 | FirmanNya Bergema Kembali
Banyak hal yang membuat kita senang atau bahagia dalam hidup ini. Tentu
hal itu belum tentu sama dalam setiap orang. Bagi saya, hal yang sungguh
membahagiakan adalah ketika merasakan kebenaran dan penggenapan firman
Tuhan terus bergema dalam hidup sehari-hari. Karena itu saya akan
mensharingkan beberapa hal, sebagai 'oleh-oleh' setelah enam bulan
(Maret-Agustus 03) mengadakan research dan mengumpulkan bahan untuk
disertasi di Cambridge-Inggris,:
Pertama, selama di sana, saya teringat firman Tuhan yang mengatakan
bahwa kita harus bekerja selagi siang, karena akan datang malam di mana
tidak seorangpun dapat bekerja (Yoh.9:4). Saya bersyukur bahwa hampir
setiap akhir pekan saya mendapat kesempatan melayani ke berbagai kota
lain di Inggris dan beribadah di berbagai gereja. Betapa menyedihkan
kondisi kekristenan yang saya lihat disana, khususnya kaum muda.
Bangunan gereja memang besar dan memiliki arsitektur yang megah. Namun,
pengunjungnya tidak banyak. Karena itu, tidak heran kalau di gereja yang
besar dan megah itu hanya mengadakan satu kali kebaktian, bahkan
beberapa gereja siap untuk dijual. Sedih menyaksikan kenyataan
orang-orang berkerumun memasuki gereja, tapi bukan untuk beribadah dan
berdoa, tetapi melihat keindahan arsitekturnya. Menurut sebuah hasil
penelitian, orang Kristen di Cambridge yang beribadah rutin tiap hari
Minggu hanya sekitar 5 %!" Melihat kenyataan itu, saya sangat bersyukur
untuk Indonesia. Saya melihat betapa Indonesia dikaruniai Tuhan hati
untuk beribadah dan rindu mendengar firmanNya dan di mana-mana kita
melihat gereja dipenuhi oleh mereka yang rindu berdoa, mendengar firman
dan beribadah menyembah Tuhan. Beberapa gereja malah mengadakan
kebaktian hingga 4-5 kali dalam hari Minggu! Demikian juga di Perkantas,
pembinaan-pembinaan yang dipersiapkan dengan baik, umumnya diikuti oleh
banyak orang. Sungguh sangat bersyukur melihat kenyataan itu. Namun
demikian, timbul pertanyaan dalam hati: "Sampai kapan masa emas ini
demikian?" Karena itulah, firman tsb di atas sungguh berbicara:
Bekerjalah selagi siang. Ya, kita semua: staff, pengurus dan pendukung
harus secara serius meresponi firman Tuhan tersebut. Kita manfaatkan
kesempatan emas ini dengan baik. Marilah kita membina siswa, mahasiswa
(juga alumni) dengan lebih sungguh selama mereka masih terbuka untuk
dibina. Kiranya kita tidak menyesal bila kelak kesempatan emas ini
berlalu, dan kita tidak berbuat apa-apa. Atau berbuat juga, akan tetapi
setengah-setengah hati.
Kedua, saya juga teringat firman Tuhan yang mengatakan bahwa apa yg
ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. (Gal.6:7). Suatu
ketika-ditengah kesedihan melihat kenyataan kekristenan di Inggris,
seseorang menginformasikan kepada saya tentang gereja Saint Andrew the
Great (StAG) di Cambridge yang katanya bagus. Segera saya mencari gereja
tersebut dan menemukannya. Memang benar, gereja tersebut bagus dan
dihadiri oleh +/- 500 orang, penuh di ruang bawah dan di balkon
Gereja yang mengadakan kebaktian 3 kali dalam hari Minggu itu dihadiri
banyak mahasiwa dari Universitas Cambridge. Saya merasakan suasana
kehangatan dan adanya kuasa rohani. Lagu Puji-pujian dinyanyikan dengan
sungguh-sungguh; serasa sedang mengikuti kebaktian kebangunan rohani.
Secara jujur saya mengatakan bahwa suasana pujian sangat menyegarkan
kami yang seminggu sebelumnya lelah secara rohani akibat research yang
cukup berat. Sungguh bersyukur bahwa ternyata di Cambridge, tempatnya
the best students in the world, yang menghasilkan jagoan2 dunia seperti
mantan PM Singapura, Lee Kwan Yu, ada gereja seperti itu. Melihat
banyaknya mahasiswa yang hadir, membuat saya mencari tahu apa
rahasianya. Perlu saya beritahukan bahwa di area tsb, setidaknya
ditemukan enam gereja yang berdekatan satu dengan lainnya, namun gereja
StAG memiliki jemaat terbesar, khususnya dari mahasiwa Cambridge. Dari
apa yang saya dengar, saya menyimpulkan bahwa mereka telah melakukan
segala macam cara untuk membangun jemaat mereka. Mereka bukan saja
sungguh-sungguh dalam doa dan usaha, tetapi juga menggunakan berbagai
macam metode yang baik.Dari segi usaha,mereka tidak hanya menunggu
jemaat datang ke gereja. Tetapi ternyata, mereka memiliki beberapa staff
khusus secara full time yang melayani di berbagai College di Cambridge.
Mereka bahkan mengadakan pembinaan rutin di sebuah Café dekat kampus, di
mana mahasiswa dengan mudah menjangkaunya. Bagi mahasiswa yang pertama
sekali hadir di gereja, mendapat kartu ucapan selamat datang. Mereka
juga akan menerima surat ucapan selamat yang dikirimkan ke tempat
tinggal mereka. Tidak hanya itu, mereka juga akan diajak mengikuti
"International Student Meeting"(dengan topik-topik yang menarik dan
relevan).
Akhirnya, firman Tuhan yang kembali bergema adalah, "Hendaklah
engkau setia sampai mati." (Why.2:10). Firman tersebut muncul ketika
menyaksikan Dr John Stott berkhotbah di All Souls Church, London
Diusianya yang sudah melewati 80-an, dengan suara melemah dan cara
jalannya menuju mimbar kelihatan agak loyo. Namun demikian, kami dapat
menyaksikan kesungguhannya memberitakan ayat-ayat yang barangkali sudah
ratusan atau ribuan kali dikhotbahkannya dalam kurun waktu lebih dari 50
tahun! Betapa bahagianya ketika mendengar beliau berkhotbah tentang
kasih dan pengorbanan Kristus yang merupakan serial khotbah yang
dibawakannya dari Filipi 2. Saya juga sangat bersyukur ketika pada suatu
saat setelah kebaktian, beliau mengajak saya makan siang bersama dengan
orang-orang dekatnya serta menikmati percakapan dengannya. Sekalipun
tenaganya sudah melemah, namun semangatnya untuk sharing sungguh luar
biasa. Secara bergantian beliau mengajak kami berbicara secara intim.
Saya sendiri sungguh terdorong untuk melakukan yang terbaik dalam
research dan pelayanan saya. Setelah makan siang selesai, dalam
perjalanan pulang, muncul kesan yang sangat mendalam terhadap beliau.
Firman Tuhan tersebut di atas bergema di telinga saya, seakan-akan Allah
sendiri bersabda. "Hendaklah engkau setia sampai akhir". Dalam hati saya
berdoa: "Ya Tuhan, buatlah saya dan seluruh rekan2 di Perkantas seluruh
Indonesia, setia sampai akhir untuk melayani Engkau".
Pdt. Ir. Mangapul Sagala, M.Th
Posted by admin on August 24 2005 15:35:11 | 0 Comments · 2950 Reads -  |
|  |