Mangapul Sagala Ministry - Setia Melayani Tuhan Hingga Akhir
MENU UTAMA

Forum Diskusi
Foto Album
Buku Tamu
ARTIKEL INDONESIA

Da Vinci Code [banyak dibaca]

Siapakah Maria Magdalena? [banyak dibaca]

Minyak Urapan [banyak dibaca]


Syukur untuk AnugerahNya - 10 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 9 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 8 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 7 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 6 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 5 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 4 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 3 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 2 [baru]

Syukur untuk AnugerahNya - 1 [baru]

Teologia Liberal [baru]

Dasar Yang Kokoh

Mendidik Anak Utuh, Menuai Keluarga Tangguh

Injil Yudas

Hari Pentakosta

Ibadah oleh Benny Hin

Ibadah Penyembuhan ?

Kenaikan Yesus Kristus


Awasilah Dirimu dan Awasilah Ajaranmu

Kristus Bangkit!, Soraklah !

Ekklesiologi (Doktrin Gereja)

Pemborosan Yang Dipuji

Siapakah Yesus Kristus ?

Yesus Sejarah

Yesus Menurut Para Ahli

Gereja dan "Para-Church"

Hubungan PMK dengan Gereja

Alumni yang Sehat dan Melayani

Bagaimana Kristen Berpacaran

Makna Mujizat Dalam Injil Yohanes

Memahami Makna Hidup

Mengetahui Kehendak Allah

Kehidupan Bernegara

FirmanNya Bergema Kembali

Seminar buku Purpose Driven Life (PDL): Penyembahan (Worship)

Kamp Nasional Alumni Perkantas 2005: Sharing Your Faith in the Pluralist Society

Pemimpin Yang Ditolak Allah

Pentingnya KTB

Mengapa Merayakan Natal ?

First Love (Kasih Mula-mula)

Virgin Birth

Yesus dan Pernyataan-pernyataanNya

ELOHIM atau YHWH?

ARTIKEL SERI

Allah Tritunggal

Bidat (Ajaran Sesat)

Otoritas Alkitab

Banyak Jalan Keselamatan

Pengantar Kristologi

Jangan Lupa Getsemani !

Akhir Zaman

Pemimpin Pujian

Eksposisi - Surat Kepada Ketujuh Jemaat di Asia [baru]

Yesus dan Kesaksian Pada DiriNya [baru]

TANYA JAWAB

Tanggapan atas Buku dan email Ioanes Rakhmat[baru]

Surat Penggembalaan Sinode GKI [baru]

Tanggapan 1. Menyikapi Artilkel Ioanes Rakhmat, Kompas 5 Apr [baru]

Tanggapan 2. Menyikapi Artilkel Ioanes Rakhmat, (Usul Seminar) [baru]

Makam Keluarga Yesus, Penemuan Ilmiah ? [baru]

KKR Benny Hinn

Pengakuan Iman dan Doa Bapa Kami (Bahasa Batak)
CATATAN-CATATAN

Ringkasan seminar oleh Prof. Peter Stuhlmacher (Univ. Tubingen)

Ringkasan Percakapan dengan Prof Peter Stuhlmacher di Fitzwilliam College, Univ. Cambridge.

Wawacancara dengan Prof. Peter Stuhlmacher, dari Univ. Tübingen, Jerman

Ringkasan sambutan dan kesaksian pak Freddy Numberi di KBRI Roma.

ENGLISH

Trinity Theological College (TTC) Chapel: Reflection on Gen.41: 25-57; 1Cor.4: 16.

