Mangapul Sagala Ministry - Setia Melayani Tuhan Hingga Akhir
MENU UTAMA

Forum Diskusi
Foto Album
Buku Tamu
ARTIKEL INDONESIA

Da Vinci Code [banyak dibaca]

Siapakah Maria Magdalena? [banyak dibaca]

Minyak Urapan [banyak dibaca]


Syukur untuk AnugerahNya - 10 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 9 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 8 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 7 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 6 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 5 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 4 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 3 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 2 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 1 [baru]

Teologia Liberal [baru]

Dasar Yang Kokoh

Mendidik Anak Utuh, Menuai Keluarga Tangguh

Injil Yudas

Hari Pentakosta

Ibadah oleh Benny Hin

Ibadah Penyembuhan ?

Kenaikan Yesus Kristus


Awasilah Dirimu dan Awasilah Ajaranmu

Kristus Bangkit!, Soraklah !

Ekklesiologi (Doktrin Gereja)

Pemborosan Yang Dipuji

Siapakah Yesus Kristus ?

Yesus Sejarah

Yesus Menurut Para Ahli

Gereja dan "Para-Church"

Hubungan PMK dengan Gereja

Alumni yang Sehat dan Melayani

Bagaimana Kristen Berpacaran

Makna Mujizat Dalam Injil Yohanes

Memahami Makna Hidup

Mengetahui Kehendak Allah

Kehidupan Bernegara

FirmanNya Bergema Kembali

Seminar buku Purpose Driven Life (PDL): Penyembahan (Worship)

Kamp Nasional Alumni Perkantas 2005: Sharing Your Faith in the Pluralist Society

Pemimpin Yang Ditolak Allah

Pentingnya KTB

Mengapa Merayakan Natal ?

First Love (Kasih Mula-mula)

Virgin Birth

Yesus dan Pernyataan-pernyataanNya

ELOHIM atau YHWH?

ARTIKEL SERI

Allah Tritunggal

Bidat (Ajaran Sesat)

Otoritas Alkitab

Banyak Jalan Keselamatan

Pengantar Kristologi

Jangan Lupa Getsemani !

Akhir Zaman

Pemimpin Pujian

Eksposisi - Surat Kepada Ketujuh Jemaat di Asia [baru]

Yesus dan Kesaksian Pada DiriNya [baru]

TANYA JAWAB

Tanggapan atas Buku dan email Ioanes Rakhmat[baru]

Surat Penggembalaan Sinode GKI [baru]

Tanggapan 1. Menyikapi Artilkel Ioanes Rakhmat, Kompas 5 Apr [baru]

Tanggapan 2. Menyikapi Artilkel Ioanes Rakhmat, (Usul Seminar) [baru]

Makam Keluarga Yesus, Penemuan Ilmiah ? [baru]

KKR Benny Hinn

Pengakuan Iman Bahasa Batak
CATATAN-CATATAN

Ringkasan seminar oleh Prof. Peter Stuhlmacher (Univ. Tubingen)

Ringkasan Percakapan dengan Prof Peter Stuhlmacher di Fitzwilliam College, Univ. Cambridge.

Wawacancara dengan Prof. Peter Stuhlmacher, dari Univ. Tübingen, Jerman

Ringkasan sambutan dan kesaksian pak Freddy Numberi di KBRI Roma.

ENGLISH

Trinity Theological College (TTC) Chapel: Reflection on Gen.41: 25-57; 1Cor.4: 16.

East Asia Regional Conference: Student Engagement in the Society

A Cry From Christian Students in Indonesia

The significance of the term “Sign” in the Gospel of John

A Life Reflection From Indonesian Ambassador For Italy, General (Ret) Freddy Numberi

Eunice's article: “Finding the Right Answer"

Eunice's article: Counting – Sharing at vesper on 28.3.05

Eunice's article: Salvation from Israel to Israel

Rev. Dr. Gordong Wong: When God Seems like the Enemy

DR. ROBERT SOLOMON

Questions For Life’s Quest

The Shadow and the Reality

KLIPING

Mengapa Ada Penderitaan ? [Sinar Harapan] [baru]

Kasus Setia, Ujian Toleransi [Sinar Harapan] [baru]

Neraka [Sinar Harapan] [baru]

Dosa Para Penguasa [Sinar Harapan]
Membongkar Injil [Sinar Harapan]

Predestinasi [Sinar Harapan]

Sorga, Impian atau Kenyataan ? [Sinar Harapan]

Providentia [Sinar Harapan]

Neo Orthodoxy [Sinar Harapan]

Quo Vadis PGI ? [Sinar Harapan]

Holyland Tour [Sinar Harapan]

Quo Vadis Sekolah Kristen ? [Sinar Harapan]

Bagaimana Berteologi ? [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (2) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (3) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (4) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (5) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (penutup) [Sinar Harapan]

Pendidikan Tanpa Moralitas [Sinar Harapan]

Mengerti Kehendak Tuhan [Sinar Harapan]

Poligami, Mengapa Tidak ? [Sinar Harapan]

Doa Yang Benar ? [Sinar Harapan]

Tidak Terombang-Ambing [Sinar Harapan]

Iman dan Kedaulatan Allah [Sinar Harapan]

Berpuasa Yang Dikehendaki Allah [Sinar Harapan]

Pindah Agama [Sinar Harapan]

Beriman kepada Yesus [Sinar Harapan]

Kristus yang Terutama [Sinar Harapan]

Rahasia Hidup Bahagia [Sinar Harapan]

Memohon "Pasu-pasu" pada "Pesta Bona Taon" [Suara Pembaruan]

Adat Batak Bertentangan Dengan Injil ? [Bahana]

ARTIKEL PENULIS TAMU

Korban Mode Nih Ye...

Peka Budaya

Keteladanan

KUMPULAN LAGU

Mars PO Universitas Indonesia

Siapakah Diri Hamba

Ku Utus Kau untuk Membangun

Aku Ikut Yesus


Daftar Lagu Ciptaan Mangapul Sagala

Ibadah Penyembuhan ?
IBADAH PENYEMBUHAN ?
(www.mangapulsagala.com)


Entah karena sedang kebingungan, seseorang bertanya: “Sebenarnya, masih ada nggak sih yang namanya penyembuhan dengan mukjizat? Jangan-jangan semua itu adalah rekayasa orang-orang tertentu”.

Untuk itu, saya akan menjawab dengan tegas: “masih ada”. Saya menyaksikan hal itu terjadi kepada orang tertentu. Selain itu, mohon izin menyampaikan fakta berikut ini. Ketika salah seorang bere saya (ponakan) mengalami penyakit yang sangat menakutkan, yang membuat ibunya terus menerus menangis dalam perjalanan ke RS, seorang hamba Tuhan berdoa dan berseru kepada Tuhan. Syukur, seketika itu juga terjadi mukjizat. Itu sebabnya, ketika tiba di RS St Carolus untuk memastikan kondisi anak itu, maka si ibu merasa sangat lega ketika dokter mengatakan tidak ada apa-apa.

Bagi kita anak-anak Tuhan, tentu saja hal itu bukan sesuatu yang mengherankan. Jika kita membaca Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, kita dapat melihat bahwa Allah dapat melakukan penyembuhan secara langsung, tanpa melalui pelayanan medis, baik melalui hamba-hambaNya (nabi ataupun rasul), juga secara langsung oleh Tuhan Yesus. Jadi, kita tidak perlu ragu akan adanya penyembuhan melalui mukjizat.

