Mangapul Sagala Ministry - Setia Melayani Tuhan Hingga Akhir
MENU UTAMA

Forum Diskusi
Foto Album
Buku Tamu
ARTIKEL INDONESIA

Da Vinci Code [banyak dibaca]

Siapakah Maria Magdalena? [banyak dibaca]

Minyak Urapan [banyak dibaca]


Syukur untuk AnugerahNya - 10 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 9 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 8 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 7 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 6 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 5 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 4 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 3 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 2 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 1 [baru]

Teologia Liberal [baru]

Dasar Yang Kokoh

Mendidik Anak Utuh, Menuai Keluarga Tangguh

Injil Yudas

Hari Pentakosta

Ibadah oleh Benny Hin

Ibadah Penyembuhan ?

Kenaikan Yesus Kristus


Awasilah Dirimu dan Awasilah Ajaranmu

Kristus Bangkit!, Soraklah !

Ekklesiologi (Doktrin Gereja)

Pemborosan Yang Dipuji

Siapakah Yesus Kristus ?

Yesus Sejarah

Yesus Menurut Para Ahli

Gereja dan "Para-Church"

Hubungan PMK dengan Gereja

Alumni yang Sehat dan Melayani

Bagaimana Kristen Berpacaran

Makna Mujizat Dalam Injil Yohanes

Memahami Makna Hidup

Mengetahui Kehendak Allah

Kehidupan Bernegara

FirmanNya Bergema Kembali

Seminar buku Purpose Driven Life (PDL): Penyembahan (Worship)

Kamp Nasional Alumni Perkantas 2005: Sharing Your Faith in the Pluralist Society

Pemimpin Yang Ditolak Allah

Pentingnya KTB

Mengapa Merayakan Natal ?

First Love (Kasih Mula-mula)

Virgin Birth

Yesus dan Pernyataan-pernyataanNya

ELOHIM atau YHWH?

ARTIKEL SERI

Allah Tritunggal

Bidat (Ajaran Sesat)

Otoritas Alkitab

Banyak Jalan Keselamatan

Pengantar Kristologi

Jangan Lupa Getsemani !

Akhir Zaman

Pemimpin Pujian

Eksposisi - Surat Kepada Ketujuh Jemaat di Asia [baru]

Yesus dan Kesaksian Pada DiriNya [baru]

TANYA JAWAB

Tanggapan atas Buku dan email Ioanes Rakhmat[baru]

Surat Penggembalaan Sinode GKI [baru]

Tanggapan 1. Menyikapi Artilkel Ioanes Rakhmat, Kompas 5 Apr [baru]

Tanggapan 2. Menyikapi Artilkel Ioanes Rakhmat, (Usul Seminar) [baru]

Makam Keluarga Yesus, Penemuan Ilmiah ? [baru]

KKR Benny Hinn

Pengakuan Iman Bahasa Batak
CATATAN-CATATAN

Ringkasan seminar oleh Prof. Peter Stuhlmacher (Univ. Tubingen)

Ringkasan Percakapan dengan Prof Peter Stuhlmacher di Fitzwilliam College, Univ. Cambridge.

Wawacancara dengan Prof. Peter Stuhlmacher, dari Univ. Tübingen, Jerman

Ringkasan sambutan dan kesaksian pak Freddy Numberi di KBRI Roma.

ENGLISH

Trinity Theological College (TTC) Chapel: Reflection on Gen.41: 25-57; 1Cor.4: 16.

East Asia Regional Conference: Student Engagement in the Society

A Cry From Christian Students in Indonesia

The significance of the term “Sign” in the Gospel of John

A Life Reflection From Indonesian Ambassador For Italy, General (Ret) Freddy Numberi

Eunice's article: “Finding the Right Answer"

Eunice's article: Counting – Sharing at vesper on 28.3.05

Eunice's article: Salvation from Israel to Israel

Rev. Dr. Gordong Wong: When God Seems like the Enemy

DR. ROBERT SOLOMON

Questions For Life’s Quest

The Shadow and the Reality

KLIPING

Mengapa Ada Penderitaan ? [Sinar Harapan] [baru]

Kasus Setia, Ujian Toleransi [Sinar Harapan] [baru]

Neraka [Sinar Harapan] [baru]

Dosa Para Penguasa [Sinar Harapan]
Membongkar Injil [Sinar Harapan]