East Asia Regional Conference: Student Engagement in the Society

A Cry From Christian Students in Indonesia

The significance of the term “Sign” in the Gospel of John

A Life Reflection From Indonesian Ambassador For Italy, General (Ret) Freddy Numberi

Eunice's article: “Finding the Right Answer"

Eunice's article: Counting – Sharing at vesper on 28.3.05

Eunice's article: Salvation from Israel to Israel

Rev. Dr. Gordong Wong: When God Seems like the Enemy

DR. ROBERT SOLOMON

Questions For Life’s Quest

The Shadow and the Reality

KLIPING

Mengapa Ada Penderitaan ? [Sinar Harapan] [baru]

Kasus Setia, Ujian Toleransi [Sinar Harapan] [baru]

Neraka [Sinar Harapan] [baru]

Dosa Para Penguasa [Sinar Harapan]
Membongkar Injil [Sinar Harapan]

Predestinasi [Sinar Harapan]

Sorga, Impian atau Kenyataan ? [Sinar Harapan]

Providentia [Sinar Harapan]

Neo Orthodoxy [Sinar Harapan]

Quo Vadis PGI ? [Sinar Harapan]

Holyland Tour [Sinar Harapan]

Quo Vadis Sekolah Kristen ? [Sinar Harapan]

Bagaimana Berteologi ? [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (2) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (3) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (4) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (5) [Sinar Harapan]

Kehidupan Seorang Pelayan (penutup) [Sinar Harapan]

Pendidikan Tanpa Moralitas [Sinar Harapan]

Mengerti Kehendak Tuhan [Sinar Harapan]

Poligami, Mengapa Tidak ? [Sinar Harapan]

Doa Yang Benar ? [Sinar Harapan]

Tidak Terombang-Ambing [Sinar Harapan]

Iman dan Kedaulatan Allah [Sinar Harapan]

Berpuasa Yang Dikehendaki Allah [Sinar Harapan]

Pindah Agama [Sinar Harapan]

Beriman kepada Yesus [Sinar Harapan]

Kristus yang Terutama [Sinar Harapan]

Rahasia Hidup Bahagia [Sinar Harapan]

Memohon "Pasu-pasu" pada "Pesta Bona Taon" [Suara Pembaruan]

Adat Batak Bertentangan Dengan Injil ? [Bahana]

ARTIKEL PENULIS TAMU

Korban Mode Nih Ye...

Peka Budaya

Keteladanan

KUMPULAN LAGU

Mars PO Universitas Indonesia

Siapakah Diri Hamba

Ku Utus Kau untuk Membangun

Aku Ikut Yesus


Daftar Lagu Ciptaan Mangapul Sagala

Bagaimana Kristen Berpacaran
Bagaimana Kristen Berpacaran
(Kutipan buku. Penulis: Mangapul Sagala)

Pengantar:

Setelah kembali dari Singapura pada tahun 1991, saya sangat menikmati
perbincangan dengan sahabat dan teman-teman lama. Dari perbincangan
tersebut, salah satu pertanyaan yang sering saya tanyakan kepada mereka
adalah, "Kapan menikah?" Yang menarik adalah mendengar jawaban dari
kebanyakan mereka. "Ah si Abang, boro-boro menikah, calon aja belum
punya; cepat banget menikahnya?" Mendengar jawaban ini saya lanjutkan,
"Ha? Terlalu cepat menikah? Umurmu sudah berapa tahun?" Ada yang
menjawab, 27; 28 atau 29 tahun. Gawat, pikirku. Memang inilah rupanya
gejala umum pemuda kita. Saya jadi teringat ketika masih studi di
Trinity Theological College, ada dosen saya orang Amerika yang ketika
itu (tahun 1991)umurnya baru 36 tahun, tapi putrinya sudah SMP.
Sedangkan saya sendiri hanya setahun lebih muda dari padanya, anak saya
ketika itu didaftarkan di Taman Kanak-kanak pun belum diterima.

Terus terang, saya memang 'menyesali' waktu pernikahan saya yang
'terlambat'. Tapi, ketika saya berumur 27 tahun, saya pernah
mengungkapkan keinginan saya dengan bercanda kepada teman bahwa saya
akan menikah. Tahu reaksi mereka? Sebagian besar mentertawakan. "Ha? Mau
menikah? Cepat amat?" Seorang yang saya anggap sebagai kakak rohani
bernyanyi mendengar hal itu sambil ngeledek, "Too young to be married."
Itulah sebabnya saya pun merasa sejahtera untuk 'tidak terburu-buru.'
untuk menikah. Tokh saya berpikir bahwa lingkungan mengajarkan demikian.
Tetapi kemudian saya baru menyadari bahwa dilihat dari banyak segi,
pandangan tersebut tidaklah benar. Khususnya, ditinjau dari segi anak.
Tegakah kita 'menelantarkan' anak-anak kita oleh karena kita
dipensiunkan sementara mereka saat itu justru sedang membutuhkan kita?