Jika demikian, apakah itu berarti bahwa setiap ada orang sakit, kita berdoa saja, atau bawa kepada hamba Tuhan untuk didoakan dan memohon mukjizat? Buat apa kita repot-repot jika Allah kita sanggup menyembuhkan? Dan lagi, bukankah Dia telah berjanji akan memberikan apa saja kepada mereka yang meminta dengan iman? Apakah seseorang yang pergi kepada dokter atau ke RS untuk penyembuhan, berarti mencerminkan kurang beriman? Tentu saja tidak demikian. Karena Tuhan Yesus dengan jelas mengatakan bahwa orang sakit memerlukan tabib (Mark.2:17; Mat.9:12; Luk.5:31). Artinya, kita harus bersyukur bahwa Dia telah mengaruniakan kepada anak-anakNya karunia sebagai dokter untuk mengobati mereka yang sakit. Dengan perkataan lain, kita seharusnya melihat bahwa dokter merupakan perpanjangan tangan Tuhan untuk menjamah dan menyembuhkan orang-orang sakit. Tentu, kita tidak boleh mengandalkan dokter, kita tetap mengandalkan Tuhan dalam tindakan tersebut. Itulah sebabnya, setiap anak-anak Tuhan yang berprofesi sebagai dokter, mereka bersyukur kepada Tuhan atas setiap keberhasilan pengobatan yang mereka lakukan. Setelah bapa mertua saya selesai dan dengan sukses dalam operasi besar, yaitu by pass jantung, maka saya mengatakan terimakasih kepada dokter tsb. Dengan cepat dokter itu mengatakan: “Jangan berterimakasih kepada saya, berterimakasihlah kepada Allah”. Benar, Dialah sumber kesehatan, sumber ilmu kedokteran, dan juga satu-satunya yang berkuasa memberi kesembuhan”.

Namun demikian, dalam kondisi-kondisi tertentu, memang Allah mau mengintervensi langsung orang sakit tersebut melalui adanya mukjizat. Itu telah menjadi pengalaman banyak anak-anak Tuhan di berbagai tempat.

Lalu bagaimana dengan karunia penyembuhan yang ditegaskan oleh Alkitab? (1Kor.12:9). Hal itu ada di Perjanjian Lama, juga ada di Perjanjian Baru, yang kita kita yakini juga masih ada sampai sekarang (1.Kor.12:9). Jika kita bicara soal penyembuhan sebagai karunia (gift), maka kita harus bersikap hati-hati dan benar terhadap karunia itu.

Artinya, itu adalah sebuah pemberian, yang akan dimiliki oleh sipenerima ketika diberikan, tapi ketika tidak diberikan, hal itu tidak akan dimilikinya. Lebih tegasnya, tidak ada jaminan bahwa seseorang itu pasti dapat menyembuhkan seseorang, SEKALIPUN DIA TELAH MEMILIKI KARUNIA PENYEMBUHAN ITU. Di dalam buku saya yang berjudul ROH KUDUS DAN KARUNIA-KARUNIA ROH saya mengutip pandangan theolog D.L. Baker, (yang pernah mengajar di STT Jakarta dan sekarang sebagai deputy warden di Tyndale House, Cambridge). Beliau menegaskan bahwa rasul Paulus sendiri, yang jelas memiliki karunia menyembuhkan (Kis.19:11-12), namun demikian, dia sendiri mengalami penyakit yang disebutnya “duri dalam daging” (2Kor.12:7-9).

Sehubungan dengan ini, saya menyetujui apa yang pernah dituliskan oleh Pdt David Cho Yonggi dari Yudo Church Seoul Korea, sebuah Gereja yang sangat besar, atau barangkali terbesar di seluruh Korea. Dalam satu bulletin, beliau mengisahkan bahwa beliau pernah kecewa kepada Tuhan karena memerintahkan orang lumpuh untuk segera berjalan dan orang buta segera melihat. Namun hasilnya, tidak bisa. Mukjizat tidak ada. Melihat itu, dia merasa dipermalukan Tuhan. Kemudian, David Cho Yonggi mengisahkan: “Saya kembali ke hotel dengan sangat sedih dan juga bercampur perasaan marah. Dalam doa, saya berkata: ‘Tuhan, Engkau telah mempermalukan saya’.” Selanjutnya, dalam pergumulan itu, David Cho menjelaskan bahwa dia kemudian menyadari kesalahannya bahwa bukan Tuhan yang telah mempermalukan Davi Cho, tapi sebaliknya, David lah yang telah mempermalukan Tuhan. Mengapa? Menurut pengakuannya, dia salah dalam menggunakan karunia itu, di mana tidak selamanya karunia penyembuhan dapat dipraktekkan. Itu hanya terjadi jika BENAR-BENAR ALLAH MEMERINTAHKAN.

Lalu bagaimana dengan IBADAH PENYEMBUHAN yang kelihatannya mulai marak di Indonesia? (Di luar negeri, hal itu sudah biasa dilakukan, bahkan menurut seorang teman, mereka bosan dengan berbagai rekayasa, penipuan yang dilakukan oleh pengkhotbah-pengkhotbah tertentu). Lalu bagaimana dengan IBADAH PENYEMBUHAN YANG DILAKUKAN OLEH BENNY HINN?

Untuk menjawab pertanyaan ini, perkenankan saya untuk mengatakan pergumulan saya selama puluhan tahun. Pada tahun 1989, saya telah mendengar sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan saya. Hal itu diberikan pada sebuah public lecture (kuliah umum) di chapel Trinity Theological College, Singapura. Pernyataan yang membuat saya bergumul tersebut keluar dari mulut seorang ahli Perjanjian Baru kenamaan di dunia. Beliau mengatakan begini: “Perhatikanlah dan simaklah baik-baik Alkitab anda. Bacalah khususnya Perjanjian Baru. Di sana TIDAK ADA PELAYANAN KESEMBUKAN. JESUS NEVER PERFORMS THE HEALING MINISTRY”. Wah, tentu saja saya kaget, juga tidak setuju dengan pernyataan itu; karena menurut saya, Tuhan Yesus pernah menyembuhkan orang-orang sakit (Contoh, Mark.1:34).

Namun seiring dengan berjalannya waktu, khususnya setelah saya mendalami Perjanjian Baru, maka saya semakin diyakinkan oleh pernyataan itu. Saya memang tidak pernah menemukan di seluruh Perjanjian Baru, satu kalipun, Tuhan Yesus mengadakan IBADAH PENYEMBUHAN. Demikian juga, hal itu tidak pernah dilakukan oleh rasul-rasul. Apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus? Dia datang ke berbagai desa dan kota untuk satu hal: UNTUK MEMBERITAKAN INJIL.