Predestinasi [Sinar Harapan]

Sorga, Impian atau Kenyataan ? [Sinar Harapan]

Providentia [Sinar Harapan]

Neo Orthodoxy [Sinar Harapan]

Quo Vadis PGI ? [Sinar Harapan]

Holyland Tour [Sinar Harapan]

Quo Vadis Sekolah Kristen ? [Sinar Harapan]

Bagaimana Berteologi ? [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (2) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (3) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (4) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (5) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (penutup) [Sinar Harapan]

Pendidikan Tanpa Moralitas [Sinar Harapan]

Mengerti Kehendak Tuhan [Sinar Harapan]

Poligami, Mengapa Tidak ? [Sinar Harapan]

Doa Yang Benar ? [Sinar Harapan]

Tidak Terombang-Ambing [Sinar Harapan]

Iman dan Kedaulatan Allah [Sinar Harapan]

Berpuasa Yang Dikehendaki Allah [Sinar Harapan]

Pindah Agama [Sinar Harapan]

Beriman kepada Yesus [Sinar Harapan]

Kristus yang Terutama [Sinar Harapan]

Rahasia Hidup Bahagia [Sinar Harapan]

Memohon "Pasu-pasu" pada "Pesta Bona Taon" [Suara Pembaruan]

Adat Batak Bertentangan Dengan Injil ? [Bahana]

ARTIKEL PENULIS TAMU

Korban Mode Nih Ye...

Peka Budaya

Keteladanan

KUMPULAN LAGU

Mars PO Universitas Indonesia

Siapakah Diri Hamba

Ku Utus Kau untuk Membangun

Aku Ikut Yesus


Daftar Lagu Ciptaan Mangapul Sagala

Gereja dan ‘Para-Church’
Gereja dan ‘Para-Church’
(oleh: Pdt. Mangapul Sagala)

Pengantar:

Tahun yang lalu, di sebuah milis, diperdebatkan atau dipermasalahkan kehadiran persekutuan kampus, atau yang lazim disebut dengan PMK- Persekutuann Mahasiswa Kristen. Memang tidak semua bersikap negative terhadap kehadiran PMK. Beberapa netters melihat kehadiran PMK secara positf, namun ada juga yang bersikap negatif dan sinis. Karena itu, disarankan agar Gereja menertibkan PMK-PMK yang 'liar' tsb.

Dalam keadaan demikian, muncullah diskusi yang sangat hangat tentang apa yang disebut dengan "Gereja" dan bagaimana menilai dan memahami persekutuan-persekutuan seperti PMK -yang dikelola oleh lembaga-lembaga pelayanan- khususnya dalam hubungannya dengan Gereja lokal. Seorang netter, yang juga pendeta dari Gereja tertentu menulis sbb:

"Saya setuju isu "parachurch" penting dibahas. Apakah masih dipertahankan atau tidak, ataukah diganti dengan "intra-church" seperti yang diusulkan sebagian orang. Tapi juga perlu direnungkan apakah persekutuan mahasiswa adalah gereja as such?"

Meresponi diskusi di milis yang pro-kon tsb, saya memberikan sebuah posting yang sifatnya mengajukan pertanyaan2. “Apa yang membuat Gereja disebut Gereja? Kwalitas apa dari essensi Gereja tsb yang tidak dimiliki oleh persekutuan atau PMK? Mengapa PMK atau yayasan pelayanan Kristen seperti Perkantas, LPMI dan sejenisnya hanya disebut sebagai “para-Church” (pendamping Gereja)? Apa yang mendirikan apa? Apakah Gereja yang mendirikan ‘para-Church’, ataukan sebaliknya? Bagaimana dengan sejarah Church planting? Apakah itu semua dimulai oleh Gereja asal, atau juga oleh apa yang disebut dengan “para-Church?” Hal-hal itulah yang mau kita diskusikan di bawah ini, dengan harapan, pemahaman kita akan Gereja dan ‘para-Church’ semakin baik. Dengan demikian, kita dapat menempatkan diri dengan benar.

