Ringkasan seminar oleh Prof. Peter Stuhlmacher (Univ. Tubingen)
Tyndale House, Cambridge, 26-5-03, 11am- 13.pm
Thema: My Experience with Biblical Theology
Prof. Stuhlmacher memulai dengan berbagai pengertian tentang
Biblical Theology. Beliau menegaskan bhw baginya, Biblical Theology,
berarti semua ajaran Alkitab (PL dan PB). Di sini beliau menegaskan
pentingnya memiliki ajaran yang menyatu antara PL/PB dan
memperingatkan untuk tidak memisahkan keduanya.
Biblical Theology tidak boleh dipisahkan dari kesaksian Gereja
Tuhan. Karena Alkitab itu sebenarnya adalah kesaksian dari Gereja
abad pertama. Theologia tidak boleh dibangun terlepas dari Gereja
Tuhan.
Seluruh pengajaran Yesus telah dipelihara oleh Gereja mula-mula
di dalam Kitab Perjanjian Baru, bersama-sama dengan Perjanjian Lama
serta Septuaginta (LXX) –yang adalah Kitab Suci bagi Gereja mula-
mula- menjadi kitab yang sangat berotoritas.
Semua metode pendekatan terhadap Alkitab, PL dan PB harus dengan
sikap hotmat dan rendah hati. Hal ini memang sesuai dengan tuntutan
Alkitab itu sendiri.
Bicara mengenai Injil Synoptic, maka di sana terlihat dengan
jelas penggenapan mesias sebagaimana dinubutkan dalam PL.
Seluruh tulisan rasul Paulus mencerminkan pengajaran Tuhan Yesus –
sejajar dengan Injil- dan merupakan hasil pergumulannya dengan
kebenaran Perjanjian Lama di dalam konteks Greco-Roman world dan
Judaisme. Di dalam tulisannya, Rasul Paulus tidak pernah
mengakomodasikan Injil yang dituliskannya sehingga dapat diterima
oleh lingkungannya. "Saya tidak malu karena Injil" (Ro.1:16)
merupakan bukti keteguhan rasul Paulus kepada ajaran Injil.
Tulisan rasul Paulus dalam Ro.3:21-26 menunjukkan bahwa Yesus
adalah satu-satunya solusi untuk keselamatan manusia
(kata "hilasterion" dimengerti bukan sebagai "sin offering" tapi
sebagai "mercy seat"). Cat: Thema disertasi Prof Stuhlmacher
adalah "The Righteousness of God".
Tulisan Yohanes perlu dipahami secara pendekatan yang berbeda
dengan Synoptic, khususnya dengan "theological terms" nya. Dari
kata "I Am" saying, terlihat dengan jelas identitas Yesus sebagai
the Son of God. Pernyataan "Akulah jalan dan kebenaran..." pada
Yoh.14:6 sangat offensive bagi orang2 Yahudi. Namun demikian, Yesus
telah menegaskan hal itu utk menunjukkan identitasnya.
Pandangan Kristologi yang berbeda dengan kesaksian Alkitab,
khususnya PB, menunjukkan kebingungan dan frustrasi bertheologia
terhadap berbagai pandangan theologia yg tdk mungkin dipersatukan.
Hal ini termasuk pandangan yang dilontarkan oleh the Jesus Seminar
dari Amerika (beliau dan audience tertawa ketika mengatakan Jesus
Seminar tsb;red). Kita harus sungguh-sungguh mendengar Yesus
sebagaimana diajarkan oleh PB.
Memang seluruh pernyataan di atas sangat Injili, lain dari kesan
Tubingen School yg liberal. Namun beliau menyaksikan dan mendorong
agar young scholars semakin tekun mendengar suara Alkitab PL/PB. Dia
berkata: "Di negara saya, arus bertheologia memang lain. Banyak
pernyataan2 penting Alkitab digugat, dan diinterpretasi ulang...
namun demikian, kalau mau menjadi gereja yang benar, maka harus
kembali kepada pengajaran Alkitab yang benar: tdk fundamentalis,
juga tidak liberal... Saya menyadari, arus ajaran yang lain spt itu
tidak akan bisa dilawan oleh para ahli, tetapi hanya dengan kuasa
Allah yang membalikkan arus bertheologia kepada arah yang benar".
Ketika beliau ditanya tentang bagaimana caranya kita, para ahli
menyelamatkan Gereja Tuhan yang tercerai berai dengan berbagai arus
theologia, maka beliau menjawab: "Saya ingin menegaskan bahwa Gereja
Tuhan tidak pernah dan tidak akan dilepaskan dan diselamatkan oleh
ahli2 theologia, tapi oleh Allah sendiri". (kata "dilepaskan" saya
terjemahkan dari "rescued").
Kiranya ringkasan ini berguna bagi kita semua dan semakin mendorong
kita utk menggali kebenaran Firman Tuhan PL/PB.
Pdt Mangapul Sagala: Tyndale House, 36 Selwin Gardens
Cambridge CB3 9BA, UK.Tel:44-01223-359102 (6-8 am; 8-10 pm)
Email:vicke12000@y...
Posted by admin on August 25 2005 18:13:11 | 0 Comments · 3717 Reads -  |
|