Menarik sekali mengamati hal ini, setelah ada orang-orang yang MEMBAWA orang sakit kepada Yesus (JADI BUKAN IBADAH PENYEMBUHAN) dan menyembuhkan mereka (Mark.1:34), kita dapat membaca penegasan YESUS berikut: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga AKU MEMBERITAKAN INJIL, karena UNTUK ITULAH AKU TELAH DATANG” (Mark.1:38). Mari kita perhatikan, kalimat di atas muncul ketika semakin banyak orang yang mencari Yesus, yang barangkali adalah karena ingin disembuhkan juga. “Semua orang mencari Engkau”, demikian kata rasul Petrus kepada Yesus, dan diresponi dengan kalimat di atas. Dengan perkataan lain, setelah kisah penyembuhan yang sukses pada Mark. 1:34 –yang nota bene bukan karena Yesus mengundang mereka untuk ibadah penyembuhan, tapi mereka sendiri yang datang- Penginjil Markus menegaskan FOKUS TUHAN YESUS: MEMBERITAKAN INJIL, BUKAN UNTUK MELANJUTKAN KISAH SUKSES PENYEMBUHAN ORANG SAKIT”.

Kembali kepada Benny Hinn, ketika saya membaca berita Benny Hinn datang ke Jakarta, dan pada acara talk show di Radio Pelita Kasih diberitakan tentang penyembuhan itu, maka saya memutuskan untuk datang. Sebagaimana kita tahu, iklan atau jingle berbagai media cetak dan elektronik sangat menekankan tentang penyembuhan. Saya ingin menyaksikan sendiri apa sebenarnya yang terjadi, siapa sebenarnya Benny Hinn, sejauh mana Benny Hinn setia memberitakan Injil Tuhan, sejauh mana penyembuhan dapat terjadi? Saya bersyukur dapat tiba di area ibadah tersebut, jauh sebelum Benny Hinn diberikan kesempatan untuk berkhotbah. Karena itu, saya dapat mendengar dan menyaksikannya dengan telinga dan mata saya sendiri.

Secara jujur saya mengatakan betapa sukacitanya hati saya memuji nama Tuhan, menyatu dengan ratusan ribu manusia di sekitar pantai Karnaval Ancol. Saya juga bersyukur dan menikmati suasana ketika Benny Hinn maju ke mimbar dengan menyanyikan lagu-lagu yang bersifat penyembahan. Saya juga sangat bersyukur ketika paduan suara menyanyikan lagu-lagu indah, dan bersama dengan seorang solist, temannya Benny Hinn (John Stott?) mereka menyanyikan: “Because He lives I can face tomorrow). Saya juga bersyukur ketika mendengar lagu “The Holy City” oleh solist tersebut. Lagu itu memang megah. Sementara menyanyikan refrennya, Jerusalem, Jerusalem... sepertinya sedikit mencicipi suasana Jerusalem yang baru, sorga yang akan datang.

Lalu, di mana masalahnya?

Bagi saya, di sinilah masalahnya. Setelah lebih dari satu jam mike diserahkan kepada Benny Hinn, beliau tidak kunjung memberitakan firman Tuhan. Sebaliknya, beliau seolah-olah mengulur ulur waktu untuk memanggil orang-orang tertentu maju ke mimbar untuk berbicara, termasuk gubernur Setyoso. Dalam hati saya bertanya: “Bukankah kesempatan malam itu adalah kesempatan emas untuk memberitakan kabar baik kepada lautan manusia tersebut?”

Menurut saya, tidak ada penggalian Firman Tuhan yang cukup berarti untuk dijadikan pegangan pada malam itu. Setelah lebih dari satu jam, beliau hanya mengutip ayat-ayat Firman Tuhan dari memorynya (dihafal), berpindah dari satu teks ke teks lain yang isinya semua bicara soal penyembuhan. Di tengah tengah kutipan teks tsb, dia mengucapkan kalimat-kalimat dengan yakin, yang menjanjikan penyembuhan. Tentu saja, saya segera melihat orang-orang sakit di sekitar saya. Hasilnya, tidak ada. Mereka tetap tergeletak, lemah dan tidak berdaya.

Kelihatannya, kritikan banyak orang di berbagai media, jurnal, situs, dll bahwa Benny Hinn tidak memiliki pengajaran yang benar, memang ada benarnya. Saya memang tidak/belum menuduh Benny Hinn sebagai bidat (sebuah sekte sesat). Tapi dari khotbahnya saya mengamati bahwa memang Benny Hinn tidak memiliki theologia yang baik. Hal itu terlihat dari ayat-ayat yang dikutip, comot sana comot sini, tanpa memberi penggalian yang memadai pada satu ayat pun. Yang menyedihkan lagi, ada satu pernyataannya yang jelas salah, yaitu ketika dia mengatakan bahwa PENGAMPUNAN DAN PENYEMBUHAN ADALAH BERKAT KEMBAR DARI INJIL. Allah tidak hanya mengampuni, tapi juga menyembuhkan. Jadi, perhatikan, Benny Hinn tidak cukup menegaskan janji pengampunan, tapi justru penekanannya pada penyembuhan. Dalam hati saya bertanya, apakah Benny Hinn tidak sanggup (cukup) mengkhotbahkan pengampunan Allah tanpa menyebut dan memberi pengharapan pada pendengarnya tentang penyembuhan? Dalam kenyataannya, dalam perjalanan pulang, saya mengamati barisan kereta dorong dengan orang-orang sakit yang kondisi parah. Saya menduga, orang-orang sakit itu bukan saja tidak sembuh, tapi akan semakin parah mengingat ibadah yang sedemikian lama, hingga sampai jam 23.00 malam dan diadakan di tempat terbuka di tepi pantai!

Bagaimana meresponi fakta ketidaksembuhan tersebut? Salah besar jika ada yang mengatakan bahwa itu terjadi karena mereka tidak beriman. Untuk apa mereka datang bersusah payah, jauh-jauh, berlomba dengan kerumunan massa ke lokasi tsb jika mereka tidak memiliki iman dan pengharapan untuk sembuh?

Barangkali banyak jawaban yang pro dan kontra dapat diberikan akan fakta ketidaksembuhan tersebut. Salah satu jawaban yang pasti adalah KARENA ALLAH MEMANG TIDAK BERKENAN MENYEMBUHKAN. Karena itu, ALLAH YANG BERDAULAT PENUH, TIDAK DAPAT DAN TIDAK BISA DIPAKSA ATAU DIBUJUK OLEH SIAPAPUN UNTUK MENYEMBUHKAN SESEORANG. Kita melihat di dalam Alkitab, semua kisah penyembuhan, terjadi SEPENUHNYA ATAS KEHENDAK DAN KEMAUAN ALLAH YANG BEBAS DAN SUCI.

Karena itu, Benny Hinn (juga David Cho Yonggi sebagaimana saya sebut di atas) tidak dapat memaksa dan membujuk Allah. Karena itu, sekalipun Benny Hinn berulang-ulang mengutip teks di mana Yesus menyembuhkan orang-orang, dan dilanjutkan oleh Benny Hinn dengan pernyataan, “Yesus juga akan menyembuhkanmu secara total, secara penuh, saat ini juga”, maka hal itu tidak membuat Allah/Yesus untuk tergerak, jika memang Dia tidak menghendaki hal itu terjadi.

Barangkali mereka yang membawa orang-orang sakit akan bertanya: “Jika demikian halnya, mengapa panitia mempropagandakan PENYEMBUHAN dan MEMBERIKAN PENGHARAPAN SEOLAH-OLAH MEREKA AKAN SEMBUH?” Jika demikian halnya, sama saja dengan ibadah biasa, yang rutin diikuti di Gereja-gereja, di mana Pendeta juga berdoa untuk banyak hal, termasuk untuk penyembuhan. Barangkali juga ada yang Tuhan jawab, sehingga mereka langsung sembuh di rumah atau di rumah sakit.

