kata 'theo' itu sendiri merujuk kepada Tuhan. Dan, secara kasarnya saja, ketika seseorang bicara tentang Tuhan, sebenarnya dia sendiri sedang berteologi. Jadi, tampaknya Saudara Bolehapaaja sendiri juga sedang berteologi, bukan hanya Pak Mangapul.
Dengan begitu, alasan bahwa "teologi tidak cukup utk membentuk karakter dan hidup..." itu pada dirinya sendiri adalah pernyataan yg kontradiktif, krn yg sedang dibicarakan di sini adalah tentang Tuhan.
Lalu, kesan saya sendiri mengenai KKR Benny Hinn (keluarga saya memiliki posisi yg sama dg Saudara Bolehapaaja. kami 'boleh dibilang' cukup aktif di gereja karismatik). Tapi, ketika saya duduk di sana, beralaskan koran, di tengah2 lumpur, hingga tengah malam... perasaan saya sama dg Pak Mangapul. Saya sedih krn banyak orang datang ke sana dg harapan akan sembuh (dan harapan2 lainnya). Dan, tentu, hanya sebagian kecil yg mengalaminya. Krn Tuhan bekerja dg caraNYA, dan bukan cara kita.
Menurut saya, sah2 saja orang mengharapkan kesembuhan dari Tuhan, dan bisa saja DIA memberikan wewenang kepada Benny Hinn. Tapi, sikap orang banyak yg datang ke KKR itu sendiri sudah agak keliru. Krn mereka melihat Benny Hinn sebagai sosok yg dapat menjawab harapan2 mereka.
Dan, sayangnya, firman yg disampaikan tidak membuat orang sadar akan kekeliruan sikap mereka ini. Mereka tetap memandang Benny Hinn sebagai seorang penyembuh. Jadi, siapa yg salah di sini? Jemaatnya atau Benny Hinn-nya? Kitalah yg memutuskan utk diri kita sendiri...
Pada akhirnya, Benny Hinn dan setiap orang dari antara kita yang harus mempertanggungjawabkan iman kita di hadapan Tuhan. Apakah kita mengikut Tuhan hanya krn ingin sesuatu dari DIA? Sebaliknya, apakah kita mengikut Tuhan utk mempermuliakan DIA meski apa pun kondisi kita? Mungkin sudah saatnya kita memeriksa diri dan hati kita, motivasi apakah yg kita miliki dalam mengikut Tuhan.
Salam kasih dalam Kristus Yesus,
-anteeqa- |
on April 14 2007 06:06:59
Terima kasih lae Simon, atas kesediaannya menyebutkan nama.
paling tidak kita sudah saling kenal.
1. Klo Anda baca pendapat saya sebelumnya, saya TIDAK MEMBELA SIAPA-SIAPA DAN SAYA TIDAK MENDISKREDITKAN SIAPA-SIAPA, KARENA SAYA TIDAK KENAL SECARA PERSONAL BAIK BENNY HINN MAUPUN MANGAPUL SAGALA.
TAPI YANG PASTI I'LL DIE FOR JESUS CHRIST.
2. Saya terdaftar sebagai jemaat HKBP, tapi walaupun begitu saya aktif juga mengikuti ibadah gereja atau persekutuan lain.
Antara lain, waktu dijakarta HKBP + Jay Army (GL Ministry), waktu diambon GBI ROCK, skr di JAYAPURA HKBP + GBI ROCK.
3. Apakah simon mengenal KEBENARAN? Mengapa Simon memakai Kebenaran diri sendiri? Ingat Yohanes 14:6.
Regards,
Obed NababaN
Jesus Freaks |
on April 17 2007 23:26:43
lae kebenaran hanya ada dalam Tuhan
jadi kseimpulannya, saya ga bilang saya paling benar, tetapi yang menurut saya benar setelah membaca alkitab
lae belum tentu benar, benar kan???
coz setiap kebenaran itu akan diuji baik dalam kehidupan ini dan di saat kita berada di depan tahta Tuhan
setuju lae
yang paling sulit dalam hidup ini ada 2 lae
1. mati demi Kristus
2. yang paling sulit adalah hidup demi kristus
gitu lae, sekarang saya ajak ale untuk hidup demi kristus, selalu setia dalam Dia, dan ikuti teladan Dia
kita belajar sama-sama ya lae |
on April 20 2007 13:58:36
Dear Simon,
Tidak ada yang sulit dalam KRISTUS.