Mengapa menunda-nunda pernikahan? Kalau ditanyakan mengapa orang
tersebut belum menikah, jawabannya bervariasi. Ada yang mengatakan
'belum siap'. Apanya yang belum siap? Materi? Kalau seorang belum
bekerja, jawaban tersebut wajar. Tetapi, kalau sudah, mengapa belum?
Saya kuatir ada orang yang memiliki konsep bahwa menikah harus dengan
cara begini begitu. Misalnya harus di tempat bergengsi yang menampung
sekian ratus bahkan sekian ribu orang. Menikah harus memiliki rumah
sendiri dan seterusnya. Kalau begitu, kita telah merusak pernikahan
tersebut. Karena kita telah menjadikan moment pernikahan menjadi arena
bergengsi-gengsian! Bila hal ini terjadi pada mereka yang belum menjadi
anak Tuhan (baca: belum mengenal ajaran Kristus) maklum sajalah. Tapi,
kalau terjadi pada anak-anak Tuhan, mantan anak-anak PSK (Persekutuan
Siswa Kristen), atau PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen), wah gawat!
Rupanya, gengsi masih cukup menguasai hidup anak-anak Tuhan. Tidak heran
jika dalam hidup persekutuan pun, khususnya di persekutuan alumni,
kelihatannya, tanda hidup bergengsi-gengsian itu pun telah masuk
(diimport dari dunia ini).

Sekali waktu saya bertemu anak Tuhan, seorang alumni yang sudah bekerja
dengan gaji di atas rata-rata. Dia pergi ke kantor dengan kendaraan
pribadi. Alumni tersebut sudah cukup lama punya pacar. Suatu kali saya
bertemu dengannya dan menanyakan, "Kapan menikah?" "Tunggu, masih lama,
belum siap," katanya. Lalu saya ajak dia terus mendiskusikan hal
tersebut. Ternyata, dibalik alasan tersebut, keberatan sesungguhnya
adalah karena ayahnya tidak ingin menikahkan dia dengan acara sederhana.
Ayahnya ingin acara besar yang memerlukan dana besar pula. Lalu saya
berkata dalam hati, "Sayang juga kamu menunda-nunda pernikahanmu
bertahun-tahun hanya karena sekedar ingin memuaskan ambisi (gengsi)
ayahmu untuk satu hari saja!"

Mengapa menunda-nunda pernikahan? Ataukah belum siap dari segi karakter
atau rohani? Seperti pengakuan orang lain lagi kepada saya. Kalau
begitu, "Apa yang selama ini dilakukan dalam pacaran? Seharusnya saat
berpacaran itu diisi dengan penyesuaian dan pembinaan karakter dan
kerohanian. Inilah tujuan berpacaran menurut saya, sebagaimana nanti
kita lihat pada bab berikutnya. Tapi, saya juga kuatir ada yang
beranggapan bahwa sebelum menikah keduanya mesti benar-benar cocok.
Kalau begitu, Anda keliru. Masa pernikahan merupakan masa saling belajar
dan saling menyesuaikan diri. Karena itu, saya setuju pendapat yang
mengatakan bahwa dalam hal pernikahan, "It's a learning process." Jika
kita memiliki pandangan seperti tersebut di atas, menurut pengamatan
saya, tidak akan pernah seseorang benar-benar cocok dengan partnernya.
Pasti akan ada segi-segi tertentu yang membuat kurang cocok. Maka
sebenarnya yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk mengasihi partner
masing-masing sebagaimana dia ada, atau dengan apa adanya. Selanjutnya
dalam proses pernikahan, dituntut kemauan dan kemampuan untuk belajar
saling membina partner masing-masing. Jadi, bila seseorang tidak berani
menikah karena belum benar-benar cocok, itu sudah salah. Sampai kapan
Anda merasa cocok? Tentu saja saya tidak bermaksud untuk menganjurkan
pernikahan bagi mereka yang baru pacaran satu minggu atau satu bulan.
Bagi mereka yang baru pacaran, tentu saja belum memiliki pengenalan yang
cukup terhadap partner masing-masing.