I. Apa yang dimaksud dengan Gereja?

Kata “Gereja” diterjemahkan dari bahasa Yunani, ekklesia atau dari bahasa Ibrani, qahal. Ekklesia berasal dari dua kata, yaitu “ek” yang berarti keluar dan “kaleo” yang berarti memanggil. Jadi kata tsb berarti orang yang dipanggil keluar, atau kumpulan umat Allah. Menarik sekali untuk mengamati kenyataan ini, bahwa di seluruh Injil, kata ekklesia hanya muncul dalam Injil Matius; itupun hanya dua kali: Mat.16:18 dan Mat.18:17-18. Karena itu, sebagian ahli mencurigai bahwa istilah tsb asli berasal dari Tuhan Yesus. Mereka menganggap bahwa istilah tsb sebagai tambahan yang ditambahkan kemudian oleh Matius. Namun demikian, tuduhan tsb tidak meyakinkan. Kita setuju kepada Guthrie yang menulis bahwa tidak ada alasan yg meyakinkan untuk menyangkal bahwa ucapan tentang ekklesia tsb adalah otentik (Teologia PB, vol.3, hal. 34).

Jika kita menyoroti Injil Yohanes, maka Yohanes tidak menyinggung secara langsung mengenai jemaat atau Gereja. Namun demikian, itu tidak berarti bahwa dalam Injil ini tidak ada ide tentang Gereja. Kelihatannya, Injil Yohanes menghindari usaha-usaha untuk mensakralkan institusi Gereja. Hal itu disebabkan bahwa Yesus adalah pusat ibadah. Kata “bait Allah” di dalam Injil ini mengacu kepada diriNya (1:14; 2:19). Jadi, dalam Injil Yohanes sangat jelas dinyatakan bahwa ibadah tidak lagi diikat oleh tempat; seperti orang Samaria yang beribadah di gunung Gerizim atau orang Yahudi di Yerusalem (lihat Yoh.4:21). Mengapa? Karena menurut Yesus, “Waktunya sedang datang (the time is coming) dan sudah tiba (Yun: kain nun estin) bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Allah di dalam Roh. Allah itu Roh, barangsiapa beribadah kepadaNya harus beribadah dalam Roh dan kebenaran” (4:23-24). Karena itu, menarik sekali mengamati bagaiman Injil Yohanes memberi gambaran lain tentang Gereja, yaitu sebagai komunitas orang percaya. Karena itu, dalam Injil ini kita menemukan:

a. Gembala dan kawanan domba (10).

Bandingkan hal ini dengan Jer.23:1 dan Yehez.34:11

b. Pokok anggur dan ranting2nya (Yoh.15)

c. Konsep kesatuan umat (17:22)

Gambaran tsb di atas menunjukkan satu hal yang sangat jelas, yaitu adanya relasi yang hidup antara umat dan Tuhan. Tanpa Tuhan Yesus, sebagai Gembala maka seluruh kawanan akan tersesat dan dimakan oleh serigala yang buas. Tanpa Yesus sebagai Pokok Anggur, maka tidak ada ranting yang dapat hidup dan berbuah. Dengan perkataan lain, Injil Yohanes tidak mengenal adanya anggota jemaat tanpa pertobatan, tanpa relasi dan pertumbuhan yang hidup. Tuhan Yesus menegaskan bahwa ranting tidak cukup hanya berbuah, tetapi harus berbuah BANYAK (15:8). Itulah satu2nya cara memuliakan Bapa dan dikenal oleh semua orang sebagai murid2 Yesus. (15:8)

Jika kita beralih kepada Rasul Paulus, maka dalam surat-suratnya kita melihat dia menuliskan berbagai konsep tentang Gereja. Gambaran tentang relasi yang hidup tsb di atas juga terlihat dengan jelas, seperti hubungan antara kepala dan tubuh, di mana Yesus digambarkan sebagai kepala dan jemaat sebagai tubuhNya. Dengan demikian, tubuh tanpa kepala jelas akan mengalami kematian. Demikianlah vitalnya hubungan antara jemaat dengan Tuhan Yesus. Rasul Palus menggambarkan Gereja antara lain sebagai:

a. Gereja sebagai kelompok orang percaya di kota tertentu (1Kor.1:2; II Kor.1:1; Gal.1:2 dan I Tes.1:1).

b. Gereja sebagai kumpulan orang percaya di rumah-rumah (Ro.16:5; 1Kor.16:19; Kol.4:15).

c. Gereja sebagai kelompok orang percaya di seluruh dunia, yang dibangun di atas pengajaran nabi dan para rasul (Ef.1:22; Kol.1:18).