Apakah Bedanya Mati Ataupun Hidup demi Kristus,
bukankah yang mati, sebelumnya hidup demi Kristus.
Langkah lae sudah benar, dengan membaca Alkitab.
Tapi tidak berhenti sampai disitu, lae harus lanjutkan dengan berdiskusi dengan Tuhan.
Ada firman mengatakan, bahwa Kristus datang bukan membawa damai tetapi perpecahan. Kalau kita hanya membaca, maka kita akan menganggap bahwa Kristus bukanlah pembawa damai.
Seperti yang lae bilang, kita sama-sama belajar.
Kiranya Kristus akan membukakan Kebenaran-Kebenarannya & Pembenaran-Pembenarannya bagi lae Simon.
Regards,
Obed NababaN
Jesus Freaks, |
on April 27 2007 08:11:36
saya jelaskan ya lae
hidup demik kristus lebih berat kenapa??
coz setiap hari tingkah laku kita harus meneladani kristus 100%
itu susahnya hidup demi kristus
saat kita dianiaya, itu masih dalam konteks hidup demi kristus
jadi tuh susah banget bro
tapi kalo mati demi kristus, saat ajal di depan kita, kita berkata Bapa ke dalam tanganMu ku serahkan hidupku, itu baru mati demi kristus
coba lihat perbedaannya lae
lae mungkin berani berkata mati demi Kristus
tapi apakah lae benar-benar hidup demi Kristus
inggat hidup sepenuhnya demi Kristus
ROCK, Representatif OF Christ Kingdom
itu salah satu tugas kita hidup demi Kristus
lae, kebenaran-kebenaran dan pembenaran-pembenaranNYa jangan hanya dibukakan bagi aku aja lae, tapi bagi kau, aku, MS dan semua umat, Amin |
on April 28 2007 12:01:44
Dear Simon,
enak di kamu dong kalau cuma kamu saja yang dibukakan kebenaran & pembenaran Kristus.
Justru semua orang mengharapkan "setiap saat" dibukakan kebenaran & pembenaran Kristus dalam hidupnya.
Lae simon, kembali saya katakan TIDAK ADA YANG SULIT DALAM KRISTUS, TIDAK ADA YANG BERAT DALAM KRISTUS.
BAIK HIDUP MAUPUN MATI.
Sayang sekali, jikalau ada manusia yang merasa hidup demi Kristus itu berat.
Jikalau lae benar-benar memahami hidup demi Kristus, maka seharusnya tidak ada yang berat. Yang ada hanyalah SUKACITA demi SUKACITA.
Kembali saya cuma mau mengatakan, hidup demi Kristus tidaklah lebih baik dari mati demi Kristus, demikian juga sebaliknya.
Firman Tuhan mengatakan : Jika aku hidup, aku hidup bagi Kristus. Jika aku mati, aku mati bagi Kristus juga.
Regards,
Obed NababaN
Jesus Freaks, |
on May 07 2007 12:03:22
jika lae liat postingan lae yg sebelumnya, lae mengatakan
"Seperti yang lae bilang, kita sama-sama belajar.