Ataukah penundaan itu karena memang belum mendapatkan calon yang dapat
dijadikan teman hidup? Mengapa belum? Masih terlalu muda? Benarkah
demikian? Sudah berapa usia saudara sekarang? Kalau usia saudara sudah
di atas 20 tahun (untuk perempuan) atau 22 tahun (untuk pria) sudah
saatnya saudara berpacaran. Atau barangkali saudara sulit memulai
bagaimana menggumuli calon teman hidup saudara? Kalau demikian, kita
akan membahas hal itu di bawah ini.

Saya menyarankan ada enam langkah untuk menggumuli calon teman hidup.

Pertama, mendoakan.
Segala sesuatu dalam hidup kita harus dimulai dengan doa, terlebih lagi
masalah teman hidup. Anehnya, ada orang yang malu atau tidak mau
mendoakan masalah ini. Padahal, hal-hal
lain seperti ujian, mencari pekerjaan, mereka berdoa dengan
sungguh-sungguh. Mengapa ya? Apakah hal calon teman hidup ini kurang
penting didoakan? Atau hal itu kurang rohani? Menurut pendapat saya hal
ini malah sangat penting untuk didoakan dan sangat rohani. Itulah
sebabnya pada saat retret atau Bible Camp, saya berdoa agar kalau Tuhan
berkenan, ada follow up Bible Camp tersebut dalam hal menggumuli calon
teman hidup. Saya bahkan mendorong peserta retret untuk peka terhadap
pimpinan Tuhan akan hal itu. Tentu saja, itu dapat menjadi akibat, bukan
tujuan. Karena Tuhan Yesus sendiri bersabda: "Carilah dahulu kerajaan
Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Di negara kita, wanita memang agak ditabukan bila terlalu agresif dan
terlalu berinisiatif. Tapi tidak salah mendoakannya secara serius,
bukan? Wanita bisa berdoa kira-kira demikian, "Ya Bapa,
tunjukkanlah padaku siapa yang telah Tuhan sediakan. Tolonglah agar
hamba peka dan tahu. Pertemukan dia dengan hambaMu ini." Hal itu jugalah
yang saya lakukan sebelum berpacaran. Salah satu doa saya sebelum
menemukan calon adalah, "Ya Bapa, jadikan kami seperti magnit
dengan dua kutub yang saling tarik menarik. Tetapi tutuplah dan
angkatlah perasaan cinta terhadap siapapun yang bukan dari Tuhan."
Mungkin ada yang bertanya, "Sampai berapa lama tahap mendoakan ini
dilakukan? Satu minggu? Satu bulan? Satu tahun?" Berdoalah dalam waktu
yang cukup lama dan perhatikan suasana hatimu kepada seseorang yang
digerakkan Tuhan secara lebih khusus.

Kedua, meyakini.
Setelah saudara berdoa cukup lama, diharapkan Allah memberi keyakinan
dalam diri saudara. Maka saudara harus yakin bahwa itu adalah pilihan
Tuhan, bukan sekedar keinginan diri sendiri atau karena kecantikan
wajahnya. Karena itu, dalam masa ini, saudara dapat berdoa kira-kira
demikian, "Ya Bapa, bila orang ini adalah dariMu, peliharalah perasaan
hati saya kepadanya dan alihkan dari orang lain." Keyakinan tersebut
perlu dievaluasi. Setelah yakin, apakah itu berarti si dia akan berespon
positif terhadap cintamu kepanya? Jawabnya, belum tentu. Malah bisa
terjadi sebaliknya. Karena itu, meskipun memperhatikan respon si dia
tersebut penting, jangan terlalu bersandar pada responnya. Mengapa?
Karena bisa saja dia sedang salah menggumuli orang lain. Atau reaksinya
tidak jujur. Itulah kenyataan yang cukup sering terjadi. Karena ada
orang yang menunjukkan sikap negatif terhadap orang yang dia cintai.
Dalam konseling, seorang pria berkata kepada saya, "Justru kalau tidak
ada perasaan cinta, saya lebih bebas dan bertindak lebih hangat seperti
ada apa-apanya. Tapi kepada orang yang saya cintai, aduh, grogi, kaku.
Pernah sekali, saya dengan teman menyeberang jalan. Salah seorang di
antara teman yang menyeberang itu adalah orang di mana saya sedang jatuh
cinta. Ketika sedang menyeberang jalan, saya malah menjauhi dia dan
pura-pura akrab dengan perempuan lain."