Memang di situlah kesalahan Benny Hinn dan panitia pelaksana. Sebagaimana saya sebutkan di atas, Tuhan Yesus tidak pernah melakukan IBADAH PENYEMBUHAN, rasul-rasul juga tidak. MENGAPA BENNY HINN MELAKUKANNYA?

Entahlah. Dia sendiri yang tahu jawabannya secara pasti.

Di sebuah milis ada yang menulis, “Jika tidak ada iklan atau propaganda seperti itu, apakah lautan manusia masih mau datang bersusah-susah ke pantai Karnaval, Ancol? Bukankah dengan cara yang demikian, Benny Hinn dan panitia telah berhasil mengumpulkan massa?”.

Saya kira, pernyataan di atas ada benarnya. Secara jujur saya harus mengakui bahwa dari segi marketing, panitia dan Benny Hinn telah meraih sukses besar. Tapi pergumulan saya yang hingga saat ini terus menggelisahkan hati saya adalah bagaimana dari segi KEMURNIAN INJIL? Bagaimana dari segi KESETIAAN MEMBERITAKAN INJIL YANG TERSALIB? Bagaimana dari segi PEMBINAAN UMAT? Apakah umat dididik untuk menghargai Firman Tuhan di atas segalanya? Untuk itu, kita semua dapat menjawabnya.

Saya ingin mengakhiri artikel ini dengan pergumulan rasul Paulus di zamannya. Ketika itu ada dua kelompok ekstrim, yaitu kelompok Yunani yang sangat menekankan filsafat dan hikmat manusia; di pihak lain adalah kelompok orang-orang Yahudi yang menuntut mukjizat. Dalam tekanan seperti itu, mari kita perhatian seruan rasul Paulus berikut:

‘Orang-orang Yahudi menghendaki TANDA (MUKJIZAT) dan orang-orang Yunani mencari hikmat (baca: the secret knowledge, ilmu pengetahuan yang bersifat rahasia), tetapi KAMI MEMBERITAKAN KRISTUS YANG DISALIBKAN” (1 Kor.1: 22-23).

Kiranya Dia, Allah yang kita puji dan sembah memberkati artikel ini dan menolong jemaat yang sedang bergumul (atau malah kecewa?) tentang IBADAH-IBADAH PENYEMBUHAN, termasuk yang dilakukan hari Jumat-Minggu yang lalu di Ancol.

Salam kasih,
Pdt. Mangapul Sagala

Posted by admin on March 28 2006 11:14:1912 Comments · 7224 Reads - Print
Comments
Sony Danang Caksono Soedadi on April 07 2006 00:10:58
Saya juga sedang prihatin dengan maraknya ibadah penyembuhan akhir-akhir ini. Hanya seperti Bang Mangapul saya juga tidak berani menghakimi mereka Gereja yang salah dan mencap sesat. Saya takut kalau ternyata TUHAN YESUS sedang bekerja melalui hal ini maka saya yang salah dan malah jadi batu sandungan untuk pekerjaan TUHAN. Saya coba tetapkan di hati saya bahwa penghakiman adalah wewenang dari TUHAN YESUS dan bukan saya.

Saya juga tidak bisa memungkiri bahwa kebaktian disertai penyembuhan atau mukjizat sat ini sudah sedemikian TOP nya saat ini dan menjadi Oase bagi banyak teman yang sedang merasakan penat, susah, beratya beban hidup dan keringnya dunia dan mereka disegarkan imannya bahwa ALLAH yang mereka sembah dan kenal dalam YESUS adalah benar, hidup dan bekuasa serta dekat dan mengasihi mereka dan itu nyata melalui peristiwa mukjizat itu. Kabaktian gereja seperti ini selalu penuh dan kalau ada baptisan maka dipastikan pesertanya banyak (ribuan) dan bahkan lebih besar dari seluruh anggota gereja saya (termasuk anak-anak).

Saya pernah menilai kalau gereja kayak begini adalah pembajak jemaat dari gerja lain. Walau itu terjadi tapi yang Kristen baru juga tidak kalah banyaknya. saya pernah ketemu satu pedagang pasar langganan saya yang kalau ditanya agama tidak mau bilang sekarang di tokonya memasang lagu rohani dan selalu bersaksi ke semua pelanggannya tanpa takut pelanggannya meninggalkan dia. Saya tanya kenapa dia berubah dan dia bilang dia mengalami jamahan TUHAN melalui gereja X ( yang bisa saya kelompokkan sebagai gereja yang menjual penyembuhan ).

So saran saya daripada saling menghakimi ada baiknya kita saling mendukung dan makin giat dalam pelayanan dan pekerjaan Tuhan. Saya yakin jemaat yang saat ini suka susu (maunya mukjizat) juga akan bertumbuh dan mencari makanan yang lebih keras dan sehat (ajaran Pak Thong , Bang Mangapul dll yang sehat hanya saya yakin susah dimengerti sama jemaat baru).

Saya yakin gereja yang menjual kesembuhah ini diijinkan TUHAN untuk menjadi penabur dan teman-teman Pendeta seperti Kak Mangapul, Pak Thong akan bertugas sebagai pembina sampai si jemaat siap dipanen sama TUHAN YESUS. Kalaupun ada kesesatan atau maksud buruk dari si Pendetanya tetap jemaat dan gerejenya tidak salah dan TUHAN bisa pakai dan sucikan pelayanan Pendeta itu. Hanya seperti janji TUHAN bukan yang giat melayani TUHAN yang masuk surga tapi yang mengasihi DIA. Jadi biar aja waktu yang menjawab apakah nanti kita ketemu si Pendeta yang top itu di surga atau tidak. Jangan lah kita menjadi gantinya TUHAN dan menghakimi mereka sekarang ini.

Pasti indah sekali kalau jemaat bisa hidup berdampingan siapapun dia dan keberadaannya (mau jemaat yang pintar atau IQ nya pas-pasan, mau yang kaya atau miskin dll) , denominasi gereja hilang, tidak ada lagi saling menghakimi dan hilangnya perbedaan lainnya. Bukankah ini inti dari pengakuan iman rasuli kita yaitu Gereja yang Am atau Satu.