II. Dua Model Gereja: Modality dan Sodality

Dalam membicarakan Gereja di dalam Perjanjian Baru, Ralph Winter menulis artikel yang sangat menarik. Dalam buku tsb[1], Winter membahas adanya “The Two Structures of God’s Redemptive Mission”, dua model Gereja yang menjadi alat di tangan Allah untuk menyelamatkan umatNya. Winter memulai dengan Synagoge sebagai model yang pertama.[2] Menurut Winter, model inilah yg kemudian terus berkembang, yg disebutnya sebagai a congregational structure. Itulah yg kemudian disebutnya sebagai model Modality. Inilah yg oleh Winter pada umumnya dikenal sebagai Gereja lokal dalam Perjanjian Baru.

Selain model Modality tsb, kemudian Winter membahas model yg kedua, yang disebutnya sebagai model Sodality. Mengenai model ini dia menulis: "There is a second, quite a different structure in the New Testament context..."[3] Di situlah dia bicara kenyataan hadirnya Paulus dan teamnya. Memang Winter mengakui bhw sedikit yg kita ketahui ttg struktur tsb. Tapi team yg kecil tsb disebutnya sbg, "it was also dependent, from time to time, not alone apon the Antioch church, but upon other churches..." Untuk tidak meremehkan team pelayanan yg kecil tsb, kemudian dia menegaskan, "Paul's team may certainly considered a structure".

Kelihatannya ada orang tertentu yg kurang mengakui team Paulus tsb (model sodality). Mengapa? Mungkin karena team penginjilan itu kecil dan strukturnya tidak jelas. Krn itu, kemudian dia menegaskan: "While its design and form is not made concrete for us on the basis of remaining documents, neither, of course is the structure of a New Testament congregation defined concretely for us in the pages of the New Test." Saya setuju dengan pernyataan tsb bahwa berdasarkan Alkitab, kita tidak menemukan bagaimana seharusnya struktur Gereja tsb. Itulah sebabnya ketika soal bentuk struktur jemaat atau Gereja tidak jelas ditulis dlm Perjanjian Baru, maka kemudian Winter menulis, "In both cases, the absence of any such definition implies the preexistence of a commonly understood pattern of relationship, whether in the case of THE CONGREGATIONAL structure or MISSIONARY BAND structure..."[4] Jadi perhatikan kutipan tsb, di mana Winter melihat keduanya sebagai Gereja dgn pattern yg berbeda. Kedua struktur Gereja itu memiliki pola relasi yg berbeda (pattern of Relationship), itulah yg dia sebut dgn "THE CONGREGATIONAL structure or MISSIONARY BAND structure..." Inilah yg kemudian dia sebut sebagai "the two redemptive structure in the New Testament Times"[5]

Jadi, pola seperti itu jugalah yg dia bahas ketika kemudian Winter membahas ttg "The Early Development of Christian Structures within Roman Culture"[6] Selanjutnya, dia secara eksplisit membahas soal modality dan sodality pada hal.224.kol.1-226.kol.1. Di sini Winter kembali membahas dua model dalam Gereja Roma Katolik, yaitu "monastic" (sodality) dan "diocesan" (modality). Pada bagian tsb, Winter memberi contoh yg menarik, yaitu Gereja Mennonite dan Bala Keselamatan yg dia tulis dgn " a 'pure' Church, or what is often called a 'believes' church".[7] Saya katakan menarik, krn di sini pembahasan ttg Gereja dengan dua model atau struktur yg disodorkan Winter tdk sepenuhnya tepat jika diterapkan dgn Gereja tsb. Mengapa? Krn menurut Winter, struktur Gereja tsb ada sbg campuran antara "modality" dan "sodality". Winter menulis: "Such a structure stands, in certain sense, midway between a modality and a sodality since it has the constituency of the modality (involving full families) and yet, in its earlier years, may have the vitality and selectivity of a sodality".[8]


III. Karakteristik Modality dan Sodality:

Setelah melihat kedua model tsb di atas, kita dapat melihat karakteristik dari model Modality dan Sodality. Secara umum dapat dikatakan bahwa model Modality memiliki karakteristik sbb:

1. Anggotanya umumnya memiliki satu Gereja pada saat yang sama.

2. Anggotanya umumnya memiliki satu Gereja selama hidupnya.

3. Anggotanya umumnya bersifat lokal/territorial

4. Keanggotaannya bersifat inklusif, dari berbagai usia.

5. Bersifat denominasi tertentu.


Sedangkan karakteristik model Sodality adalah:

1. Anggotanya dapat memiliki lebih dari satu sodality

2. Sodality cenderung mengembangkan atau menuntut loyalitas yang kuat.

3. Anggotanya terdiri dari orang-orang yang memiliki loyalitas yang kuat

4. Memiliki visi dan semangat yang kuat

5. Bersifat interdenominasi.


IV. Hubungan antara Modality dan Sodality

Dalam artikel tsb, kita menemukan kritikan terselubung dari Winter, yaitu perlakuan tidak fair terhadap model sodality tsb. Hal itu terlihat jelas dlm halaman2 artikel Winter selanjutnya ketika dia membahas ttg "The Protestant Recovery of the Sodality" (226-227), dan "The Contemporary Misunderstanding of the Mission Sodality" (227-229). Pada bagian recovery dari sodality tsb, Winter kembali mengangkat sodality melalui peranan Gereja2 yg bertradisi pietis (tradisi menekankan hidup kudus). "The pietist tradition, in every new emergence of its force, was very definitely a sodality...comitting themselves to a new beginnings and higher goals as Christians... "[9]

Kelihatannya Winter yg sedemikian mengangkat Gereja model Sodality tsb kwatir juga bhw dia disalah mengerti. Karena itu, saya mengerti ketika di dalam kesimpulan dia membalance pandangannya dgn mengatakan bhw maksud tulisannya bukan utk meremehkan atau mengatakan bhw model jemaat lokal (modality) tidak penting. Winter menulis: " The modality structure ... is a significant and absolutely essential structure."[10] Jadi, ketika orang2 yang menekankan model modality meremehkan model sodality, kesalahan yang sama harus dihindari, yaitu ketika mereka yang berada di model sodality tidak lagi bersikap benar terhadap model modality. Setelah menyebut pentingnya modality tsb, kemudian Winter menutup artikel tsb dengan kalimat berikut:

"All that is attempted here is to explore some of the historical patterns which make clear that God, through His Holy Spirit, has clearly and consistently used a structure OTHER than (and sometimes instead of) the modality structure."[11] Selanjutnya Winter menyerukan, "It is our attempt here to help church leaders and others to understand the legitimacy of BOTH structures, and the necessity for both structures not only exist but to work together harmoniously for the fulfilment of the Great Comission..."

Dalam pertemuan IFES sedunia 4-11 Juli 2004 yl di Amsterdam (sy ikut hadir) memang terus ditegaskan akan komintment terhadap Gereja lokal (modality). Jadi IFES melihat dirinya sebagai satu kelompok khusus yg dipanggil oleh Allah utk memenangkan kaum intelektual dunia bagi Allah. Kelihatannya IFES akan terus melihat model Modality dan Sodality sbg dua model keteraturan yg sangat baik utk dipelihara. Jadi sekalipun staf IFES di seluruh dunia (termasuk di Indo) kadang2 dianggap oleh org tertentu sbg pelayan (hamba Tuhan kelas dua atau kelas berapalah) hal itu dilihat (termasuk) harga yg harus dibayar dalam penyerahan itu.

Kesimpulan

Menarik untuk diamati bahwa sepanjang sejarah Gereja, Modality dan Sodality Church telah exist secara bersama sama, saling menolong utk tujuan yg sama. Kita yakin bahwa Roh Allah sendiri yang terus bekerja sedemikian rupa di dalam GerejaNya. Karena itu, biarlah kita juga secara bijaksana menyikapi kedua model tsb sebagai alat Tuhan yang saling memerlukan dan tolong menolong dalam mewujudkan misi penyelamatan sedunia (global mission). Soli Deo gloria.-


[1] Ralph D. Winter. Perspectives on the World Christian movement: a reader (Pasadena,CA: William Carey Library, 1999), hal. 220-230.

[2] Ibid, hal.220.

[3] Ibid, hal. 221.

[4] Ibid.

[5] Ibid.

[6] Ibid, 222-4.

[7] Ibid, 226.

[8] Ibid.

[9] Ibid, 226.

[10] Ibid, 229.

[11] Ibid.