Lain lagi dengan masalah wanita. Mereka memang agak kurang berani
menyatakan perasaannya. Kelihatannya tidak jujur dalam responnya.Seorang
pernah berkata, "Justru di situlah letak perbedaan wanita dengan seorang
diplomat. Bagi seorang diplomat, mengatakan, "yes" bisa
berarti "may be", dan mengatakan, "may be" bisa berarti "no". Karena
seorang diplomat tidak akan pernah terlalu berterus terang dalam
jawabannya dengan mengatakan "no" atau tidak terhadap sesuatu hal. Bila
dia terlalu terus terang seperti itu, dan berkata "no", maka berhentilah
dia sebagai diplomat. Sebaliknya dengan wanita. Perkataan "no" bisa
berarti "may be", sedangkan "may be", bisa berarti "yes". Dan kalau dia
mengatakan "yes," maka dia berhenti menjadi seorang
wanita. Itulah sebabnya kalau seorang wanita ditanya oleh seorang
temannya tentang perasaan dia terhadap seorang pria tertentu, dia bisa
menjawab "may be" (ya, kali) untuk seseorang yang sedang dia sukai.

Kembali kepada keyakinan tersebut di atas, kalau saudara telah memiliki
keyakinan terhadap seseorang, maka ujilah keyakinan tersebut dalam doa
di hadapan Tuhan. Kalau Tuhan ternyata meneguhkan, bersyukurlah dan
mohon agar Tuhan memelihara keyakinan tersebut. Kiranya saudara tetap
setia, sekalipun si dia kelihatan belum berespon positif terhadap
perasaan cinta saudara, dan malah semakin menjauh. Lalu berdoalah agar
Tuhan menyatakan pimpinanNya pada si dia sebagaimana Tuhan telah
memimpin saudara. Doakanlah agar pada waktunya Tuhan membawa dia kepada
saudara. Mungkinkah? Benarkah sikap demikian? Mungkin dan benar. Sudah
banyak contoh terjadi.

Suatu kali Nuni (bukan nama sesungguhnya) datang konseling kepada saya
mengenai hal ini. Dia menceritakan seseorang yang telah berdoa untuk
calon teman hidupnya (seseorang itu sebenarnya dirinya sendiri, tapi dia
memakai bentuk ketiga). Lalu dia melanjutkan bahwa kelihatannya Tuhan
menjawab dan memberikan keyakinan terhadap si Dodi (juga bukan nama
sesungguhnya). Namun, apa yang terjadi? Ternyata Dodi tidak memberi
respon positif kepadanya. Malahan Dodi tersebut
mencintai Shinta (sebutlah namanya demikian) dan sedang mencoba
mendekatinya. Nuni menge-tahui hal itu, karena Shinta adalah teman
baiknya. Lalu dalam konseling dia bertanya kepada saya, "Apakah
seseorang tersebut harus terus mendoakan Dodi atau meninggalkannya?"
Jawab saya ketika itu adalah, "Ujilah keyakinan yang sudah dimiliki,
apakah benar-benar perasaan itu merupakan pimpinan Tuhan, atau karena
keinginan diri sendiri. Kalau karena keinginan diri semata, mundurlah
dan mohon kekuatan dari Tuhan untuk melupakannya. Tapi, kalau memang
benar-benar dari Tuhan, tetaplah setia mendoakannya dan memberi
perhatian sewajarnya." Apa yang terjadi kemudian? Hasilnya, ternyata
keyakinan itu benar, karena selang beberapa waktu Dodi mulai memberi
perhatian kepadanya. Hal itu terjadi karena kemudian Dodi menyadari
bahwa Shinta bukanlah jawaban Tuhan atas pergumulannya. Mereka ini
kemudian menjalani masa berpacaran dan menikah dengan baik, serta telah
dikaruniai anak.