Note : Saya sendiri pernah mengalami mukjizat ketika Reinhard Bonke ke Indonesia dan saya juga curiga sama dia punya pelayanan (menurut saya mirip dengan BH). Hanya karena banyak orang yang sakit datang maka walau bukan panitia saya dan istri memutuskan untuk ikutan mendukung RH dengan berdoa untuk yang butuh kesembuhan itu. Setelah banyak jemaat pulang maka saya dan istri sepakat berdoa untuk minta anak suatu yang menurut dokter mustahil karena istri saya punya Endrometriosis dan sudah dioprasi 2 kali dan karena terus tumbuh harus diambil lagi. Tapi saat itu TUHAN YESUS nyatakan DIA hidup dan berkuasa sehingga saat ini saya sudah punya seorang putri setelah 7 tahun menikah.
smiley TERPUJILAH TUHAN YESUS KITA YANG HIDUP dan BERKUASA serta yang paling penting DIA MENGASIHI SAYA
134 on April 06 2007 23:47:04
horas dech bwt obed nababan
kalo kesembuhan bukan muzizat terpenting, boleh menjadi pendapat lae
tp tidak untuk pendapat umum
belum tentu kalian semua masuk kristen jika tidak ada kesembuhan
coba jika Tuhan Yesus tidak melakukan kesembuhan dan muzizat
cobalah lae pikirkan
paulus betobat gak??
murid2x kristus banyak yg bertobat karena muzizat dan kesembuhan
yang terpenting ya kesembuhan rohani lae, bertobat gitu loch
lae obed, saya ga benci koq, cuma melatih tangan biar jago ngetik dan melatih argumentasi saya
kau juga begitu kan
jadi kesembuhan merupakan salah satu hal yang terpenting
nama saya simon simanjuntak
salam kenal
jadi g pake surat kaleng ya
126 on April 10 2007 02:33:19
Sdr Obed Nababan (onvacancy)

Menurut saya, dalam forum diskusi seperti ini “nama” bukanlah hal yang penting, sebab untuk mengidentifikasikan penulisnya cukup Sdr menyebut saya “bolehapaja”, itu sudah cukup untuk mengenali si penulis. Dan perlu saudara ketahui bahwa ini adalah diskusi (atau boleh dibilang debat) dalam wacana yang sehat (menurut saya), sehingga muatan (isi tulisan) lebih bermanfaat daripada nama penulisnya. Apa gunanya pihak lain mengetahui nama saya bila tulisan saya tidak memiliki muatan yang bermanfaat.

Kalo menurut saudara kesembuhan jasmani bukanlah hal yang besar karena saudara bisa mengatasi penyakit dengan obat, itu sah-sah saja. Dan saya pribadi berpendapat sebaliknya, bahwa kesembuhan jasmani termasuk salah satu hal besar dalam hidup manusia (menurut saya, kesehatan jasmani bisa mempengaruhi kesehatan rohani dalam hal tertentu, demikian pula sebaliknya), karena setelah manusia diberi hidup oleh Tuhan, hal berikutnya yang terpenting adalah kesehatan, baru kebutuhan jasmani lainnya, dst. Mudah saja, maaf kata, misalnya saja saudara (atau Pdt MS) saat ini terkapar tak sadarkan diri di rumah sakit, maka saudara tidak bisa membaca tulisan saya ini, saudara tidak dapat melakukan aktifitas rutin, saudara tidak bisa melayani, dan alhasil saudara tidak dapat “menggenapi” tujuan Tuhan dalam hidup saudara secara optimal. Tentu saja kita akan berguna bagi Tuhan bila kita sehat dibandingkan bila kita sakit, lha Tuhan Yesus saja menyembuhkan banyak orang sakit. Kalo sakit bisa lebih berguna, tentu Tuhan Yesus akan membuat banyak orang sehat menjadi sakit, gampang kan? Mengenai keyakinan saudara bahwa obat bisa menyembuhkan penyakit, itu sih cuma dalam batas tertentu, sebab banyak penyakit yang tidak bisa diatasi dengan obat / teknologi, tapi yang jelas semua penyakit apapun bisa diatasi (disembuhkan) secara sempurna oleh kuasa / mujijat Tuhan. Sekali lagi, ini menurut saya, kalo saudara tidak setuju, ya tidak apa-apa, lha ini cuma tukar pendapat, kalo cocok ya ditukar, kalo gak cocok ya ambil kembali.

Mengenai “kedengkian” yang saudara sebutkan itu, sudah jelas itu tidak perlu ada dalam forum diskusi / debat seperti ini, lha kita ini orang-orang yang dewasa kok, buat apa kita percaya kepada Kristus tapi masih mendengki. Jadi kata dengki yang saudara kemukakan itu menurut saya hanyalah sebuah iritasi rohani akibat perbedaan cara menafsirkan suatu kalimat / tulisan, jadi sifatnya sangat relatif dan subyektif hingga tidak perlu dianggap serius. Selama suatu diskusi / debat tidak mengandung unsur / kata / pernyataan yang bermuatan teror, ancaman, pornografi, sadisme, dan sejenisnya, maka kita bisa sebut itu sehat. Dan menurut saya, semua yang menulis di forum ini sah-sah saja bila mengakhirinya dengan menyebut nama Kristus, soal yang bersangkutan mengimaninya secara benar atau tidak itu urusannya sendiri dengan Tuhan dan dirinya sendiri. Dalam forum “Ibadah oleh Benny Hinn” saudara sendiri yang menuliskan di kalimat pertama Filipi 1:18, “Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, KRISTUS diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. tentang hal itu aku(paulus) bersukacita. dan aku akan tetap bersukacita,” jadi menurut saya saudara tidak perlu pusing dengan adanya kedengkian (bilamana memang benar-benar ada).

Menyambung tulisan saudara dalam forum “Ibadah oleh Benny Hinn”, saudara menyebutkan bahwa “apakah anda semua mengenal BENNY HINN secara personal? jikalau tidak, mengapa anda mendiskreditkan dia? jikalau tidak, mengapa anda membela dia?” Ini perlu saudara tujukan kepada Pdt MS. Kalo saya sendiri walau tidak mengenal BH secara pribadi namun saya memiliki kesaksian yang sangat luarbiasa tentang pengalaman beliau dimana orang-orang dekat saya dari keluarga, saudara, sahabat, dan orang-orang yang saya kenal mengalami mujijat yang spektakuler dari Tuhan Yesus melalui pelayanan beliau, sayang tulisan lengkap saya tentang itu dipotong habis oleh Pdt MS, jadi saudara tidak bisa membacanya. Saya bisa menuliskannya kembali disini tapi nantinya tentu akan dipotong lagi, jadi percuma saja. Intinya saya tidak membela BH secara pribadi, namun saya mengukuhkan bahwa pelayanan BH adalah dalam otoritas dan urapan Tuhan Yesus yang benar-benar ajaib, kalo orang tidak percaya pernyataan saya ini ya silakan saja, saya toh tidak rugi apa-apa, dan kalo percaya, saya juga tidak untung apa-apa.
Selanjutnya di paragraph terakhir saudara menuliskan sebuah pernyataan yang menurut saya cukup janggal, yaitu “tidak berani mati membela kebenaran”, ini adalah frasa yang tidak sesederhana seperti yang saudara kemukakan. Kalo saya menyebutkan nama saya, apakah itu artinya saya berani mati membela kebenaran? Contoh sederhana, apakah Superman itu pengecut dengan menyamarkan namanya menjadi Clark Kent? apakah Spiderman itu pengecut dengan tidak membuka topengnya? Sekarang mari kita lihat contoh yang tidak sederhana, saksikan Petrus yang menyatakan dengan lantang siap mati bagi Kristus, tapi faktanya ketika Kristus dianiaya, justru dialah yang menyangkalNya (baca Matius 26:33 & Matius 26:69-75). Jadi menurut saya ini bukan masalah berani atau tidak berani, sebab ini bukan perang, dan perlu saudara ketahui bahwa “berani mati buat Kristus” itu memang sangat baik dan mulia, tapi ada yang lebih baik dari itu yaitu “berani hidup buat Kristus”, silakan saudara renungkan sendiri. Mengenai pertanyaan saudara tentang analogi bahwa Pdt MS & Sdr. Anteeqa adalah penguasa yang mencoba menyalibkan Benny Hinn, apakah saya berani menyebutkan nama saya? Jawaban saya, saya tidak mau dan tidak perlu membela BH, kenapa? Karena Tuhan sendirilah yang akan membelanya bila dia tetap dalam kebenaran. Apakah saya berani? Saya jadi bertanya balik, apakah keberanian saya bisa menyelamatkan seorang benar (bukan hanya BH) dari kematiannya? Bila itu bisa menyelamatkannya, dan memang itu adalah jalur yang dikehendaki Tuhan, jelas dan tegas saya katakan saya sangat berani, bahkan bukan cuma menyebutkan nama atau menampilkan diri, kalo perlu barter pun boleh. Tapi perlu saudara ingat, semuanya harus dalam koridor rencana dan kehendak Tuhan, sebab bila tidak, maka semuanya akan sia-sia alias konyol. Mari kita coba pake analogi yang lebih jelas, jangan pake BH sebab dia hanyalah alat Tuhan, mari kita pake contoh Tuhan Yesus sendiri, apakah bila saya menjadi muridNya pada saat itu saya akan menyerang prajurit romawi dengan membabi-buta demi menyelamatkan Tuhan saya? Terus terang dari hati saya katakan bahwa saya berani lakukan itu, tapi kalo kita kembali pada visi dan misi Tuhan, maka bila saya tetap lakukan itu maka saya bukanlah martir, tapi saya akan mati konyol, sebab itu bukan kehendakNya. Apakah saudara cukup faham?
Untuk memperjelas semua diskusi / debat ini, agar orang-orang tidak berteka-teki tentang siapa saya (padahal saya bukan orang penting, kok disini saya jadi penting), maka saya harapkan Pdt MS bersedia mengadakan seminar / debat terbuka dengan mengundang mahasiswa-mahasiswi theologia atau anak didiknya, dan saya akan hadir untuk bukan hanya menyebutkan nama saya, namun menampilkan sosok diri saya, agar orang bisa puas memandang saya, saudara juga bisa berkenalan langsung dengan saya, dan kita semua bisa berdebat dalam kata-kata yang lebih luas cakupannya daripada dalam forum tulis-menulis yang kolomnya terbatas dan sering dipotong ini. Demikian tulisan saya, kiranya bisa menambah wawasan baru / berguna bagi saudara Obed. Saya mengasihi saudara, maju terus dalam Tuhan Yesus, biarlah kiranya kebaikan, kemurahan, dan berkat-berkat Tuhan Yesus melimpahi saudara Obed, Pdt MS, Sdr Anteeqa, Sdr Free (Simon), seluruh pembaca, serta seluruh jemaat Tuhan dimanapun berada.

