Mangapul Sagala Ministry - Setia Melayani Tuhan Hingga Akhir
MENU UTAMA

Forum Diskusi
Foto Album
Buku Tamu
ARTIKEL INDONESIA

Da Vinci Code [banyak dibaca]

Siapakah Maria Magdalena? [banyak dibaca]

Minyak Urapan [banyak dibaca]


Syukur untuk AnugerahNya - 10 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 9 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 8 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 7 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 6 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 5 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 4 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 3 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 2 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 1 [baru]

Teologia Liberal [baru]

Dasar Yang Kokoh

Mendidik Anak Utuh, Menuai Keluarga Tangguh

Injil Yudas

Hari Pentakosta

Ibadah oleh Benny Hin

Ibadah Penyembuhan ?

Kenaikan Yesus Kristus


Awasilah Dirimu dan Awasilah Ajaranmu

Kristus Bangkit!, Soraklah !

Ekklesiologi (Doktrin Gereja)

Pemborosan Yang Dipuji

Siapakah Yesus Kristus ?

Yesus Sejarah

Yesus Menurut Para Ahli

Gereja dan "Para-Church"

Hubungan PMK dengan Gereja

Alumni yang Sehat dan Melayani

Bagaimana Kristen Berpacaran

Makna Mujizat Dalam Injil Yohanes

Memahami Makna Hidup

Mengetahui Kehendak Allah

Kehidupan Bernegara

FirmanNya Bergema Kembali

Seminar buku Purpose Driven Life (PDL): Penyembahan (Worship)

Kamp Nasional Alumni Perkantas 2005: Sharing Your Faith in the Pluralist Society

Pemimpin Yang Ditolak Allah

Pentingnya KTB

Mengapa Merayakan Natal ?

First Love (Kasih Mula-mula)

Virgin Birth

Yesus dan Pernyataan-pernyataanNya

ELOHIM atau YHWH?

ARTIKEL SERI

Allah Tritunggal

Bidat (Ajaran Sesat)

Otoritas Alkitab

Banyak Jalan Keselamatan

Pengantar Kristologi

Jangan Lupa Getsemani !

Akhir Zaman

Pemimpin Pujian

Eksposisi - Surat Kepada Ketujuh Jemaat di Asia [baru]

Yesus dan Kesaksian Pada DiriNya [baru]

TANYA JAWAB

Tanggapan atas Buku dan email Ioanes Rakhmat[baru]

Surat Penggembalaan Sinode GKI [baru]

Tanggapan 1. Menyikapi Artilkel Ioanes Rakhmat, Kompas 5 Apr [baru]

Tanggapan 2. Menyikapi Artilkel Ioanes Rakhmat, (Usul Seminar) [baru]

Makam Keluarga Yesus, Penemuan Ilmiah ? [baru]

KKR Benny Hinn

Pengakuan Iman Bahasa Batak
CATATAN-CATATAN

Ringkasan seminar oleh Prof. Peter Stuhlmacher (Univ. Tubingen)

Ringkasan Percakapan dengan Prof Peter Stuhlmacher di Fitzwilliam College, Univ. Cambridge.

Wawacancara dengan Prof. Peter Stuhlmacher, dari Univ. Tübingen, Jerman

Ringkasan sambutan dan kesaksian pak Freddy Numberi di KBRI Roma.

ENGLISH

Trinity Theological College (TTC) Chapel: Reflection on Gen.41: 25-57; 1Cor.4: 16.

East Asia Regional Conference: Student Engagement in the Society

A Cry From Christian Students in Indonesia

The significance of the term “Sign” in the Gospel of John

A Life Reflection From Indonesian Ambassador For Italy, General (Ret) Freddy Numberi

Eunice's article: “Finding the Right Answer"

Eunice's article: Counting – Sharing at vesper on 28.3.05

Eunice's article: Salvation from Israel to Israel

Rev. Dr. Gordong Wong: When God Seems like the Enemy

DR. ROBERT SOLOMON

Questions For Life’s Quest

The Shadow and the Reality

KLIPING

Mengapa Ada Penderitaan ? [Sinar Harapan] [baru]

Kasus Setia, Ujian Toleransi [Sinar Harapan] [baru]

Neraka [Sinar Harapan] [baru]

Dosa Para Penguasa [Sinar Harapan]
Membongkar Injil [Sinar Harapan]

Predestinasi [Sinar Harapan]

Sorga, Impian atau Kenyataan ? [Sinar Harapan]