Ketiga, menjalin relasi secara diam-diam.
Tahap kedua tersebut di atas (keyakinan) harus dilanjutkan dengan
menjalin relasi secara halus. Dalam tahap ini saudara terus berdoa agar
Tuhan menyatakan kehendakNya semakin jelas. Kalau benar keyakinan tersebut di
atas berasal dari Tuhan, maka ketika saudara menjalin relasi, Tuhan yang
sama akan meneguhkan pergumulan itu. Mengapa? Karena Tuhan kita adalah
Tuhan yang konsisten. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam menjalin
relasi secara diam-diam. Sebagai contoh, dengan meminjam buku,
menawarkan jasa mengantarkannya pulang setelah persekutuan, atau secara
bersama-sama melakukan suatu pekerjaan tertentu. Dalam sebuah seminar
mengenai topik ini, saya didampingi oleh pembicara lain, yaitu seorang
wanita. Pada saat itu, pembicara tersebut memberi saran paraktis kepada
seorang wanita yang sedang jatuh cinta kepada seseorang. Dia mengatakan,
"Bila Anda sudah tertarik kepadanya, cobalah beri perhatian ketika dia
sedang berbicara. Kalau ada acara-acara kelompok, secara halus duduklah
di dekatnya. Jangan malah menjauh dan pura-pura tidak suka, padahal
sebenarnya jantung Anda dag dig dug." Dengan adanya tahap ketiga ini,
berarti kita menolak cara meyakini teman hidup secara sepihak, seperti mengurung diri di rumah
atau menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan. Justru sebaliknya yang
harus dilakukan: harus bergaul, ada kesempatan mengenal dan dikenal.
Kita tidak menganjurkan menggumuli calon teman hidup seperti orang
membeli kucing dalam karung. Masih ingat contoh Adam dan Hawa? Setelah
Allah memutuskan menjadikan penolong baginya (Kej.2: 18), selanjutnya
Allah membawa wanita tersebut kepadanya (ayat 22). Ada pertemuan, bukan?
Dan di saat bertemu itulah Adam berkata, "Nah, ini dia tulang
dari tulangku..." (Kej.2: 23).

(Selanjutnya baca buku saya: Bagaimana Kristen Berpacaran, diterbitkan
oleh Perkantas Nasional, divisi literatur. Email: "Literatur Perkantas"
litanas@cbn.net.id. Telp. 021-82404937)