Salam sejahtera. smiley
148 on April 14 2007 09:11:56
Dear friend,
1. "Apalah Arti Sebuah Nama", menurut saya itu FILSAFAT KOSONG.
Bukankah kita sama-sama mengakui BEGITU LUAR BIASANYA nama YESUS.
BEGITU HEBATNYA NAMA SIMON, BEGITU MANISNYA NAMA OBED. Bagi saya nama Anda sungguh berarti, Bagaimana saya bisa MENGASIHI saudara jika saya tidak mengenal Anda? Bagaimana saya bisa menyebut nama Saudara dalam doa saya (kecuali Anda merasa tidak membutuhkan doa dari orang lain.

2. Adakah yang SALAH dengan terkapar di rumah sakit? jikalau itu memang kehendakNYA?
Adakah yang SALAH dengan tidak melayani, jikalau itu memang kehendakNYA? Jikalau menggenapi TUJUAN TUHAN harus dengan melayani, berarti Anda, BH & MS termasuk orang yang beruntung. sedangkan saya bersama jutaan bahkan milyaran orang lain YANG TIDAK MELAYANI masuk kategori orang yang tidak menggenapi TUJUAN TUHAN.
Soal mujizat penyembuhan terhadap penyakit, o haleluya, setiap anggota keluarga saya sudah mengalaminya.
adik saya (Olan NababaN, Mhs STT Jakarta sem 7) divonis operasi ginjal, dalam nama YESUS, sembuh TOTAL SEMPURNA.
Saya divonis types & malaria, dalam nama YESUS hanya 3 hari opname (biasanya 2 minggu), bapa & mama & adik perempuan saya pernah bersamaan masuk RS karena DBD, tapi kembali NAMA DIATAS SEGALA NAMA YESUS, memulihkan mereka.

3. Soal "HIDUP", bukankah tujuan kita yang sebenarnya adalah HIDUP KEKAL, yaitu KEHIDUPAN setelah MATI.
So, kenapa harus takut mati? Jika SAAT INI SAYA MATI, SAYA SIAP. Bukan karena saya takut HIDUP, justru karena itu berarti akan menuju HIDUP KEKAL. (Itupun kalau TUHAN menerima saya).

4. Saya kurang tertarik dengan FIKSI (Superman dkk) saya lebih percaya FAKTA, REALITA. Saya tertarik dengan kisah SIMON PETRUS yang pada akhirnya mati "konyol" disalibkan terbalik.
Firman Tuhan Mengatakan : Jangan kamu takut kepada apa yang dapat membunuh tubuh tapi takutlah kepada apa yang dapat membunuh jiwa.
Lagian, bukankah KEMATIAN itu KEHENDAK TUHAN (Apakah kita sepaham dengan hal ini???), DAN JIKALAU KEMATIAN itu KEHENDAK TUHAN,
Percayakah Anda (Saudara bolehapaja) Bahwa Sekalipun Seribu tombak & pedang yang tertancap di tubuh para murid YESUS tidak akan mampu membunuh mereka, KECUALI DIA BERKEHENDAK.

5. Tentu saja saya mau ambil pusing dengan adanya "kedengkian", karena ALLAH tidak senang dengan kedengkian dan sebagai prajurit KRISTUS saya siap "memerangi KEDENGKIAN" bukan orangnya.
KRISTUS YESUSKU lebih menyenangi "Pertobatan Orang Dengki" DARIPADA "KEMATIAN ORANG DENGKI"

6. Jika aku hidup, aku hidup bagi KRISTUS. Jika aku MATI, akupun MATI bagi KRSITUS.

Regards,

Obed NababaN
Jesus Freaks
134 on April 17 2007 23:48:25
salam kenal juga bwt saudara bolehapaaja
saya tidak mempermasalahkan nama anda
ok
tp yg penting tetap setia ama Yesus
n tetap melayani Tuhan
Barukh ata Bdonai lehitarot Shalomm
126 on April 19 2007 07:39:29
Sdr Obed Nababan

Pertama, soal nama rasanya kita tidak perlu perpanjang lagi dalam forum diskusi ini, karena menurut saya itu tidak penting. Karena saudara Obed beranggapan sebaliknya, maka saya mohon maaf sebab tidak dapat menampilkan nama saya disini karena suatu alasan. Pada dasarnya saya tidak sedang berfilsafat tentang “apa arti sebuah nama” seperti yang saudara kemukakan, saya hanya memiliki alasan saya sendiri untuk tidak menampilkan nama.