Kiranya Kristus akan membukakan Kebenaran-Kebenarannya & Pembenaran-Pembenarannya bagi lae Simon."
so aku menjawab bahwa bukan hanya aku saja lae yg dibukakan kebenarannya, tp lae n semuanya
lae setuju kan
saya tantang lae hidup demi kristus selama hdup lae, inggat hidup demi kristus tuh yg seutuhnya ya 100%
segala pikiran, tingkah laku lae sesuai dengan kehendak kristus, murni. pikiran, perkataan, tingkah laku, dll
memang tidak ada yang berat dalam kristus, tapi apakah kita mudah mempertahankan hidup dalam kristus??
banyak ayat dalam alkitab yg mengatakan hidup kita itu seumpama pertandingan, perjuangan dan bertahan sampai akhir
saya berani bilang jika hidup kita semua seperti kristtus yang telah hidup. maka hampir semua atau mungkin semua orang di dunia adalah kristen
saya tanya ama lae dech, udah berapa orang yang bertobat terima Kristus karena hidup lae dalam Tuhan, kalo lum ada, or cuma 1,2,3,4,5,6 orang itu perlu dipertanyakan, apa benar dia tuh hidup dalam kristus seutuhnya 100%
coz Kristus melakukan pelayanan memberitakan injil haya 3,5 tahun, n membawa ribuan jiwa
lae hidup dalam kristus dah berapa tahun, n berapa jiwa yang didapatkan
sekali lagi hidup dalam kristus adalah perjuangan |
on July 14 2007 10:59:06
Buat sdr, ovacancy
Saya mau bicara dengan kamu apa maksud ada mengatakan Kristus datang bukan membawa damai? yang perlu saudara ketahui Kristus datang justru membawa damai yang sejati, Kristus tdk berdamai dengan dosa dan kesalahan . Dia berdamai dengan kebenaran yang hakiki. saya tidak membela yang salah.
saya mau bilang KKR Benny Hinn itu mungkin ada kormersilnya, soalnya saya dari palembang, katanya ada ticket untuk masuk pada acara KKR tersebut dan ada tingkatkan bayarannya. ada VIP Rp. 1 Juta, Kelas I Rp 500 ribu , Kelas II Rp. 250 ribu. yang saya sesalkan kenapa bisa ada tarif harga semacam itu. bukankah kalau memang untuk misi dan pekabaran injil tidak perlu ada tarif yang demikian. saya sudah tidak berkenan hadir pada acara KKR semacam itu, kalau di bilang kolekter sih ok ok aja. itu memang sesuai dengan firman, itu tanda pengucapan syukur, kalau begitu caranya berarti hanya ada uang yang boleh hadir, orng miskin gak boleh hadir.
Apakah seorang hamba Tuhan harus di bayar dengan sejumlah uang yang cukup baru mau hadir untuk KKR ?? saya kira tidak demikian. Mengenai kesembuhan Ilahi itu ok ok aja, kita boleh minta apa aja yang sifatnya untuk memuliakan namaNYa, bukan untuk pemuasan hawa nafsu kita. Tuhan Yesus adalah Allah yang maha tahu, Dia tahu apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan, Tuhan Yesus mau memberikan apa yang kita butuhkan, itupun menurut kehendaknya, Dia belum tentu memberikan apa yang kita inginkan. kalau anda mengerti tolong camkan kata2 saya ini, tolong jangan buat kabur kebenaran sejati dengan kebenaran yang tidak jelas. demikianlah saran saya , salomo, semoga Tuhan memberkati kamu Amin |
on July 14 2007 11:59:18
Disini saya mau menjelaskan nahwa iman dan perbuatan harus seimbang, iman tanpa perbuatan adalah nol, perbuatan tanpa iman adalah konyol. jadi iman itu harus di dukung dengan pengetahuan tentang Allah yang benar, jangan imani yang tdk benar atau kebenaran paksu
Disini saya ilustrasikan kita tahu bahwa mencuri itu dosa, tapi bagaimana kalau orang mencuri dengan alasan kebutuhan keluarga, apakah itu tdk dosa?? jadi dengan pengetahuan bahwa mencuri itu dosa, barulah kita sadar akibat yang akan timbul
contoh lain : bagaimana anda tahu 1 + 1 =2 kalau anda tidak sekolah, setidak tidak ada yang kasih tahu, jadi kesimpulan saya adalah sekolah merupakan fondasi awal untuk bertheologi, iman adalah perwujudan dari theologi.
tapi jangan samakan dengan ajaran bidat, kalau ajaran bidat itu ada unsur kesengajaan untuk diserongkan untuk mencari keuntungan pribadi atau kelompok.