Posted by admin on August 25 2005 17:42:164 Comments · 14169 Reads - Print
Comments
tobanautica73 on November 10 2005 00:34:36
Pacaran adalah masa perkenalan untuk menuju pernikahan. Orang yang berpacaran adalah orang yang mempersiapkan diri untuk pernikahan.Tentu saja masa pacaran juga dipakai sekaligus untuk belajar mendewasakan diri,
Sikap yang perlu dilakukan dalam berpacaran:
1).2 Korintus 10:3(Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi,)Artinya:kita di dunia,tetapi hangan duniawi.2).1 Korintus 9:27(Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.)Artinya:Kita perlu melatih tubuh kita.3).2 Timotius 2:22(Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.)Artinya:Kita perlu menjauhi nafsu orang muda.4).1 Yohanes 2:17(Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.)Artinya:Kita perlu selalu memiliki kasih Allah
Yang membuat anak-anak muda muda jatuh(Amsal 7:6-23)
Banyak hal panadangan-pandangan yang keliru yang beredar ditengah-tengah para kaum muda,sehingga boleh menjatuhkan mereka dalam dosa,banyak para kaum muda yang beranggapan nahwa sex sebelum menikah adalah bukti cinta,sex adalah komitmen dari cinta,sex sebelum nikah asal disertai dengan tanggung jawab, menjadi sah-sah saja.Padahal semuanya ini adalah merupakan tipu daya muslihat iblis.Iblis memang sangat pandai dalam hal tipu menipu,maka tak salah jika iblis mendapatkan gelar sebagai bapa segala penipu,hal-hal dan pandangan pandangan yang jelas dan tegas lambat laun boleh dibuat oleh iblis menjadi samar-samar,akhirnya menjadi buta sama sekali,maka sebaiknya dalam berpacaran dianjurkan untuk selalu:
1).mengIsi masa pacaran dengan hal-hal rohani.2).Bertekad dan berdoalah dalam masa-masa pacaran.3).Hindari kesempatan-kesempatan yang menjatuhkan.4)Ingatlah keberanian untuk menolak Sex.Dan yang pasti hendaklah mendoakan calon pasangan hidup yang akan menjadi suami atau isteri dalam kehidupan kita kelak,Sebab yang kita mau dalam hidup kita adalah bahwa benar pasangan hidup yang mendampingi hidup kita adalah Pemberian dari DIA.
vicke on December 05 2005 16:40:41
Tobanautica ytk,
Terimakasih untuk responnya. Dalam buku saya "Bagaimana Kristen Berpacaran" saya juga menyoroti soal kekudusan berpacaran tsb. Beberapa langkah praktis untuk menghindari kemungkinan terjatuh dalam dosa telah saya sebutkan di sana. Kita doakan terus agar umat Tuhan terpelihara di dalam kekudusanNya. Salam. Mangapul Sagala.
vicke on June 05 2007 13:42:21
Syukur, hari ini, artikel ini telah dikunjungi selama 2117 kali.
Semoga menjadi berkat besar. MS
vicke on December 16 2008 11:27:09
Hari ini ada sebanyak 4414 entry ke artikel ini. Semoga menjadi berkat bagi semua pembaca. Salam
MS
Post Comment
Please Login to Post a Comment.
Ratings
Rating is available to Members only.

Please login or register to vote.

No Ratings have been Posted.
Login
Username

Password



Not a member yet?
Click here to register.

Forgotten your password?
Request a new one here.
Shoutbox
You must login to post a message.

vicke
17/05/2013 20:30
Mohon dukungan doa dan kehadirannya utk ibadah bulanan KBD Minggu 2 Juni jam 16.00 di aula FH-UKI Diponegoro

vicke
01/05/2013 16:39
Mohon dukungan doa dan kehadirannya utk ibadah bulanan KBD Minggu 5 Mei jam 16.00 di aula FH-UKI Diponegoro

vicke
25/03/2013 20:57
Rekan2 pelayan ytk,mari kita saling menguatkan pada ibadah bulanan KBD, Minggu 7/4/2013 jam 16.00 di aula FHUKI Salemba. Pbcr: Pdt. Mangapul Sagala.

vicke
25/03/2013 20:55
Daftarkan diri Anda sgr mengikuti seminar ttg Keselamatan, Sabtu 6.4.2013, di aula FK-UKI (gedung GWS) Cawang.

vicke
08/02/2013 16:08
Rekan2 pelayan ytk,mari kita saling menguatkan pada ibadah bulanan KBD, Minggu 3/3/2013 jam 16.00 di aula FHUKI Salemba. Pbcr: Pdt. Mangapul Sagala.

vicke
11/01/2013 11:33
Sdr2ku ytk, mari kita memuliakan Dia dan saling menguatkan pada ibadah bulanan KBD, Minggu 3/2/2013 jam 16.00 di aula FHUKI Salemba. Pbcr: Pdt. Mangapul Sagala.

vicke
07/01/2013 14:27
Tahun baru, semangat baru ya. Bapa sorgawi, berkatilah kami semua anak2Mu, jauhkan dari segala marabahaya.

vicke
24/12/2012 10:24
SELAMAT HARI NATAL 25 DES 2012 DAN TAHUN BARU 1 JAN 2013.

vicke
22/12/2012 09:27
Kiranya Bapa sorgawi memberkati pelayanan saya siang ini (14.00) pada ibadah Natal Paramount Groups, setelah itu ibadah Natal di Grj Kalam Kudus (jam 17.00 sp selesai).

vicke
16/12/2012 08:54
Syukur kepada Bapa di sorga dan terimakasih kpd Bapa/Ibu semua, Natal di Parapat berjalan baik, dihadiri oleh sekitar enam ratus orang memenuhi terminal Parapat.