Posted by admin on August 25 2005 15:42:290 Comments · 3870 Reads - Print
Comments
No Comments have been Posted.
Post Comment
Please Login to Post a Comment.
Ratings
Rating is available to Members only.

Please login or register to vote.

No Ratings have been Posted.
Login
Username

Password



Not a member yet?
Click here to register.

Forgotten your password?
Request a new one here.
Shoutbox
You must login to post a message.

vicke
02/08/2010 16:38
Datanglah pada ibadah KBD Mg, 5.9.2010, dengan tema: Mengapa Ada Penderitaan. Jam 16.00 di FEUKI Cawang. Pembicara, Pdt. Mangapul Sagala.

vicke
16/05/2010 19:42
IBADAH TINDAK LANJUT KKR ISTORA akan diadakan hari Minggu 6.6.2010 jam 16.00. Ibadah itu akan dimeriahkan oleh pemuji: Drs Bonar Gultom, pencipta lagu Arbab.

Brosur Fellowship Day Alumni II
Cari
Search for:
Articles
News
Forum Posts
Downloads
Web Links
Members
Buku
Image and video hosting by TinyPic
BARU: FIRMAN MENJADI DAGING, Harga Rp 30.000, Dapat dipesan di literatur Perkantas Jakarta. Telp. (021) 3442463-64




Injil dan Adat Batak

Bagaimanakah sikap kita melihat adat Batak sebagai produk budaya leluhur? Bagaimana pandangan Injil Kristus terhadap adat? Apakah Adat Batak bertentangan dengan Injil? Buku ini akan membantu untuk menjawab pertanyaan tersebut dan pertanyaan-pertanyaan lainnya dengan baik, sehingga orang Batak dapat mengambil sikap benar terhadap adat istiadat sebagai produk budaya leluhur. (Junjungan Sipahutar, SH. Ketua Yayasan Binadunia, tinggal di Jakarta)

Warga Batak Kristen perlu memperoleh keyakinan bahwa kehidupan mereka adalah kehidupan yang maradat dalam iman Kristiani. Buku kecil ini menyidik masalah itu dengan intensitas Injil yang amat mendalam dan sangat komprehensif. Kita sambut dengan rasa syukur buku kecil dengan manfaat besar ini, sambil mengucapkan SELAMAT dan SUKSES kepada Pdt. Ir. Mangapul Sagala, D.Th. Tuhan Yesus memberkati. Amen. (Drs. Duaman Panjaitan. Pemimpin Harian Batak Pos, dan tokoh adat Batak, tinggal di Jakarta).

Detil dan pemesanan klik disini

Kristus Pasti Datang

Ada orang yang berani meramalkan waktu kedatangan Kristus, tetapi ada juga yang meragukan kedatangan-Nya. Alkitab mengatakan, peristiwa kedatangan Kristus pasti terjadi, yang tidak pasti adalah waktunya. Buku ini menolong Anda memahami dengan jelas doktrin Alkitabiah mengenai kedatangan Kristus kembali ke dunia.

Detil dan pemesanan klik disini



Keputusan memilih teman hidup merupakan keputusan kedua terpenting setelah memutuskan mengikut Kristus. Prosesnya tidak gampang dan tidak boleh digampangkan. Buku ini memaparkan enam langkah penting sebelum memasuki tahap berpacaran, petunjuk menjalani masa berpacaran hingga memahami makna pernikahan Kristen.

Detil dan pemesanan klik disini



Puji-pujian menempati posisi sangat penting dalam kehidupan dan ibadah orang Kristen. Permasalahannya adalah tidak semua orang memiliki konsep dan pengertian yang benar tentang puji-pujian. Buku ini memberi petunjuk praktis bagi mereka yang rindu memuji Tuhan dengan baik, khususnya bagi para pemimpin pujian, agar dapat meningkatkan kreatifitasnya.

Detil dan pemesanan klik disini

RINGKASAN BUKU

Berpacaran Secara Kristen


Superioritas dan Keistimewaan Alkitab
[ beli disini ]

Petunjuk Praktis Menggali Alkitab


Roh Kudus dan Karunia Roh
[ beli disini ]


Pekabaran Injil Secara Pribadi
[ beli disini ]

Link
Perkantas Nasional
Perkantas Jakarta
Peduli Konseling
Christian Graduate Network
In Christ Net
GoBatak.com

Mailing List
doakanHKBP
ForumBiblika
LK3Online