Kedua, haleluyah karena seluruh keluarga saudara Obed telah merasakan jamahan kuasa Tuhan Yesus dengan menerima mujijat kesembuhan. Ini bisa menjadi kesaksian hidup kepada banyak orang, pertama bisa menguatkan saudara-saudara kita seiman, kedua bisa menjadi kesaksian bagi orang-orang yang belum mengenal Kristus bahwa di dalam Kristus ada keselamatan kekal, dan bukan hanya itu saja, di dalam Kristus ada mujijat (pemulihan, kesembuhan, dssmiley. Ketika saudara Obed dan keluarga mengalami mujijat ini, saudara bisa bersaksi kepada orang-orang yang belum mengenal Kristus, menceritakan bagaimana Tuhan Yesus mengasihi dan menyembuhkan saudara dan keluarga, itu bisa menarik minat mereka untuk lebih mengenal Juruslamat kita. Sebab mujijat adalah salah satu sarana pekabaran Injil yang efektif yang juga digunakan oleh Tuhan Yesus sendiri untuk menunjukkan siapa diriNya. Tidak ada salahnya kita bersaksi tentang mujijat dari Tuhan ini untuk menunjukkan siapa Tuhan kita itu.

Ketiga, benar yang saudara sampaikan bahwa yang terutama adalah kehidupan kekal kita di sorga bersamaNya, dan menurut saya, tidak seorang Kristen pun yang bisa menyangkal hal ini, karena memang untuk itulah kita mengikut Kristus. Namun perlu saudara catat bahwa kehidupan kekal itu diawali dengan kehidupan kita saat ini, jadi Tuhan Yesus tidak menginginkan kita percaya kepadaNya lalu selesai sampai disitu. Masih banyak hal yang perlu kita lakukan dalam hidup kita saat ini, seperti memperbaharui jiwa / pikiran kita dari hari ke hari melalui FirmanNya agar kita semakin serupa denganNya, membangun hubungan yang intim dengan Dia melalui doa, pujian, dan penyembahan, memberitakan InjilNya yaitu memberitakan kasih Tuhan Yesus yang luarbiasa atas setiap orang yang mau percaya kepadaNya sebagai Tuhan dan Juruslamat (inilah amanat agung / pekerjaan kasih terbesar yang dapat kita lakukan). Bersamaan dengan kita melakukan ketiga hal yang saya sebutkan tadi, kita juga manusia yang memiliki aktifitas seperti sekolah, kuliah, bekerja, berorganisasi, dsb. Jadi bila saya menyebutkan kata “pelayanan”, itu tidak selalu identik dengan pendeta / penginjil / penatua / majelis gereja. Kita semua orang percaya adalah pelayan Tuhan (hamba Tuhan), jadi bentuk “pelayanan” yang bisa kita sajikan kepada Tuan kita itu ya macam-macam caranya, bisa melalui cara hidup kita, cara kita bertutur kata, sosialitas kita, dsb, artinya tidak bisa hanya dibatasi dalam garis sempit gereja. Ketika kita menjadi taat kepada Tuhan Yesus, taat kepada FirmanNya, maka kita sudah melayani Dia. Dan bila ketaatan kita itu bersangkutan dengan tindakan kasih kita kepada sesama, maka kita juga sudah melayani sesama yang berarti juga kita melayani Dia. Dengan tulisan ini saya harapkan saudara Obed memahami konsep pelayanan yang saya maksudkan. Jangan saudara pikir bahwa bila orang sudah menjadi hamba Tuhan (secara formal) dan melayani ratusan ribu orang seperti MS / BH itu berarti mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita, itu adalah pendapat yang keliru. Banyak juga hamba Tuhan yang tampil disana-sini tampak rohani dan melayani, justru menjadi batu sandungan bagi saudaranya (menimbulkan perpecahan, memicu pertikaian), itu saya sebut mereka sebagai hamba setan, sekalipun gelarnya Pendeta. Kita perlu appreciate/ menghargai orang-orang yang melakukan pekerjaan pelayanan secara full-time, tapi tidak perlu rendah diri terhadap mereka, sebab mereka tidak selalu lebih baik dari kita. Yang penting adalah bagaimana diri kita sendiri di hadapan Tuhan Yesus, bagaimana agar kita bisa bukan hanya siap mati untuk Dia, tapi juga siap hidup untuk Dia.

Keempat, saudara Obed bertanya kepada saya apakah saya sepaham bahwa “kematian itu kehendak Tuhan”, jawaban saya adalah saya tidak sepaham. Sebab tidak semua kematian manusia itu adalah kehendak Tuhan. Yudas itu menginginkan / membuat kematiannya sendiri, dan itu bukan kehendak Tuhan, dan banyak juga manusia yang seperti Yudas. Kematian adalah ketetapan Tuhan atas setiap manusia yang pernah hidup di muka bumi setelah kejatuhan Adam dalam dosa, tapi kematian tidak selalu kehendak Tuhan. Jadi perlu dibedakan antara ketetapan Tuhan dan kehendak Tuhan. Ketetapan itu adalah rule / aturan baku yang telah dicanangkan Tuhan agar berlaku atas setiap orang tanpa kecuali, sedangkan will / kehendak itu bisa diartikan sebagai keinginan yang kuat, kemauan, hasrat. Contoh : Tuhan menghendaki agar tidak seorangpun yang binasa (mati ke neraka), namun nyatanya akan banyak orang yang mati dan ke neraka karena mereka tidak mau percaya kepada Kristus. Mengapa begitu? Karena memang Tuhan sudah mengaruniakan freewill / kehendak bebas kepada manusia untuk memilih jalan hidupnya (termasuk memilih jalan matinya). Ada orang-orang yang bersekutu dengan setan, dan pada akhirnya setanlah yang mencabut nyawa orang itu. Ada orang yang menginginkan kematian orang lain, contoh seorang ibu yang tidak menginginkan bayi di kandungannnya lalu digugurkan, maka matilah anak itu. Menurut berita yang saya saksikan di televisi, di Amerika tahun 2003 menurut data ada lebih dari 2 juta bayi digugurkan di amerika setiap tahunnya. Tuhan jelas tidak menginginkan kematian bayi-bayi itu, tapi faktanya bayi-bayi itu tetap mati, kenapa? Ya karena Tuhan menghargai kehendak bebas yang telah dianugerahkannya kepada manusia, sekalipun kehendak bebas yang digunakan manusia itu bertentangan dengan kehendakNya. Ini sebenarnya topik yang panjang dan luas, kalo saya uraikan secara detail, bisa jadi satu buku sendiri, tapi potongan singkatnya seperti itu. Ada kematian orang percaya yang memang ditetapkan Tuhan dalam hal waktu dan caranya, tapi tidak semua kematian orang percaya ditetapkan Tuhan dalam waktu dan cara. Pertanyaan saudara Obed tentang “percayakah saya bahwa sekalipun ada seribu tombak & pedang menancap di tubuh murid Yesus, tidak akan mampu membunuh mereka, kecuali Dia berkehendak”, secara sederhana saya jawab “percaya”, jangankan cuma ditombak / dipedang, di nuklir sampai hangus pun bila Tuhan berketetapan bahwa si A harus tetap hidup, maka tubuh hancur pun akan dapat terbentuk dan hidup kembali. Saya sama sekali tidak meragukan kuasa Tuhan terhadap hal apapun, sebab Dia tidak terbatas, kuasaNya pun tidak terbatas, dan bisa mengatasi semua hal.

Demikian saudara Obed, kiranya tulisan ini ada manfaatnya bagi saudara, maju terus dalam Tuhan, dan saya berdoa (ini serius bukan lips service) kiranya Tuhan Yesus tetap memimpin saudara dalam keteguhan iman seperti saat ini sehingga saudara akan menjadi panji-panji Kristus bagi generasi akhir jaman.