Shoutbox Archive
Brosur Fellowship Day Alumni II
Cari
Search for:
Articles
News
Forum Posts
Downloads
Web Links
Members
Buku

BARU: Mengapa ada penderitaan

Image and video hosting by TinyPic
BARU: FIRMAN MENJADI DAGING, Harga Rp 30.000, Dapat dipesan di literatur Perkantas Jakarta. Telp. (021) 3442463-64




Injil dan Adat Batak

Bagaimanakah sikap kita melihat adat Batak sebagai produk budaya leluhur? Bagaimana pandangan Injil Kristus terhadap adat? Apakah Adat Batak bertentangan dengan Injil? Buku ini akan membantu untuk menjawab pertanyaan tersebut dan pertanyaan-pertanyaan lainnya dengan baik, sehingga orang Batak dapat mengambil sikap benar terhadap adat istiadat sebagai produk budaya leluhur. (Junjungan Sipahutar, SH. Ketua Yayasan Binadunia, tinggal di Jakarta)

Warga Batak Kristen perlu memperoleh keyakinan bahwa kehidupan mereka adalah kehidupan yang maradat dalam iman Kristiani. Buku kecil ini menyidik masalah itu dengan intensitas Injil yang amat mendalam dan sangat komprehensif. Kita sambut dengan rasa syukur buku kecil dengan manfaat besar ini, sambil mengucapkan SELAMAT dan SUKSES kepada Pdt. Ir. Mangapul Sagala, D.Th. Tuhan Yesus memberkati. Amen. (Drs. Duaman Panjaitan. Pemimpin Harian Batak Pos, dan tokoh adat Batak, tinggal di Jakarta).

Detil dan pemesanan klik disini

Kristus Pasti Datang

Ada orang yang berani meramalkan waktu kedatangan Kristus, tetapi ada juga yang meragukan kedatangan-Nya. Alkitab mengatakan, peristiwa kedatangan Kristus pasti terjadi, yang tidak pasti adalah waktunya. Buku ini menolong Anda memahami dengan jelas doktrin Alkitabiah mengenai kedatangan Kristus kembali ke dunia.

Detil dan pemesanan klik disini



Keputusan memilih teman hidup merupakan keputusan kedua terpenting setelah memutuskan mengikut Kristus. Prosesnya tidak gampang dan tidak boleh digampangkan. Buku ini memaparkan enam langkah penting sebelum memasuki tahap berpacaran, petunjuk menjalani masa berpacaran hingga memahami makna pernikahan Kristen.

Detil dan pemesanan klik disini



Puji-pujian menempati posisi sangat penting dalam kehidupan dan ibadah orang Kristen. Permasalahannya adalah tidak semua orang memiliki konsep dan pengertian yang benar tentang puji-pujian. Buku ini memberi petunjuk praktis bagi mereka yang rindu memuji Tuhan dengan baik, khususnya bagi para pemimpin pujian, agar dapat meningkatkan kreatifitasnya.

Detil dan pemesanan klik disini

RINGKASAN BUKU

Berpacaran Secara Kristen


Superioritas dan Keistimewaan Alkitab
[ beli disini ]

Petunjuk Praktis Menggali Alkitab


Roh Kudus dan Karunia Roh
[ beli disini ]


Pekabaran Injil Secara Pribadi
[ beli disini ]

Link
Toku Buku Lilin Kecil
STT Trinity Parapat
Perkantas Nasional
Perkantas Jakarta
Peduli Konseling
In Christ Net
GoBatak.com

Mailing List
doakanHKBP
ForumBiblika
LK3Online