MS: Ada kelompok yang menjadi bidat secara disengaja, tapi ada juga orang yang tersesat di dalam ketulusannya. Bisa juga menjadi bidat. Apa pun penyebabnya, bidat tetaplah bidat. Perlu kerja sama dan kerja keras untuk memeranginya, sebagaimana dilakukan oleh para rasul dan bapak2 Gereja. Hal itu juga yang mau kita lakukan.
Saya meminta agar semua yang masuk dan mau menanggapi artikel, agar menggunakan namanya, tidak dengan nama, seperti 208 ini.
Salam kebenaran dan keterbukaan. MS |
on November 27 2007 06:51:04
Menurut catatan yahoo, hari ini yang masuk membaca artikel yang peka ini, sudah 3380. Merupakan jumlah yang cukup berarti.
Semoga pembaca sekalian mendapat berkat dan menjadi berkat bagi orang lain yang memerlukan. Salam. MS |
on December 01 2008 12:42:55
Syukur, menurut catatan yahoo, sampai saat ini sudah ada 5514 entry. Sungguh merupakan jumlah yang tidak sedikit. Semoga jemaat mendapat berkat dari artikel ini dan membagikannya kepada anggota jemaat lainnya.
Setelah mengamati ibadah yang dilayani oleh Pengkhotbah Benny Hinn melalui saluran televisi TBN, saya semakin bertanya-tanya akan isi khotbah yang dibawakan oleh BH. Pusat khotbahnya bukanlah Yesus Kristus yang tersalib, sebagaimana ditegaskan oleh Alkitab. Sebaliknya, kelihatannya, BH masuk dalam salah satu kategori yang dikritik oleh Firman Allah. Mari kita simak penegasan Alkitab berikut: "Orang-orang Yahudi menghendaki tanda (maksudnya mujizat), orang-orang Yunani mencari hikmat, tetapi KAMI MEMBERITAKAN KRISTUS YANG DISALIBKAN" (1Kor.1:23-24a).
Dalam satu siaran khusus tentang pelayanan BH, lebih dari satu jam saya mendengar khotbahnya. Fokus khotbahnya hanya janji2 bagaimana pendengar akan dipulihkan kesehatannya, dipulihkan pekerjaannya dan sejenisnya yang berpusat kepada manusia. Memang ini adalah ciri-ciri pengkhotbah yang menganut TEOLOGI SUKSES atau TEOLOGI KEMAKMURAN. Khotbah yang penuh dengan janji2 itu cukup sering diselingi dengan kalimat: "Karena itu, telp terus ke nomor berikut (yaitu nomor yang tertera di layar TV). Sebutlah pokok doa saudara. Saya akan mendoakanmu secara khusus". Sambil mengutip ayat2 Alkitab, BH selanjutnya mendorong jemaat untuk memberi donasi..."
Semoga seperti seruan Alkitab tsb di atas, Benny Hinn memberitakan Firman yang berpusat kepada Yesus, yaitu Yesus yang tersalib, mati dan bangkit untuk keselamatan seluruh umat berdosa, tanpa kecuali. Jadi, bukan berpusat kepada Yesus pembuat mujizat, walaupun Yesus sendiri sanggup melakukan itu.