Providentia [Sinar Harapan]

Neo Orthodoxy [Sinar Harapan]

Quo Vadis PGI ? [Sinar Harapan]

Holyland Tour [Sinar Harapan]

Quo Vadis Sekolah Kristen ? [Sinar Harapan]

Bagaimana Berteologi ? [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (2) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (3) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (4) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (5) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (penutup) [Sinar Harapan]

Pendidikan Tanpa Moralitas [Sinar Harapan]

Mengerti Kehendak Tuhan [Sinar Harapan]

Poligami, Mengapa Tidak ? [Sinar Harapan]

Doa Yang Benar ? [Sinar Harapan]

Tidak Terombang-Ambing [Sinar Harapan]

Iman dan Kedaulatan Allah [Sinar Harapan]

Berpuasa Yang Dikehendaki Allah [Sinar Harapan]

Pindah Agama [Sinar Harapan]

Beriman kepada Yesus [Sinar Harapan]

Kristus yang Terutama [Sinar Harapan]

Rahasia Hidup Bahagia [Sinar Harapan]

Memohon "Pasu-pasu" pada "Pesta Bona Taon" [Suara Pembaruan]

Adat Batak Bertentangan Dengan Injil ? [Bahana]

ARTIKEL PENULIS TAMU

Korban Mode Nih Ye...

Peka Budaya

Keteladanan

KUMPULAN LAGU

Mars PO Universitas Indonesia

Siapakah Diri Hamba

Ku Utus Kau untuk Membangun

Aku Ikut Yesus


Daftar Lagu Ciptaan Mangapul Sagala

Kehidupan Seorang Pelayan
KEHIDUPAN SEORANG PELAYAN

Oleh. Pdt Mangapul Sagala.


Tema tersebut di atas merupakan tema yang sangat penting dan relevan untuk
dibahas pada masa kini. Tema itulah yang kami bahas bersama Dr SAE Nababan,
dalam seminar para pelayan Tuhan di Palembang pada waktu yang lalu.

Mengapa penting? Tidak dapat disangkali bahwa akhir-akhir ini, kehidupan
para rohanian serta pelayan-pelayan Tuhan menjadi sorotan umum. Hal itulah
yang cukup sering ditemukan di dalam berbagai media di mana jemaat
mengeluhkan kehidupan pelayan di Gerejanya. Dalam sebuah kesempatan tanya
jawab (dialog interaktif), pada sebuah radio swasta, penulis juga menerima
berbagai keluhan dan pertanyaan di seputar kehidupan pelayan Tuhan yang
tidak memberi kesaksian yang benar, baik dalam kehidupan keluarga, keuangan,
ambisi-ambisi negatif terselubung, terlibat dalam perselingkuhan, dll.

Ada satu hal yang 'menarik' untuk diamati. Ada sementara orang yang suka
menyebut dirinya sebagai pelayan Tuhan atau hamba. Di sebuah Gereja
tertentu, seorang dapat dengan mudah menjadi pendeta, tanpa melewati waktu
yang cukup lama serta adanya ujian serta seleksi yang cukup memadai.
Berbagai kategori diberikan kepada mereka, seperti pendeta muda, pendeta
pembantu, pendeta senior, serta sejenisnya. Tetapi apa pun jenis atau
kategori yang diberikan, yang jelas, mereka itu semua merasa dirinya sebagai
pelayan Tuhan. Dan memang, kelihatannya, mereka sangat senang disebut
sebagai pelayan Tuhan atau hamba Tuhan. Sayangnya, walau senang disebut atau
menyebut diri sebagai pelayan atau hamba, kadang kala, sikap seorang pelayan
atau hamba tidak terlihat jelas. Yang nampak dengan nyata adalah sikap
seperti tuan, ngebos dan ingin dilayani. Kontradiksi? Benar. Namun, itulah
kadangkala kenyataan yang terjadi. Lalu, bagaimanakah sesungguhnya kita
menghayati pelayanan tersebut?

Pelayanan adalah Penyembahan

Dalam Perjanjian Lama, kata penyembahan (Ibrani) adalah avodah. Kata ini
mengandung makna vertikal dan horizontal. Artinya, di satu sisi, avodah
mengacu kepada relasi umat yang menyembah Allah. Di sini ditunjukkan sikap
hormat kepada Allah, yang seringkali dinyatakan dalam bentuk sujud menyembah
dengan kening sampai menyentuh tanah/lantai.