Salam kenal juga buat saudara Free (Simon), terimakasih karena saudara berkenan menerima saya apa adanya tanpa nama, Tuhan Yesus memberkati dan melindungi saudara.

Salam sejahtera.
148 on April 20 2007 13:35:20
Dear bolehapaja,

sepertinya kita mulai sepaham.
saya berharap kita semua mulai & SELALU merenungkan APA YANG SUDAH KITA LAKUKAN.
Entah itu CARA HIDUP maupun PELAYANAN.
Terkadang kita sulit memahami kebenaran & pembenaran yang TUHAN lakukan.
We think we're right, God says "You're Wrong".
We say "I'm wrong", God claim "You're Right".

OK sukses selalu untuk Anda


Dear simon,
Anda juga benar! Yang SESAT hanyalah mereka yang TIDAK MENGAKUI YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN.
Kita tidak perlu emosi menanggapi suatu pendapat, adalah lebih baik sebelum menanggapi sesuatu kita berdoa, lalu coba mencari jawabannya dalam alkitab, lalu merenungkannya.
Percayalah, Tuhan akan bukakan semuanya.

OK! Sukses selalu juga untuk Anda.

Regards,
God Bless You ALL, Jesus Loves U ALL
Obed NababaN
Jesus Freaks
134 on April 27 2007 08:23:13
hehehe
semua pendapat kalian membuatku semakin yakin kebesaran Tuhan, bahwa kita diberikan pengetahuan yang berbeda-beda, karunia yang berbeda-beda
tapi tetap satu dalam Tuhan
asyikk nehhh
tapi jangan saling menjatuhkan ya, coz kan malu dilihat saudara tiri kita
ntar di bilang "dalam kristen az pada berantem, ngapain kita percaya Kristus!!" gimana nanti usaha amang MS di Aceh< yang aku denger telah melakukan perintah Tuhan
ya kan broo
sori ye kayaknya postingan kupalin gak rapih neh
maklum, mahsiswa, mesti hemat and cepat nulis di warnet, biar hemat gitu loch
134 on May 24 2007 00:30:16
syema Yisrael Yahweh Elohenu Yahweh Ehad
vicke on October 18 2007 21:05:28
Pada hari ini, catatan yang masuk ke artikel ini telah mencapai 2146. Semoga kebenaran yang dimuat di sini berlipat ganda dan menjadi berkat bagi banyak orang. Salam
vicke on October 31 2008 15:12:41
Syukur kepada Tuhan, menurut catatan yahoo, hari ini pembaca artikel ini sudah mencapai 3621. Kiranya Tuhan memakai semua pembaca untuk meneruskan segala kebenaran firmanNya untuk dipraktikkan dan ditaati oleh semua umatNya.
Salam hangat. Mangapul Sagala
vicke on April 04 2009 08:27:01
Syukur untuk 4068 entry saat ini. Kiranya rekan2 yang telah membaca artikel ini, membagikannya kepada yang lain.
Post Comment
Please Login to Post a Comment.
Ratings
Rating is available to Members only.

Please login or register to vote.

No Ratings have been Posted.
Login
Username

Password



Not a member yet?
Click here to register.

Forgotten your password?
Request a new one here.
Shoutbox
You must login to post a message.

vicke
02/08/2010 16:38
Datanglah pada ibadah KBD Mg, 5.9.2010, dengan tema: Mengapa Ada Penderitaan. Jam 16.00 di FEUKI Cawang. Pembicara, Pdt. Mangapul Sagala.

vicke
16/05/2010 19:42
IBADAH TINDAK LANJUT KKR ISTORA akan diadakan hari Minggu 6.6.2010 jam 16.00. Ibadah itu akan dimeriahkan oleh pemuji: Drs Bonar Gultom, pencipta lagu Arbab.

Brosur Fellowship Day Alumni II
Cari
Search for:
Articles
News
Forum Posts
Downloads
Web Links
Members
Buku
Image and video hosting by TinyPic
BARU: FIRMAN MENJADI DAGING, Harga Rp 30.000, Dapat dipesan di literatur Perkantas Jakarta. Telp. (021) 3442463-64




Injil dan Adat Batak

Bagaimanakah sikap kita melihat adat Batak sebagai produk budaya leluhur? Bagaimana pandangan Injil Kristus terhadap adat? Apakah Adat Batak bertentangan dengan Injil? Buku ini akan membantu untuk menjawab pertanyaan tersebut dan pertanyaan-pertanyaan lainnya dengan baik, sehingga orang Batak dapat mengambil sikap benar terhadap adat istiadat sebagai produk budaya leluhur. (Junjungan Sipahutar, SH. Ketua Yayasan Binadunia, tinggal di Jakarta)

Warga Batak Kristen perlu memperoleh keyakinan bahwa kehidupan mereka adalah kehidupan yang maradat dalam iman Kristiani. Buku kecil ini menyidik masalah itu dengan intensitas Injil yang amat mendalam dan sangat komprehensif. Kita sambut dengan rasa syukur buku kecil dengan manfaat besar ini, sambil mengucapkan SELAMAT dan SUKSES kepada Pdt. Ir. Mangapul Sagala, D.Th. Tuhan Yesus memberkati. Amen. (Drs. Duaman Panjaitan. Pemimpin Harian Batak Pos, dan tokoh adat Batak, tinggal di Jakarta).

Detil dan pemesanan klik disini

Kristus Pasti Datang

Ada orang yang berani meramalkan waktu kedatangan Kristus, tetapi ada juga yang meragukan kedatangan-Nya. Alkitab mengatakan, peristiwa kedatangan Kristus pasti terjadi, yang tidak pasti adalah waktunya. Buku ini menolong Anda memahami dengan jelas doktrin Alkitabiah mengenai kedatangan Kristus kembali ke dunia.

Detil dan pemesanan klik disini



Keputusan memilih teman hidup merupakan keputusan kedua terpenting setelah memutuskan mengikut Kristus. Prosesnya tidak gampang dan tidak boleh digampangkan. Buku ini memaparkan enam langkah penting sebelum memasuki tahap berpacaran, petunjuk menjalani masa berpacaran hingga memahami makna pernikahan Kristen.

Detil dan pemesanan klik disini



Puji-pujian menempati posisi sangat penting dalam kehidupan dan ibadah orang Kristen. Permasalahannya adalah tidak semua orang memiliki konsep dan pengertian yang benar tentang puji-pujian. Buku ini memberi petunjuk praktis bagi mereka yang rindu memuji Tuhan dengan baik, khususnya bagi para pemimpin pujian, agar dapat meningkatkan kreatifitasnya.

Detil dan pemesanan klik disini

RINGKASAN BUKU

Berpacaran Secara Kristen


Superioritas dan Keistimewaan Alkitab
[ beli disini ]

Petunjuk Praktis Menggali Alkitab


Roh Kudus dan Karunia Roh
[ beli disini ]


Pekabaran Injil Secara Pribadi
[ beli disini ]

Link
Perkantas Nasional
Perkantas Jakarta
Peduli Konseling
Christian Graduate Network
In Christ Net
GoBatak.com

Mailing List
doakanHKBP
ForumBiblika
LK3Online