Semoga hamba-hamba Tuhan di Indonesia tidak terbawa kepada gaya atau metode berkhotbah dengan memberikan janji-janji atau pengharapan palsu kepada umat. Misalnya, "Datanglah kepada ibadah kami, yang sakit akan disembuhkan, yang belum mendapat pekerjaan akan segera mendapatkannya...". Saya menyerukan agar jemaat dididik datang beribadah karena memang mau memuji dan menyembah Tuhan (berpusat kepada Tuhan), bukan karena berpusat kepada diri sendiri. Demikian juga, kiranya jemaat terus dididik untuk bertumbuh dalam firman Tuhan. Karena itu, mereka didorong, terutama untuk mendengar firman Tuhan. Dengan demikian, jemaat datang beribadah dengan motivasi yang benar. Semoga semua metode, cara, motivasi yang tidak benar dalam ibadah dapat terus dikikis dan dibersihkan. Soli Deo gloria.- |
on May 30 2009 19:43:32
Hari ini yahoo mencatat 6267 entry. Semoga Bapak/Ibu/Sdr semua dapat menyebarkan apa yang diperoleh di situs ini kepada orang lain. |
|  |  |  |  |
 | Post Comment |  |
 |
Please Login to Post a Comment.
|  |  |  |  |
 | Ratings |  |
|
 | Login |  |
 |
Not a member yet? Click here to register.
Forgotten your password? Request a new one here.
|  |  |  |  |
 | Shoutbox |  |
 |
You must login to post a message.
|  |  |  |  |
 | Brosur Fellowship Day Alumni II |  |
 | Cari |  |
 | Buku |  |
 |
 BARU: FIRMAN MENJADI DAGING, Harga Rp 30.000, Dapat dipesan di literatur Perkantas Jakarta. Telp. (021) 3442463-64

Injil dan Adat Batak
Bagaimanakah sikap kita melihat adat Batak sebagai produk budaya leluhur? Bagaimana pandangan Injil Kristus terhadap adat? Apakah Adat Batak bertentangan dengan Injil?
Buku ini akan membantu untuk menjawab pertanyaan tersebut dan pertanyaan-pertanyaan lainnya dengan baik, sehingga orang Batak dapat mengambil sikap benar terhadap adat istiadat sebagai produk budaya leluhur. (Junjungan Sipahutar, SH. Ketua Yayasan Binadunia, tinggal di Jakarta)
Warga Batak Kristen perlu memperoleh keyakinan bahwa kehidupan mereka adalah kehidupan yang maradat dalam iman Kristiani. Buku kecil ini menyidik masalah itu dengan intensitas Injil yang amat mendalam dan sangat komprehensif. Kita sambut dengan rasa syukur buku kecil dengan manfaat besar ini, sambil mengucapkan SELAMAT dan SUKSES kepada Pdt. Ir. Mangapul Sagala, D.Th. Tuhan Yesus memberkati. Amen. (Drs. Duaman Panjaitan. Pemimpin Harian Batak Pos, dan tokoh adat Batak, tinggal di Jakarta).
Detil dan pemesanan klik disini

Ada orang yang berani meramalkan waktu kedatangan Kristus, tetapi ada juga yang meragukan kedatangan-Nya. Alkitab mengatakan, peristiwa kedatangan Kristus pasti terjadi, yang tidak pasti adalah waktunya. Buku ini menolong Anda memahami dengan jelas doktrin Alkitabiah mengenai kedatangan Kristus kembali ke dunia.
Detil dan pemesanan klik disini

Keputusan memilih teman hidup merupakan keputusan kedua terpenting setelah memutuskan mengikut Kristus. Prosesnya tidak gampang dan tidak boleh digampangkan. Buku ini memaparkan enam langkah penting sebelum memasuki tahap berpacaran, petunjuk menjalani masa berpacaran hingga memahami makna pernikahan Kristen.
Detil dan pemesanan klik disini

Puji-pujian menempati posisi sangat penting dalam kehidupan dan ibadah orang Kristen. Permasalahannya adalah tidak semua orang memiliki konsep dan pengertian yang benar tentang puji-pujian. Buku ini memberi petunjuk praktis bagi mereka yang rindu memuji Tuhan dengan baik, khususnya bagi para pemimpin pujian, agar dapat meningkatkan kreatifitasnya.
Detil dan pemesanan klik disini
|  |  |  |  |
 | |  |
 | Link |  |
|