Di sisi lain, kata avodah mengacu kepada sikap seseorang yang pergi melayani
Allah, sebagai akibat dari ketaatannya pada perintahNya. Apa saja yang Allah
perintahkan untuk dilakukan untuk kebaikan umatNya akan dilakukan dengan
segala ketaatan dan penyembahan. Jadi, di sini kita belajar bahwa kedua hal
ini, yaitu penyembahan dan pelayanan, bukan merupakan dua hal yang terpisah,
tetapi merupakan satu bagian.

Jikalau dalam bahasa Inggris kita menemukan dua istilah, yaitu worship dan
serve, demikian juga dalam bahasa Indonesia: menyembah dan melayani, yang
mengacu kepada dua hal yang berbeda, tidak demikian dengan bahasa Ibrani,
avodah. Karena istilah ini mencakup dua hal di atas. Atau lebih tepatnya,
istilah ini diungkapkan dalam dua bentuk kegiatan tsb di atas. Ini dapat
diibaratkan seperti satu keping uang dengan dua mata coin. Itulah sebabnya,
pelayanan yang benar kepada sesama (horizontal) harus keluar dari relasi
yang benar dengan Allah, yaitu ketika secara sadar kita menyatakan kasih dan
penyembahan kita kepadaNya (vertikal) melalaui pelayanan tsb. Dengan
demikian, tidak akan ditemukan kasus-kasus di mana pelayan memperalat
orang-orang yang dilayaninya untuk kepentingan diri sendiri, terlebih lagi
merusak serta mencemarkannya.

Pelayanan adalah being bukan sekedar doing

Mengatakan diri sebagai seorang pelayan Tuhan serta melakukan berbagai
perbuatan (doing) dan kegiatan rohani, memang tidaklah terlalu sulit. Namun,
hal itu tidak menjamin keberadaan (being) orang tersebut. Hal itulah yang
dihadapi oleh rasul Paulus. Ketika melayani di jemaat Korintus, dia
menyaksikan pengajar serta pelayan-pelayan palsu. Dalam kondisi demikian,
nampaknya, dia tergoda dan dituntut untuk memberikan semacam surat
rekomendasi yang membuktikan kerasulan atau otoritasnya. Namun demikian, dia
menolak melakukan hal itu. Sebaliknya, dia menegaskan dengan suatu
pernyataan penting: "...kamu tertulis dalam hati kami... karena telah
ternyata bahwa kamu... ditulis dengan pelayanan kami (2 Kor.3:2-3). Dari
pernyataan tsb, kita memperhatikan betapa beraninya rasul Paulus menyatakan
dua hal penting yang merupakan ciri dari seorang pelayan sejati. Pertama,
dia menunjuk kepada dirinya sendiri: "kamu tertulis dalam hati kami". Di
sini rasul Paulus menegaskan bahwa dia bukan sekedar menjadikan jemaat
Korintus sebagai objek pelayanan- misalnya untuk cari untung, sebagaimana
dilakukan pengajar dan pelayan lain yang telah menyusup ke dalam jemaat.
Tetapi dia berani mengatakan bahwa jemaat ada dalam hatinya.

Pernyataan tersebut menunjukkan menyatunya kegiatannya dengan dirinya,
karena kegiatan yang dilakukannya keluar dari hatinya yang sangat dalam.
Pada fasal sebelumnya dia telah menyatakan hal ini: "... Allah adalah
saksiku -Ia mengenal aku- bahwa aku mengasihi kamu" (2 Kor.1: 23; 2:4c).
Karena kasih inilah maka rasul Paulus tidak mau menyakiti hati jemaat dan
rela mencucurkan air mata (2:1-4).

Bukankah kualitas hati seperti ini sangat luar biasa? Adakah bukti lain yang
diperlukan melebihi bukti diri pelayan itu sendiri yang sedemikian mengasihi
jemaatnya? Apa yang terjadi bila sebaliknya, di mana pelayan hanya giat
melayani tanpa kasih, bahkan menjadikan jemaat sebagai sapi perahan? Semoga
Bapa sorgawi senantiasa menjaga dan menguduskan semua pelayanNya sehingga
mereka tetap teguh berdiri di tengah badai, dan tidak menjadi batu
sandungan. Kiranya Dia, yang pada abad lalu telah mengaruniakan
pelayan-pelayan sejati seperti Nomensen ke tanah Batak, Denninger ke Nias,
Joseph Kam ke Maluku, Sadrakh ke Jawa, akan terus mengaruniakannya pada masa
kini.-




Posted by admin on July 17 2007 13:04:090 Comments · 3050 Reads - Print
Comments
No Comments have been Posted.
Post Comment
Please Login to Post a Comment.
Ratings
Rating is available to Members only.

Please login or register to vote.

No Ratings have been Posted.
Login
Username

Password



Not a member yet?
Click here to register.

Forgotten your password?
Request a new one here.
Shoutbox
You must login to post a message.

vicke
02/08/2010 16:38
Datanglah pada ibadah KBD Mg, 5.9.2010, dengan tema: Mengapa Ada Penderitaan. Jam 16.00 di FEUKI Cawang. Pembicara, Pdt. Mangapul Sagala.

vicke
16/05/2010 19:42
IBADAH TINDAK LANJUT KKR ISTORA akan diadakan hari Minggu 6.6.2010 jam 16.00. Ibadah itu akan dimeriahkan oleh pemuji: Drs Bonar Gultom, pencipta lagu Arbab.

Brosur Fellowship Day Alumni II
Cari
Search for:
Articles
News
Forum Posts
Downloads
Web Links
Members
Buku
Image and video hosting by TinyPic
BARU: FIRMAN MENJADI DAGING, Harga Rp 30.000, Dapat dipesan di literatur Perkantas Jakarta. Telp. (021) 3442463-64




Injil dan Adat Batak

Bagaimanakah sikap kita melihat adat Batak sebagai produk budaya leluhur? Bagaimana pandangan Injil Kristus terhadap adat? Apakah Adat Batak bertentangan dengan Injil? Buku ini akan membantu untuk menjawab pertanyaan tersebut dan pertanyaan-pertanyaan lainnya dengan baik, sehingga orang Batak dapat mengambil sikap benar terhadap adat istiadat sebagai produk budaya leluhur. (Junjungan Sipahutar, SH. Ketua Yayasan Binadunia, tinggal di Jakarta)

Warga Batak Kristen perlu memperoleh keyakinan bahwa kehidupan mereka adalah kehidupan yang maradat dalam iman Kristiani. Buku kecil ini menyidik masalah itu dengan intensitas Injil yang amat mendalam dan sangat komprehensif. Kita sambut dengan rasa syukur buku kecil dengan manfaat besar ini, sambil mengucapkan SELAMAT dan SUKSES kepada Pdt. Ir. Mangapul Sagala, D.Th. Tuhan Yesus memberkati. Amen. (Drs. Duaman Panjaitan. Pemimpin Harian Batak Pos, dan tokoh adat Batak, tinggal di Jakarta).

Detil dan pemesanan klik disini

Kristus Pasti Datang

Ada orang yang berani meramalkan waktu kedatangan Kristus, tetapi ada juga yang meragukan kedatangan-Nya. Alkitab mengatakan, peristiwa kedatangan Kristus pasti terjadi, yang tidak pasti adalah waktunya. Buku ini menolong Anda memahami dengan jelas doktrin Alkitabiah mengenai kedatangan Kristus kembali ke dunia.

Detil dan pemesanan klik disini



Keputusan memilih teman hidup merupakan keputusan kedua terpenting setelah memutuskan mengikut Kristus. Prosesnya tidak gampang dan tidak boleh digampangkan. Buku ini memaparkan enam langkah penting sebelum memasuki tahap berpacaran, petunjuk menjalani masa berpacaran hingga memahami makna pernikahan Kristen.

Detil dan pemesanan klik disini



Puji-pujian menempati posisi sangat penting dalam kehidupan dan ibadah orang Kristen. Permasalahannya adalah tidak semua orang memiliki konsep dan pengertian yang benar tentang puji-pujian. Buku ini memberi petunjuk praktis bagi mereka yang rindu memuji Tuhan dengan baik, khususnya bagi para pemimpin pujian, agar dapat meningkatkan kreatifitasnya.

Detil dan pemesanan klik disini

RINGKASAN BUKU

Berpacaran Secara Kristen


Superioritas dan Keistimewaan Alkitab
[ beli disini ]

Petunjuk Praktis Menggali Alkitab


Roh Kudus dan Karunia Roh
[ beli disini ]


Pekabaran Injil Secara Pribadi
[ beli disini ]

Link
Perkantas Nasional
Perkantas Jakarta
Peduli Konseling
Christian Graduate Network
In Christ Net
GoBatak.com

Mailing List
doakanHKBP
ForumBiblika
LK3Online